Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 179


__ADS_3

"Aku tidak pernah meminta itu. Dia hanya berbicara apa yang dia mau." ucap Lita.


Dika menghela nafas panjang. "Kalau benar bukan karena kamu, seharusnya kamu memberikan pengertian kepada dia." ucap Dika.


Lita menghela nafas panjang.


"Apakah kamu tidak berfikir apa yang di katakan Boni itu benar?" tanya Lita.


"Maksud kamu apa?" tanya Dika.


"Kamu belum menikah, aku juga belum menikah. sebaiknya kita rujuk saja. Lagian aku masih berhubungan baik dengan orang tua kamu." ucap Lita.


"Berhubungan baik? Itu tidak mungkin." ucap Dika.


"Perempuan yang mau di jodohkan ke pada kamu itu adalah aku, orang tua kamu masih ingin mencoba menjodohkan kita lagi dan berharap kita rujuk." ucap Lita.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin, itu tidak mungkin." ucap Dika.


"Percaya atau tidak itu terserah kamu." ucap Lita.


"Kamu kan yang mengatur semua ini?" ucap Dika.


"Kenapa aku capek-capek mengatur semua nya ini? Kalau bukan karena Boni aku tidak akan mau bertemu dengan kamu lagi." ucap Lita.


"Kenapa kamu tidak menolak keinginan orang tua ku." ucap Dika.


"Kamu temui saja mereka langsung dan berbicara kepada mereka." ucap Lita.


Dika menatap Lita.


"Aku heran kepada kamu, kamu dari awal tidak suka kepada ku. Namun kamu mengikuti semua perintah orang tua ku. Dan setelah kamu hamil kamu pergi meninggalkan aku dan sekarang kamu tiba-tiba muncul lagi." ucap Dika.


"Kenapa aku seperti ini kepada orang tua kamu, karena aku memiliki hutang Budi kepada mereka. Ginjal yang aku pakai saat ini adalah ginjal Mamah kamu." ucap Lita.


Dika kaget.


"Aku akan melakukan apapun yang mereka minta walaupun sekarang aku masih sakit-sakitan namun aku akan terus mengikuti apapun yang mereka mau." ucap Lita.


"Kamu benar-benar gila." ucap Dika.


"Kamu dari dulu tidak berubah yah sama aku, kelihatan sekali kalau kamu membenci aku." ucap Lita.


"Kamu sudah tau itu, apa kamu berniat kembali bersama ku?" ucap Dika. Lita terdiam.

__ADS_1


"Kamu mengikuti perintah orang tua ku untuk menjebak ku sehingga kamu hamil. Kamu sudah tau kan kalau aku tidak bisa mencintai orang dengan sembarangan." ucap Dika.


"Kenapa? yang bisa kamu cintai hanya anak muda seperti Anisa?" ucap Lita.


"Stop Lita! Jangan membawa-bawa Anisa di masalah kita. Kita berdua sudah sama-sama dewasa aku hanya mohon kepada kamu agar menentang permintaan Orang tua Ku." ucap Dika.


"Papah... Aku mau sama mamah sama-sama." ucap Boni tiba-tiba Boni datang.


"Tidak bisa nak, itu tidak akan bisa. Boni hanya bisa mendapatkan kasih sayang dari Papah sama Mamah seperti ini." ucap Dika.


"Baiklah aku akan menolak perjodohan itu dan mencoba memberikan pengertian kepada orang tua kamu." ucap Lita.


Dika tersenyum dia merasa lega mendengar itu.


"Tapi dengan satu syarat." ucap Lita.


"Apa?" tanya Dika.


"Aku ingin kamu tinggal di sini untuk sementara waktu." ucap Lita. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin! Itu tidak lah mungkin." ucap Dika.


"Kenapa?" tanya Lita.


"Bagaimana kalau Anisa marah? Dan kalau orang tua ku tau mereka akan salah paham." ucap Dika.


Dika menghela nafas panjang.


