
"Pak Dika sengaja meninggalkan di ruang tamu agar di cuci oleh ku. Aku membawa ke sini karena mau mencucinya." ucap Anisa.
"Oohhh begitu.. Pak Dika juga mandi di sini yah?" ucap Putri melihat handuk.
"Kamar mandi di bawah tidak berfungsi." ucap Anisa dengan sangat gugup. Putri senyum-senyum.
"Hummm... Iyah deh Iyah aku percaya." ucap Putri.
"Huff baiklah aku jujur. Pak Dika beberapa kali menginap di sini, dan tidur di sini juga karena aku sakit dia tidak bisa meninggal kan aku." ucap Anisa.
Putri memasang wajah aneh.
"Kenapa?" tanya Anisa. "Kamu dengan pak Dika ada hubungan apa? Kenapa pak Dika sangat perhatian kepada kamu?" tanya Putri.
"Kami tidak memiliki hubungan apapun, berapa kali aku harus mengatakan kalau kami tidak memiliki hubungan apapun." ucap Anisa.
"Apa kamu yakin? Tidak mungkin pak Dika sangat perhatian kepada kamu, kalau kalian tidak ada hubungan apa-apa." ucap Putri.
Anisa menghela nafas panjang. "Terserah deh mau percaya atau tidak. Dia perduli kepada ku karena orang tua ku meminta doa mengurus ku, asal kamu tau juga dia perhatian karena aku adalah muridnya." ucap Anisa.
"Jadi selama ini kamu dengan pak Dika sudah ngapain saja?" tanya Putri.
"Maksud kamu apa bertanya seperti itu?" tanya Anisa Kesal.
"Jujur saja." ucap Putri. "kamu memang sahabat ku dan teman baik ku, Tapi tidak semua nya harus kamu tau." ucap Anisa.
"Kamu tinggal jawab aja susah banget sih, padahal bilang doang." ucap Putri.
"Sejak kapan sih kamu jadi Kepo dan posesif seperti ini?" tanya Anisa.
"Mulai hari ini, aku ingin tau apa saja yang Terjadi pada sahabat ku, karena aku melihat kamu aneh." ucap Putri.
"Huff terserah kamu saja deh mau membicarakan apa." ucap Anisa.
"Yakin kamu gak mau jujur sama aku?" tanya Putri. "Aku dengan pak Dika tidak melakukan apapun, kamu yang berfikir yang aneh-aneh." ucap Anisa.
"Baiklah-baiklah kalau kamu tidak mau jujur, aku mengerti kok." ucap Putri.. Anisa menghela nafas panjang.
"Ciuman pertama ku sudah di ambil oleh pak Dika." ucap Tania.
Putri sangat terkejut dia langsung menatap Anisa.
"Kamu serius? Kamu gak mengarang kan?" tanya Putri.
"Kamu diam saja, jangan beritahu Siapa pun. Pak Dika menghukum ku dengan cara seperti itu." ucap Anisa.
__ADS_1
"Ma-maksud kamu?" tanya Putri.
"Itu Artinya kamu ciuman dengan pak Dika tidak hanya sekali?" tanya Putri.
Anisa menganguk.
"Aku mohon jangan beritahu Siapa pun, sejujurnya aku mau cerita kepada kamu agar aku lega, Namun aku malu." ucap Anisa.
"Dan Pak Dika meminta kamu menjadi pacar nya?" tanya Putri.. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tau Pria seperti pak dika hanya bisa mempermainkan perempuan. Dia sudah memiliki dua kekasih." ucap Anisa.
"Tidak mungkin pak Dika seperti itu." ucap Putri.
"Kamu sekarang belum tau, setelah tau kamu akan membencinya." ucap Anisa.
"Tapi aku rasa kamu sekarang bukan membenci nya, tapi sudah, menyukai dia." ucap Putri.
"Tidak mungkin! Aku tidak menyukai pak Dika, itu tidak akan mungkin." ucap Anisa.
"Kalau kamu tidak menyukai Pak Dika mana mungkin kamu cemburu kepada nya sampai Marahan seperti ini.. Kalau kamu membenci pak Dika pasti kamu tidak akan mau belajar atau pun bertemu dengan dia lagi." ucap Putri.
