Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 98


__ADS_3

"Menikah tidak semudah itu kak, apalagi aku belum cukup Umur." ucap Anisa.


Dika menunduk kan kepala nya.."Kalau begitu saya akan menunggu umur kamu 19." ucap Dika. Anisa tersenyum.


Dika memeluk Anisa. "Saya menyanyangi kamu dan juga Boni. Saya tidak ingin kehilangan Kalian." ucap Dika..Anisa tersenyum.


"Aku juga sangat mencintai Kakak." ucap Anisa.


"Om Dika..." Ucap Boni yang baru saja datang.. Dika melepaskan pelukannya, dia mengejar Boni dan langsung memeluk nya.


Dika langsung memeluk Boni sambil tersenyum. Anisa juga ikut mengelus kepala Boni.


"Om Dika dan Tante Anisa kenapa sangat lama baru datang ke Sini? Aku sudah sangat merindukan kalian." ucap Boni.


"Maafin om yah, Om dan Tante Anisa belakangan ini sangat sibuk, tapi setelah kami memiliki waktu luang kami pasti datang melihat Boni ke sini." ucap Dika.


Boni tersenyum.


"Boni kenapa mau di asuh oleh orang lain? Apa Boni tidak mau menunggu Om lagi? Tunggu om menikah dan setelah itu mengambil Boni menjadi anak angkat." ucap Dika.


Boni menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau menyusahkan Om Dika dan juga Tante Anisa." ucap Boni.


"Menyusahkan bagaimana? Kami sama sekali tidak merasa di Susah kan oleh kamu " ucap Anisa.


"Kata teman-teman Ku Tante. Mereka bilang kalau aku hanya lah Anak Yatim-piatu yang selalu menyusahkan Om Dika dan juga Tante Anisa." ucap Boni.


"Ssssstttt jangan berbicara seperti itu! Kamu sama sekali tidak menyusahkan Tante dengan Om. Kami datang ke sini karena kami ingin bertemu dengan Boni, mengajari Boni bukan hal yang menyusahkan, jadi jangan berbicara seperti itu!" ucap Dika.


Boni memasang wajah sedih. "Aku takut om dan Tante menemukan Anak yang lebih baik dan juga yang lebih di sukai Om." ucap Boni.


"Kamu satu-satunya anak yang Om ingin angkat menjadi Anak." ucap Dika. Anisa membawa Boni ke pelukan nya.


"Aku takut nanti Om dan Tante meninggalkan aku." ucap Boni.


Dika menggeleng kan kepala nya. Dia langsung ikut memeluk Anisa dan juga Boni.


" itu tidak mungkin Boni." ucap Dika dia mencium Boni.


"Permisi Bu.." Dika dan Anisa membawa Boni ke kantor.


"Iyah ada apa Pak?" tanya ibu yayasan.


Dika melihat semua nya terlihat sedang sedih.


"Ada apa Yang terjadi? Kenapa semua nya diam?" tanya Dika.

__ADS_1


"Orang tua yang ingin mengasuh Boni marah-marah, mereka sangat kecewa dan mereka mau melaporkan yayasan ini." ucap ibu Yayasan.


"Tidak perlu khawatir Bu, saya akan menangani semua nya." ucap Dika. Ibu yayasan itu hanya bisa menghela nafas panjang beberapa kali.


"Oh iya Bapak mau bilang apa tadi?"


"Kami ingin membawa Boni makan di luar sebentar." ucap Dika.


Mereka menganguk dan memberikan waktu berapa lama Boni boleh di luar.


Di dalam mobil Boni di pangku oleh Anisa.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Kamu gak senang yah?" tanya Anisa kepada Boni.


Boni melihat ke arah Anisa.


"Aku sangat senang Tante." ucap Boni


"Lalu kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Dika.


"Mobil om Dika sangat bagus sekali. Aku yakin ini pasti sangat mahal." ucap Boni. Dika dan Anisa tertawa.


