
"Jangan seperti ini di depan umum!" ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Bibir kamu sangat lembut sekali." ucap Dika. Anisa menatap kesal kepada Dika.
"Kalau bapak mesum seperti ini kenapa bapak tidak menikah saja?" ucap Anisa dengan kesal.
"Kalau begitu menikah lah dengan saya." ucap Dika.. Anisa memukul tangan Dika yang memegang tangan nya.
"Pria seperti Bapak tidak bisa di percaya sama sekali." ucap Anisa.
Anisa berjalan terlebih dahulu masuk ke dalam dan langsung di ikuti oleh Dika.
"Selamat siang Pak." Dika di sambut dengan sangat ramah oleh orang-orang yang bekerja di gedung mewah itu.
Anisa yang melihat Dika di perlakukan sangat baik membuat nya bingung.
Namun ia hanya bisa diam mengikuti Dika masuk ke dalam.
"Kamu duduk lah sebentar di sini, saya akan ke toilet sebentar." ucap Dika. Anisa menganguk.
Anisa duduk di lobby sebentar.
Tidak beberapa lama Ada Pria masuk ke lobby.
"Hayyy .." Sapa Pria yang mungkin lebih tua dari Dika. Anisa hanya sendirian. Anisa menoleh ke arah Pria itu.
"Iyahh..." Jawab Anisa.
"Pacar Dika kan?" ucap pria itu kepada Anisa.
"Toni... Akhirnya kamu datang juga." ucap Dika yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Mereka saling sapa satu sama lain.
"Oh iya kenalin ini Anisa." ucap Dika.
Anisa tersenyum kepada Toni teman Dika.
"Aku sudah tau." ucap Toni. Anisa heran kenapa Toni bisa tau.
"Pacar baru Bapak yah?" ucap sekretaris Toni. "Bukan/ Iyah." jawab Dika dengan Anisa. Toni dan sekretaris nya bingung.
"Lagi pdkt, jadi malu-malu." ucap Dika. Toni dan sekretaris nya Tersenyum.
"Kamu pintar banget cari pasangan, yang muda, cantik, dan juga sangat manis." ucap Toni..Dika tersenyum.. Anisa hanya diam.
"Ya sudah kalau begitu ayo masuk ke dalam." ucap Toni.
"Kamu mau masuk atau menunggu di luar?" tanya Dika.
"Saya akan menemani Anisa di luar Pak." ucap Sekertaris Toni.
"Aku tidak apa-apa sendiri di luar." ucap Anisa. Akhirnya dia tinggal sendirian di lobby.
__ADS_1
Sudah dua jam dia menunggu namun Dika dengan Toni tak kunjung keluar.
"Ngapain sih mereka di dalam? Kalau hanya berbicara biasa kenapa harus sangat lama sekali?" ucap Anisa.
"Ah sudahlah aku ngapain nungguin pak Dika di sini seperti orang bodoh? Lebih baik aku pergi saja." ucap Anisa.
Anisa meninggalkan Dika.
"Enak saja dia mengatakan kalau Aku adalah kekasih nya, membuat malu saja!" ucap Anisa merutuki Dika sampai ke luar gedung itu.
"Permisi mbak Anisa. Mbak mau kemana?" tanya Staf di luar.
"Saya.. Saya mau pulang. Menunggu Pak Dika membuat saya Bosan." ucap Anisa.
"Sebentar lagi pak Dika akan keluar." ucap perempuan itu.
"Saya ada urusan mendadak, saya permisi." ucap Anisa. Dia mencari Taksi dan segera pulang.
"Kenapa semua orang tau aku? apa yang sudah di katakan oleh pak Dika? Menyebalkan sekali! awas saja!" ucap Anisa.
"Senang bisa berbicara dengan kamu, dan bertemu seperti ini adalah momen yang langka." ucap Toni kepada Dika.
"Saya akan meluangkan waktu untuk beberapa hari kedelapan nya." ucap Dika.
Toni tersenyum. Mereka mengambil foto bersama dan setelah itu keluar.
"Loh Anisa kemana? Kok dia tidak ada di sini?" ucap sekretaris Toni.
"Baiklah kalau begitu kami pulang duluan yah." ucap Toni. Dika menganguk. Setelah mereka pergi Dika menelpon nomor Anisa.
