
"Humm baiklah kalau pak Dika mau nya seperti itu, Bapak pulang dengan Rida aku pulang dengan Arya." ucap Anisa dalam hati.
"Boleh ngambil foto gak?" ucap Anisa. Arya menganguk.. Mereka foto berdua sama-sama.
Anisa tersenyum melihat nya dan membuat postingan di Instragram nya karena semua orang termasuk Wali kelas nya bisa melihat.
"Silahkan di minum pak." Rida memberikan teh kepada Dika yang duduk di teras rumah nya.
"Terimakasih..." Ucap Dika. Rida tersenyum.
"Saya baru tau kalau kamu tinggal di daerah ini." ucap Dika. Rida tersenyum. "Orang tua saya bekerja di salah satu perusahaan dekat sini Pak, jadi dia membela rumah tidak jauh dari perusahaan itu." ucap Rida.
Dika menghabiskan teh nya.
"Saya harus segera pulang," ucap Dika. "Kenapa Bapak buru-buru?" tanya Rida.
"Saya masih ada pekerjaan yang lain." ucap Dika. Dia memilih untuk segera pergi dari sana.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di apartemen nya.
Membuka sepatu, meletakkan ketempat nya. Namun saat melewati ruang tamu Dika Menghela nafas panjang melihat tempat Anisa tidur tidak di rapikan sama sekali.
"Benar-benar tuh anak yah!" ucap Dika sambil melipat selimut. Merapikan semua barang-barang Anisa.
"Tunggu dulu... Dia kenapa belum sampai di sini? Apa jangan-jangan dia belum pulang sama sekali dari sekolah?" ucap Dika Memeriksa handphone nya.
Mau menelpon Anisa tapi dia tidak tau nomor baru Anisa. Dia iseng membuka Instagram ternyata Anisa membuka instastory. Dika penasaran dia langsung membuka.
Dan ternyata foto bareng Arya di dalam mobil dengan wajah yang tersenyum.
Dika menghela nafas panjang. "Seharusnya aku tidak mengantar kan Rida pulang hanya mau membuat Anisa cemburu. Sekarang aku yang cemburu karena kelakuan ku." batin Dika.
"Mana mungkin Anisa cemburu kepada ku." ucap Dika.
"Terimakasih yah Arya sudah mau mengantar kan aku." ucap Anisa. Arya tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku masuk dulu Yah." ucap Anisa. Arya menganguk. Dia juga ijin pulang ke rumah nya.
"Hati-hati di jalan." ucap Anisa melambaikan tangan nya. Anisa masuk ke rumah nya dan melihat mobil mamah dan papah nya di sana.
Anisa tidak ingin bertemu dengan mereka. Dia berlari keluar namun ternyata Dika baru saja sampai.
__ADS_1
"Anisa kamu mau kemana?" tanya Dika mengejar Anisa keluar.
Anisa Terus berlari berharap mendapatkan tumpangan. Namun Dika sudah terlebih dahulu menahan tangan nya.
"Anisa kamu mau kemana? Ini sudah magrib." ucap Dika. "Bapak jangan ikut campur! Lepaskan aku!" ucap Anisa.
"Kalau kamu tidak ingin bertemu kedua orang tua kamu jangan kabur seperti ini." ucap Dika..
"Aku tidak kabur, aku hanya ingin pergi sebentar agar tidak bertemu dengan mereka." ucap Anisa.
"Mereka ke sini mungkin mau menyampaikan sesuatu yang penting. Kamu tidak boleh kabur seperti ini, mereka sudah menunggu kamu." ucap Dika.
Anisa terdiam. Dika memegang tangan Anisa..
"Kalau kamu mau bersifat dewasa kamu harus bisa menghadapi masalah yang ada." ucap Dika.
Anisa menatap wajah Dika. "Aku takut, aku belum siap mendengarkan kebenaran nya bagaimana." ucap Anisa.
"Saya akan menemani kamu." ucap Dika.
Akhirnya mereka kembali ke rumah. Anisa meminta Dika untuk menunggu di luar saja..
Dia masuk ke dalam.
"Ngapain Mamah sama. papah ke sini?" tanya Anisa.