"Aku tidak mau, Sebaiknya aku pergi. Pembicaraan kita semakin tidak masuk akal." ucap Dika langsung pergi.


Sampai di kantor dia bekerja seperti biasa. Tidak lupa juga dia mengabari Anisa yang sudah menunggu kabar nya data tadi.


Setelah pulang dari kantor Dika Langsung ke rumah orang tua nya. Kebetulan orang tua nya di rumah.


"Dika... Akhirnya kamu pulang juga nak, kamu sudah sangat merindukan kamu sayang." ucap mamah nya langsung memeluk Dika bergantian dengan papah nya.


"Ya ampun Dika kenapa kamu tidak ada kabar sama sekali? Kenapa kamu baru pulang? kamu baik-baik saja kan?" tanya mamah nya.


"Aku baik-baik saja Mah, aku datang ke sini mau mempertanyakan soal Lita." ucap Dika.


Mamah dan papah nya langsung terdiam.


"Kalian mau menikah kan aku dengan Lita lagi kan? Kalian membohongi aku." ucap Dika.

__ADS_1


"Dari mana kamu tau?" tanya papah nya.


"Aku baru saja bertemu dengan Lita pagi tadi dan mamah sama papah sudah tau tentang Boni kan?" tanya Dika.


Mamah dan papah nya menghela nafas panjang.


"Kamu sebagai anak harus menuruti perintah orang tua sama seperti Lita." ucap Orang tua nya.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa mah, aku tidak mencintai Lita." ucap Dika.


"Mamah tidak suka kamu dengan anak yang bernama Anisa itu, orang tua nya adalah musuh mamah dan papah." ucap Orang tua Dika.


"Itu Hubungan antara orang tua bukan urusan kami anak." ucap Dika.


"Lita sudah sangat baik kepada kamu, sekarang di sudah menjadi CEO. Semua harta warisan keluarga nya jatuh ke tangan nya.. Jadi mamah sama papah kamu sama dia." ucap Orang tua Dika.


"Tidak bisa mah, karena Minggu Depan aku mau melamar Anisa." ucap Dika. Namun tiba-tiba wajah nya di tampar oleh papah nya.


Di tempat lain handphone Anisa tiba-tiba jatuh karena terkejut teringat Dika. Dia sedang melamun dan memegang handphone nya kurang erat sehingga jatuh ke lantai.


"Anisa ada apa?" tanya guru dari depan. Semua mata tertuju kepada Anisa.


"Enggak Bu, gak apa-apa kok." ucap Anisa langsung mengambil handphone nya.


"Yahh rusak deh." ucap Anisa. Setelah pulang sekolah dia langsung ke rumah berharap Dika sudah di rumah. Dia sudah sangat merindukan Dika, Anisa juga penasaran dengan apa yang terjadi hari ini.


Namun setelah sampai di rumah dika tidak ada di rumah.


"Loh kak Dika belum pulang?" ucap Anisa. Dia masuk ke rumah menelpon Dika melalui telepon rumah namun tidak bisa masuk.


Handphone nya sudah di antar ke servis handphone.


"Mungkin kak Dika masih sibuk, sebaik nya aku ke kamar saja." ucap Anisa.


Di sekolah Arya baru saja masuk ke dalam mobil nya dan keluar dari gerbang sekolah, namun dia melihat Putri yang sedang menunggu jemputan.


Arya mau berhenti namun tidak jadi karena hubungan nya dengan Putri tidak baik, dia langsung melewati Putri karena percuma saja dia menawarkan tetap saja akan di tolak.


Putri melihat mobil Arya melewati dan a begitu saja.


"Seperti nya Arya benar-benar marah kepada ku." ucap Putri. Tidak beberapa lama Ayah nya datang.

__ADS_1


"Tumben banget kamu minta di jemput, biasa nya sama Arya." ucap Ayah nya.


"Maafin aku Ayah merepotkan ayah." ucap Putri.


__ADS_2