"Halo! kamu di mana?" tanya Dika kepada Anisa setelah panggilan telpon di jawab.
"Aku sudah di rumah." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang tampa banyak tanya dia langsung mematikan Ponsel dan memilih untuk pulang.
Dika melihat motor nya. Menghela nafas panjang dan segera pergi dari sana.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Anisa.
"Kenapa kamu meninggalkan saya sendirian? saya sudah bilang agar kamu menunggu saya di luar." ucap Dika marah.
Anisa yang sedang bermain game tidak memperdulikan Dika.
"Kamu mendengar saya tidak?" ucap Dika dengan kesal sambil mencabut handset dari telinga Anisa.
"Ada apa sih pak?" ucap Anisa kesal mematikan ponsel nya.
"Kenapa kamu pergi tidak mengatakan apapun kepada saya?" ucap Dika.
Anisa menatap Dika.
"Justru aku yang harus marah kepada bapak. Kenapa bapak yang marah-marah tidak jelas?" ucap Anisa.
"Saya tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat kamu marah." ucap Dika.
__ADS_1
"Lalu kenapa Bapak mengakuinya kalau aku adalah kekasih bapak pada teman Bapak?" ucap Anisa.
Dika terdiam sejenak. "Aku tidak mau menjadi kekasih bapak!" ucap Anisa.
"Terserah kamu mengatakan apa, saya bisa memastikan kalau sebentar lagi kamu akan menjadi kekasih saya." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Sampai kapan pun tidak akan mungkin bisa." ucap Anisa.
"Saya akan membuktikan kamu jatuh cinta kepada saya." ucap Dika mendekati wajah Anisa.
Anisa menjauh sampai dia tertidur di sofa..Dika sudah berada di atas Anisa. "Tidak ada satu orang pun yang bisa menolak saya termasuk kamu." ucap Dika.
Anisa menatap Dika. "Bapak sangat percaya diri sekali. Kita lihat saja" ucap Anisa.
Dika mendekati bibir Anisa.. Anisa gugup dia menutup mata nya. Dika sudah sangat dekat dengan bibir Anisa.
"Tin!! Tin!!" Klakson mobil membuat Anisa membuka mata nya.. Namun tiba-tiba "Cup" Dika mencium kening Anisa.
Anisa kaget. Dika tersenyum dia langsung berdiri dan membuka pintu.
Anisa duduk dengan benar sambil memegang Dahi nya.
"Gak! Gak mungkin Anisa! Kamu tidak boleh salting." ucap Anisa sambil menyentuh Dada nya.. Jantung nya berdetak begitu cepat sekali.
"Permisi... Pak Dika apa kabar??" ucap Bu Lala menyalim tangan Dika. "Baik-baik saja Bu." ucap Dika.
"Terimakasih sudah mau menunggu saya. Maaf sudah merepotkan." ucap Bu Lala.
Dika Melihat Pria yang baru saja turun dari mobil. Pria yang sebaya dengan Bu Lala.
"Oh iya ini kenalin tunangan Ibu " ucap Bu Lala. Dika terkejut karena Bu Lala beneran tunangan.
"Kenalin nama saya Zaki." ucap pria itu kepada Dika. "Saya Dika guru les nya Anisa." ucap Dika.
"Masih sangat muda yah" ucap Zaki.
Dika tersenyum. "Pak Dika adalah orang kepercayaan ku untuk menjaga Anisa." ucap Bu Lala.
"Oh iya Anisa nya mana? Saya sudah tidak sabar mau melihat dia yang asli, pasti sangat cantik sama seperti Mamah nya." ucap Pak Zaki.
"Ada di dalam." ucap Dika. Bu Lala membawa Pak Zaki masuk ke dalam.
"Loh kemana dia? Tadi ada di sini." ucap Dika.
Tidak beberapa lama Anisa keluar dari dapur. Dia melihat Mamah nya dan pria lain.
"Anisa.." ucap Bu Lala mau memeluk Anisa namun Anisa tidak mau, dia langsung menghindar.
"Kamu kenapa nak?" ucap Bu Lala..Anisa menggeleng kan kepala nya.
"
__ADS_1