"Kamu tidak boleh berbicara seperti itu nak, walaupun kami sudah bercerai tidak ada salah nya datang untuk berkunjung melihat kamu anak kami." ucap Bu Lala.
"Anak? Kalian masih menganggap aku anak?" ucap Anisa.
"Kalau kalian menganggap aku anak, mana mungkin Papah sama mamah tega melakukan ini kepada ku, Mamah sama Papah tega membohongi aku Selama bertahun-tahun." ucap Anisa.
"Jangan mengungkit masalah itu lagi Anisa! Kalau kamu memberi tau kamu apa kamu akan terima?" ucap Bu Lala.
"Kenapa harus menyembunyikan nya? Selama ini Mamah sama. Papah berpura-pura baik-baik saja namun ternyata semua hanya kebohongan." ucap Anisa.
"Sudah Anisa.. Papah sama Mamah kamu datang ke sini mau menjelaskan yang sebenernya kepada kamu." ucap Papah nya.
"Menjelaskan apa Pah? Menjelaskan kalau papah sudah bercerai dan memiliki keluarga baru?" tanya Anisa dengan nada tinggi sambil menahan tangis.
"Selama aku ada di dunia ini Mamah sama Papah tidak pernah memberikan aku kasih sayang. Aku besar di rawat oleh Beby sister dan setelah aku sekolah Mamah sama papah Sibuk bekerja aku selalu tinggal sendirian di rumah." ucap Anisa.
__ADS_1
"Dan sekarang Mamah Sama Papah ternyata sudah bercerai Tampa sepengetahuan aku. Aku sangat hancur mah, Pah. Aku harus kemana lagi untuk mengadu?" ucap Anisa tangisan nya langsung pecah.
"Lalu mau kamu apa?" tanya Bu Lala.
"Aku mau Mamah sama Papah rujuk lagi, aku mau Mamah sama Papah sama-sama lagi." ucap Anisa.
Papah nya menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mungkin nak, kamu sudah memiliki Adik dan Mamah tiri." ucap Papah nya. Anisa menangis.
"Mamah sama papah sangat jahat.." ucap Anisa..
"Kamu tidak boleh memaksa kan apa yang kamu mau. Ku sudah dewasa kamu bisa mengurus diri kamu sendiri, jadi jangan pernah memprotes apa pun tentang mamah dan Papah." ucap Bu Lala.
Anisa terdiam..
"Mamah ke sini mau memberi tau kamu kalau Mamah mau tunangan dengan pacar Mamah. Kamu harus merestui nya.. Semoga kamu juga bisa datang." ucap Bu Lala memberikan undangan kepada Anisa dan juga Suami nya.
"Aku gak setuju mamah menikah lagi." ucap Anisa..
"Maafin mamah nak. Kamu sudah cukup besar, kamu bisa hidup sendiri. Sudah saatnya mamah memikirkan diri Mamah." ucap Bu Lala langsung pergi.
"Papah jangan ijin kan Mamah menikah lagi." ucap Anisa sambil menangis.
Papah nya memeluk Anisa. Tidak lama dia juga pergi. Anisa tinggal sendirian di ruang tamu.
Bu Lala melihat Dika. Dika tersenyum tipis namun Bu Lala lewat begitu saja.
Papah Anisa melihat Dika.
"Kamu guru nya Anisa kan? Tolong perhatikan Anisa baik-baik karena kami pasti akan sangat jarang bisa mengunjungi dia." ucap papah nya Anisa.
Dika hanya bisa tersenyum. Setelah itu orang tua Anisa pergi.
Dika menghela nafas panjang melihat kedua orang tua Anisa.
Dika masuk melihat Anisa ke dalam. Anisa sudah menangis.
"hiks... hiks.. hiks..." Anisa menangis menatap wajah Dika. Dika langsung memeluk nya tanpa mengatakan apapun. Anisa membalas pelukan Dika dengan sangat erat sekali.
"Kamu adalah perempuan yang kuat, anak yang kuat,. tidak boleh sedih karena ini sudah keputusan orang tua kamu." ucap Dika mengelus kepala Anisa.
__ADS_1
"Aku tidak ingin orang tua ku menikah lagi, aku ingin mereka bersama ku." ucap Anisa.