"Om Dika memiliki banyak uang mobil seperti ini murah menurut dia." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Siapa pun yang akan menjadi istri Om Dika, dia pasti akan sangat senang karena om Dika sangat Tampan, sangat baik dan juga sangat kaya." ucap Boni.


"Om Dika kapan menikahi Tante Anisa?" tanya Boni.


"Kamu doakan saja Tante Anisa cepat lulus, om akan segera menikahi dia dan Setelah itu kamu sudah boleh ikut dengan Om." ucap Dika.


Boni mengamin kan doa Dika.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat makan.


"Wahhh tempat nya bagus sekali." ucap Boni. Anisa dan Boni berjalan terlebih dahulu ke dalam. Dika melihat mereka dari belakang.


"Kapan Anisa akan menikah dengan ku? Apa dia akan mau?" batin Dika.


Cukup lama mereka di luar.. Anisa dan Boni terlihat sangat akrab dan sangat bahagia ketika bersama.


"Anisa dan Boni sama-sama kekurangan kasih sayang. Sangat Malang, tapi saya berjanji akan terus memberikan kasih sayang yang berlebih kepada kalian berdua." batin Dika.


Dia duduk di kursi sementara Anisa dan Boni main ayunan.


Anisa menoleh ke arah Dika yang mengambil gambar mereka berdua. Dika main mata Anisa seketika tersenyum.


Setelah selesai bermain di luar mereka pulang ke yayasan.

__ADS_1


"Kak aku mau main-main sama yang lain dulu, mereka sudah menunggu ku dari tadi." ucap Anisa.


"Ya udah, kalau begitu saya akan mengantarkan Boni tidur siang." ucap Dika. Anisa menganguk.


Dika dan Boni tidur di tempat tidur Boni.


"Om." panggil Boni.


"Iyahh. Kenapa?" tanya Dika.


"Kenapa aku merasa om itu adalah papah ku? Aku sangat ingin terus bersama Om Dika." ucap Boni.


Dika tersenyum dia mengelus rambut Boni.


"Gak apa-apa kok kalau Boni menganggap Om adalah orang tua kamu. Om sangat senang." ucap Dika.


Boni tersenyum di memeluk Dika.


"Kamu tidur lah, waktu nya tidur siang." ucap Dika, Boni menggeleng kan kepala nya.


"Aku gak mau tidur, aku takut nanti aku bangun om sudah pergi." Ucap Boni.


Dika tersenyum.


"Enggak kok, Om pasti menunggu Boni sampai bangun baru om ijin pulang." ucap Dika.. Boni menggeleng kan kepala nya.


"Aku ingin melihat Om lebih lama." ucap Boni. "Ya udah kalau begitu." ucap Dika, dia mengelus punggung Boni, mencium kening nya.


"Maafin Papah nak, maafin Papah..." Ucap Dika dalam hati. Air mata nya tiba-tiba keluar.


"Mbak Anisa..." ucap ibu yayasan Duduk di samping Anisa yang menunggu Dika di ruang tunggu.


"Eh Ibu." ucap Anisa. Ibu yayasan itu tersenyum.


"Apa benar mbak Anisa dengan pak Dika akan menikah?" tanya Ibu yayasan.


"Doakan saja yang terbaik Bu." ucap Anisa. "Kamu selalu berdoa yang terbaik untuk mbak Anisa dan pak Dika." ucap ibu yayasan.


"Bu kalau boleh tau Dulu Boni ke sini di antar Siapa?" Tanya Anisa.


"Kenapa Mbak bertanya seperti itu?" tanya ibu Yayasan.


"Saya sangat penasaran Bu, saya bertanya kepada Boni kalau dia tidak pernah melihat ibu atau Ayah nya." ucap Anisa.


"Yang di katakan Boni benar. Ibu dulu menemukan Boni di depan gerbang yayasan ini. seperti nya dia baru lahir dua hari." ucap Ibu yayasan.


Anisa terkejut mendengar itu.

__ADS_1


"Boni sudah dari bayi di sini. Jadi dia tidak pernah tau atau melihat orang tua nya, karena kami juga tidak pernah melihat nya." ucap Ibu yayasan.


__ADS_2