Anisa langsung terdiam. "Aku yakin kamu pasti sudah menyukai pak Dika bukan?" ucap Putri. Anisa menggeleng kan kepala.
"Tidak!" ucap Anisa.
"Aku tidak mau membahas itu lagi, aku mau mandi abis tu makan." ucap Anisa. "Humm melarikan pembicaraan." ucap Putri. Anisa tidak perduli lagi dengan kata-kata Putri.
Putri tersenyum. "Aku ingin membuat kamu terbuka tampa ada rasa malu kepada ku Anisa, aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman berteman dengan ku." ucap Putri.
Setelah selesai mandi mereka berdua turun ke bawah.
"Kita mencari makanan keluar yok." ajak Anisa.
Putri menggeleng kan kepala nya.
"Aku melihat di dapur lengkap dengan bahan masakan, sebaik nya kita masak saja." ucap Putri.
"Tapi aku sudah sangat lapar." ucap Anisa.
"Kita masak saja untuk menghemat uang." ucap Putri..
"Aku akan membayar makanan kamu, aku memiliki uang kok, kamu tidak perlu khawatir." ucap Anisa.
"Bukan masalah itu, tapi selain disiplin kamu juga harus belajar menghemat." ucap Putri.
__ADS_1
"Kita bisa membeli makanan yang lebih murah, bukan hanya masak saja menghemat." ucap Anisa.. Karena kasian Anisa sudah sangat lapar akhirnya mereka keluar.
Mereka memakai mobil Candra keluar mencari makanan.
"Loh kok kita ke sini? Kamu janji akan membeli makanan yang murah." ucap Putri.
"Ini tempat yang paling dekat ini juga sangat enak, kamu harus mencoba nya." ucap Anisa.. Putri sudah sampai di sana, dia tidak bisa melarang Anisa akhirnya mereka Makan di sana.
"Kamu jangan menatap ku seperti itu." ucap Anisa.
"Aku Kesal sama kamu, giliran pak Dika kamu selalu menuruti nya, sementara aku semua nya kamu bantah." ucap Putri.
Anisa tersenyum.
"Kalau aku melawan dan membantah, dia akan menghukum ku!" ucap Anisa.
"Bukan nya ciuman dengan orang tampan itu candu? Kelihatan nya juga pak Dika sangat tertarik kepada kamu." ucap Putri.
"Kamu bisa berhenti membahas tentang itu tidak, aku ingin hidup tenang tampa memikirkan dia." ucap Anisa.
"Humm seandainya saja kamu tidak cemburu karena Rida mendekati pak Dika, aku yakin kamu sekarang Makan berdua dan belajar berdua." ucap Putri.
Anisa hanya diam. "Benar kan kamu cemburu kepada Pak Dika." ucap Putri.
"Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu, ngapain juga aku cemburu kepada pak Dika yang sangat galak dan kejam."' ucap Anisa.
"Kamu yakin?" ucap Putri.. Anisa menghela nafas panjang.
"Kamu Bisa berhenti membahas itu tidak?" ucap Tania.
"Baiklah...." ucap Putri langsung.. Mereka melanjutkan makan.
Cukup lama mereka di luar akhirnya mereka pulang karena Anisa sudah tau pak Dika pasti sudah ada di rumah nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.
"Loh kok ada pak Dika?" tanya Putri Heran melihat Dika Duduk di teras rumah menunggu Anisa.
"Dia masih menjadi guru les ku, jadi wajar aja kalau dia datang." ucap Anisa.
"Kok kamu gak bilang sih? Kalau aku tau pak Dika datang aku akan memakai pakaian yang lebih sopan." ucap Putri karena mereka berdua kalau sudah bersama selalu berpakaian yang sedikit terbuka dan ketat.
"Sudah terlanjur, ayo turun." ucap Anisa.. mereka keluar dari dalam mobil.
"Pak Dika sudah lama menunggu yah?" tanya Putri basa-basi. Pak Dika menggeleng kan kepala.
__ADS_1
"Kalian dari mana?" tanya Dika.