
Setelah selesai dari kantin dia membawa kan minuman untuk Putri dan Juga Anisa.
"Anisa ketiduran. Putri kemana?" batin Arya. Tidak beberapa lama putri masuk sambil membaca buku.
"Nih minum untuk kamu dan Anisa, sebaiknya kamu membangun kan Anisa, bentar lagi bel masuk berbunyi." ucap Arya.
"Terimakasih." ucap Putri mengambil minuman dari tangan Arya. Arya kembali duduk di kursi nya.
Bel masuk berbunyi, Anisa bangun. Rida yang duduk di depan nya menatap nya dengan tatapan benci tidak suka.
Namun Anisa tidak perduli sama sekali, tidak tidak akan pernah perduli. Sekarang yang ada di pikiran nya hanya ada Dika. Dia ingin bertemu Dika.
Setelah pulang sekolah. "Kamu yakin bisa pulang sendiri? Arya bisa mengantarkan kamu pulang." ucap Putri kepada Anisa.
"Aku baik-baik saja putri, aku sehat kok." ucap Anisa. Putri menghela nafas panjang.
"Aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu." ucap Putri.
"Aku tidak sakit aku baik-baik saja. Sebaiknya kamu pulang di anterin Arya biar tidak kena marah sama orang tua kamu." ucap Anisa.
"Ya udah deh kalau begitu. Kamu hati-hati lah." ucap Putri membiarkan Anisa Masuk ke dalam mobil nya.
"Sudah putri tidak perlu berpikir yang tidak-tidak seperti itu, kamu juga tau sendiri kalau Anisa sangat kuat, mana mungkin dia lemah hanya karena laki-laki.
"Mungkin sekarang ini dia hanya Pusing dengan masalah nya." ucap Arya.
"Humm kamu benar juga, ya udah deh kalau begitu aku pulang dulu yah. Sampai jumpa besok." ucap Putri kepada Arya, namun Arya menahan tangan Putri.
"Aku anterin kamu pulang. Ayo naik ke dalam mobil ku." ucap Arya. Putri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau, aku mau pulang sendiri saja." ucap Putri.
"Kamu tidak boleh menolak karena aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja." ucap Arya.
"Kamu jangan kasar dan memaksa ku seperti ini! kalau orang tua ku tau, mereka pasti marah." ucap Putri. Arya tertawa.
"Orang tua kamu tidak lah galak, aku tidak percaya lagi dengan semua ancaman kamu, semua pria kamu bohongi agar tidak mendekati kamu." ucap Arya.
Putri memang tidak suka di dekatin oleh laki-laki karena dia tidak ingin berpacaran setelah putus cinta di SMP.
"Aku akan melaporkan kamu kepada orang tua ku." ucap Putri. Arya tersenyum. "Humm baiklah, aku tidak keberatan, aku tidak melakukan kesalahan, aku hanya ingin mengantar kan kamu pulang." ucap Arya.
__ADS_1
Putri masuk ke dalam mobil Arya. "Pasang pengaman kamu!" ucap Arya. Putri menatap Arya dengan wajah cemberut.
"Saya meminta kamu memasang pengaman, bukan wajah cemberut seperti itu!" ucap Arya. Putri memasang dan perjalanan di mulai.
"Kenapa sih kamu setiap kali aku berbuat baik kamu menolak nya? Apa salah nya aku mengantarkan kamu pulang karena kita saat arah." ucap Arya.
Putri hanya diam saja. "aku tidak melakukan hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman. Kamu tidak perlu menolak kebaikan ku, karena aku tidak akan meminta bayaran nya kok." ucap Arya.
Putri menghela nafas panjang.
"Kamu sebaiknya fokus menyetir." ucap Putri. Arya menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Putri.
"Tidak perlu masuk, kamu pergi pulang saja." ucap Putri. Arya mengangguk.
"Iyah, kebetulan aku ada janji dengan teman-teman ku di luar." ucap Arya.
