Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 51


__ADS_3

"Dia masih menjadi guru les ku, jadi wajar aja kalau dia datang." ucap Anisa.


"Kok kamu gak bilang sih? Kalau aku tau pak Dika datang aku akan memakai pakaian yang lebih sopan." ucap Putri karena mereka berdua kalau sudah bersama selalu berpakaian yang sedikit terbuka dan ketat.


"Sudah terlanjur, ayo turun." ucap Anisa.. mereka keluar dari dalam mobil.


"Pak Dika sudah lama menunggu yah?" tanya Putri basa-basi. Pak Dika menggeleng kan kepala.


"Kalian dari mana?" tanya Dika.


"Makan dari luar Pak." ucap Putri menjawab.


"Lalu kenapa kamu bisa bersama Anisa?" tanya Dika lagi.


"Aku membawa nya ke sini, aku tidak memiliki teman tidur. Aku takut kesepian." ucap Anisa langsung.


Dika yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"karena kamu di sini, apa kamu mau ikut belajar?" tanya Dika. "Apa boleh pak?" tanya Putri. Dika menganguk.


"Nilai kamu sedikit buruk akhir-akhir ini, jadi kalau kamu mau ikut bergabung belajar tidak apa-apa." ucap Dika.


"Wahh terimakasih banyak yah Pak." ucap Putri. Anisa hanya memasang wajah cuek saja. Mereka bertiga sudah berkumpul di meja ruang tamu.


Dika menjelaskan mereka berdua mendengar kan dengan baik. Walaupun Anisa Kesal melihat Dika Tapi dia tetap fokus belajar agar dia memiliki nilai yang bagus.


Cukup lama mereka belajar. Dika menambah jam les karena melihat mereka sangat asik belajar.


Setelah pelajaran selesai Dika mengakhiri pelajaran nya.


"Ini sudah jam sepuluh malam waktu nya kalian istirahat. Saya akan kembali ke apartemen saya." ucap Dika.


Putri menoleh ke arah Anisa yang tertidur langsung dengan karpet mungkin sudah mengantuk dan lelah.


"Kenapa Bapak tidak menginap saja? Ini sudah sangat malam di luar juga seperti nya sudah mau hujan." ucap Putri.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Saya pulang saja." ucap Dika. "Bapak menginap saja yah, Bapak sudah mengajari kami sampai malam seperti ini, pasti juga sangat lelah." ucap Putri.


Dika sebenarnya sangat ingin menginap di sana, namun karena Anisa marah Tampa sebab kepada nya membuat Dika Sedikit canggung.


"Baiklah kalau kamu memaksa saya." ucap Dika.


"Biasanya bapak tidur di mana? Karena di sini kamar hanya tiga." ucap Putri.


"Maksud kamu?" tanya Dika Heran dengan pertanyaan Putri. "Upss!! Mati aku malah keceplosan." batin Putri merutuki diri nya sendiri.

__ADS_1


"Aa... Maksud Saya, bapak mau tidur di mana?" tanya Putri. "Oohh, saya akan tidur di sofa." ucap Dika.


"Bapak yakin?" ucap Putri. Dika membangun.


"Baiklah kalau begitu Pak, saya akan membawa Anisa ke kamar dulu." ucap Putri.


"Mau saya bantu?" tanya Dika. "Bagaimana caranya Pak? Saya akan membangun kan Anisa saja." ucap Putri.


"Dia kelihatan sangat letih, tidak perlu di bangun kan, saya akan mengangkat dia ke kamar." ucap Dika.


Putri melihat Dika mulai mengangkat Anisa.


Putri yang melihat itu seakan tidak percaya. Dia sangat syok dan juga kaget.


"Ya ampun kenapa aku merasa kan kalau pak Dika sama Anisa sih? Pak Dika sangat Cuek dan juga dingin.. Tapi kepada Anisa dia benar-benar sangat perduli." batin Putri.


Setelah sampai di kamar Putri mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih yah Pak, maaf jadi merepotkan Bapak." ucap Putri..Dika menganguk.


Dia mengambil selimut dan bantal yang biasa dia pakai dan langsung membawa nya keluar.


"Pak Dika bahkan sudah tau Tempat selimut dan bantal untuk tamu." ucap Putri.


"Malam ini seperti nya aku tidak akan bisa tidur untuk memikirkan hal ini." batin Putri.


Setelah Dika turun ke bawah dia langsung menata tempat tidur dan berbaring. Namun dia tidak bisa tidur walaupun sudah mencoba nya.


"Dia kenapa marah kepada ku? Salah ku kepada dia apa?" ucap Dika bertanya-tanya. Namun karena sibuk memikirkan akhirnya dia tertidur begitu nyenyak.


"Dika kemana sih? Padahal dia sudah janji untuk datang malam ini menemui aku." ucap Gisel dalam hati.


"Kamu kenapa belum tidur nak?" tanya papah nya.


"Aku menunggu Dika Pah, dia janji untuk datang hari ini namun ternyata tidak datang bahkan sudah hampir jam sebelas malam." ucap Gisel.


"Mungkin dia memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan nak, kamu jangan langsung marah-marah seperti itu." ucap Papah nya.


"Tapi aku sudah sangat merindukan dia." ucap Gisel.


"Nanti kalau memiliki waktu luang dia pasti datang, kamu jangan berkecil hati." ucap papah nya.


"Ya udah deh kalau begitu." ucap Gisel.


"Nah jangan marah-marah lagi yah." ucap papah nya sambil mengelus punggung anak nya itu.


"Kamu istirahat lah, Papah juga mau istirahat nih. " ucap papah nya. "Ya udah Papah istirahat duluan aja." ucap Gisel.

__ADS_1


"Ya udah. Selamat malam putri Papah."


Gisel mengucapkan selamat malam juga.


"Seperti nya aku juga harus istirahat, tidak ada gunanya aku menunggu Dika yang tak kunjung datang." ucap Gisel masuk ke kamar nya.


Keesokan harinya..


"Selamat pagi Pak." sapa Putri yang baru saja turun dan melihat Dika sudah di dapur, dia juga sudah rapi berpakaian dinas nya.


"Pagi.." jawab Dika.


"Bapak sedang apa?" tanya Putri.


"Saya Memasak sarapan." ucap Dika.


"Sarapan? Bukan nya setiap hari bapak makan sarapan dari Rida?" tanya Putri.


"Sebelum saya berangkat bekerja, saya harus sarapan terlebih dahulu. Itu sudah menjadi kebiasaan saya." ucap Dika.


"Oohh begitu yah Pak." ucap Putri. "Kamu duduk lah." ucap Dika sambil membuat makanan di atas meja.


"Saya juga di Masakin Pak?" tanya Putri.


"Saya masak lumayan banyak." ucap Dika.. Putri sangat senang sekali, kapan lagi dia di masakin sarapan oleh guru nya sendiri, ganteng lagi.


"Bapak mencari Anisa yah?" tanya Putri karena Dika Terus melihat ke atas.


"Dia baru saja bangun, mungkin sekarang sudah selesai dan berdandan sedikit." ucap Putri. "Oohh.. kalau begitu kamu Makan lah." ucap Dika.


"Humm masakan bapak enak sekali. Ini seperti masakan di restoran mewah." ucap Putri.


"Kamu berlebihan sekali, kamu coba sup ini." ucap Dika.. Putri mencoba nya dia sangat suka sekali sehingga tidak berhenti memuji masakan Dika.


"Ekhem-Ekhem..." Anisa baru saja turun.


"Kamu akhirnya selesai juga, ayo sarapan sama-sama." ucap Putri.


"Aku sarapan di kantin saja." ucap Anisa.


"Loh kenapa? Ini sudah di masakin sama pak Dika." ucap Putri.


"Aku tunggu kamu di mobil." ucap Anisa.


Putri terdiam sejenak. "Aneh banget sih." ucap Putri.


"Sudah jangan perduli kan dia, kamu makan saja dan habis kan." ucap Dika. Putri Menganguk.

__ADS_1


Setelah itu mereka berangkat ke sekolah. Tampa mengatakan apapun Anisa mengeluarkan mobil dan pergi bersama Putri.


Dika menghela nafas panjang. Dia menutup pintu rumah, mengunci gerbang baru pergi.


__ADS_2