"Dengan anak SMK itu kan?" tanya Putri.
"Bagaimana bisa kamu tau? Kamu memiliki mata batin yah?" ucap Arya.
"Kalau begitu pergi lah, hati-hati." ucap Putri dengan kesal menutup pintu sangat kuat.
"Ada apa sih dengan perempuan jaman sekarang, aneh-aneh tingkah nya." ucap Arya.
Sementara Anisa sampai di rumah nya dia istirahat sejenak. Berbaring sambil membuka handphone nya.
"Apa aku harus mengembalikan mobil itu sendiri?" tanya Anisa.
"Tapi aku tidak ingin bertemu dengan dia lagi." ucap Anisa.
"Tapi aku harus mengucapkan terimakasih dan perpisahan terakhir untuk dia, semoga setelah ini hubungan kami sebagai teman berjalan dengan baik." ucap Anisa.
Dia mandi terlebih dahulu agar segar, setelah itu dia berdandan yang cantik agar tidak terlihat pucat.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia segera keluar dari rumah namun tiba-tiba handphone nya berdering dari Marsel.
"Halo kak." ucap Anisa.
"Kamu mau kemana? kenapa kamu berdandan rapi?" tanya Marsel. Anisa kebingungan kenapa kakak nya bisa tau. Dia melihat ke sekeliling nya ternyata ada Cctv.
__ADS_1
"Huff aku sangat tidak suka kakak memantau ku seperti ini, aku butuh Privasi." ucap Anisa dengan kesal.
"Kakak hanya bertanya kamu mau kemana? Bagaimana kalau terjadi apa-apa di luar Sana?" tanya Marsel.
Anisa menghela nafas panjang. "Aku mau mengembalikan mobil Candra. Dan semua barang-barang yang dia berikan kepada ku." ucap Anisa.
"Oohh, kalau begitu kakak akan menemani kamu." ucap Marsel.
"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri. Kakak percaya kepada ku." ucap Anisa.
"Tapi."
"Aku bisa Sendiri kak, percaya lah." ucap Anisa.
"Ya sudah kalau begitu." ucap Marsel. "aku mau berangkat, bye kakak." telpon mati.
"Huff kenapa aku lupa mengumpulkan semua barang-barang itu sih?" ucap Anisa. Terpaksa dia harus mengumpulkan semua nya dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
Terakhir boneka yang besar-besar, yang masih tercium aroma parfum Candra.
"Maafin aku Candra. Aku sangat merasa bersama, namun aku yakin kamu pasti menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada yang sekarang." ucap Anisa.
Semua nya sudah ada di mobil, ternyata mobil itu langsung penuh hanya barang-barang yang di berikan oleh Candra.
"Ayo Anisa kamu pasti bisa, kamu harus mengakhiri semua nya ini." ucap Anisa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan penginapan Candra. Dia ijin masuk terlebih dahulu setelah berdiri di depan kamar Candra dia mengetuk.
Tidak beberapa lama pintu terbuka, namun perempuan seperti orang bule yang membuka pintu.
"Aku salah kamar yah? Kok perempuan yang membuka nya? Ini perasaan kamar Candra deh." ucap Anisa.
"Iyah benar ini kamar Candra. Kamu Anisa kan?" tanya perempuan itu.
Anisa kaget karena perempuan itu bisa menggunakan bahasa Indonesia.
"Aku adalah teman nya Candra, ayo masuk ke dalam." ucap perempuan itu. Anisa menggeleng kan kepala nya. "Saya hanya mau mengantar kan Ini saja, Tolong di berikan kepada Candra." ucap Anisa memberikan kunci mobil..
"Kamu yakin tidak mau masuk? Dari kemarin Candra kurang enak badan. dia tidak mau makan, tidak mau minum obat, aku mau minta tolong sama kamu bujuk dia." ucap Perempuan itu.
__ADS_1