Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 11


__ADS_3

Dika menoleh ke arah Anisa.


"Kenapa kamu belum makan?"tanya Dika.


"Siapa yang gak Makan? aku sudah makan, perut ku memang suka bunyi seperti ini." ucap Anisa namun tiba-tiba bunyi lagi membuat Anisa kesal.


"Hufff nih perut ngapain bunyi segala sih?"batin Anisa.


"sebaiknya kamu Makan dulu." Ucap Dika.


Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Saya sudah makan." ucap Anisa.


Dika Menghela nafas panjang. "Saya tidak bisa merawat kamu kalau kamu sakit." ucap Dika beranjak dari tempat tidur nya.


"Tuan mau kemana?" ucap Anisa. Dia heran mau kemana Dika sementara dia masih sakit.


Anisa mengikuti nya ke dapur.


Tidak beberapa lama Dika datang membawa kan Telor dadar untuk Anisa.


"Makan!" ucap Dika.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau makan, aku tidak lapar, aku juga tidak ingin memakan Telor dadar seperti ini, aku yakin bapak pasti memasukkan sesuatu ke dalam nya." ucap Anisa.


"Terserah mau di Makan atau tidak." ucap Dika mengambil minum putih dan obat nya. Anisa hanya bisa memandangi makanan dan juga Dika.


"Aku sangat lapar." batin Anisa. Tidak ada pilihan lain dia harus memakan Telor itu. Dika melihat Anisa makan dengan lahap.


"Kenapa bapak melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah?" ucap Anisa dengan Judes.


"Perempuan selalu berpura-pura tidak mau, jual mahal padahal aslinya dia hanya malu dan gengsi saja." ucap Anisa.


"Apaan sih." ucap Anisa. Setelah selesai makan dia mengelus perut nya dan bersendawa karena kekenyangan.


"Masakan bapak lumayan enak." ucap Anisa. Dika hanya tersenyum. "Anisa melihat makanan di atas meja sudah habis.


"Apa bapak sudah makan?" tanya Anisa baru ingat. "Saya tidak berselera untuk makan." jawab Dika.


"Kalau bapak tidak makan, bapak akan lama sakit, lalu bagaimana kalau sakit semakin lama, saya akan di sini bersama bapak cukup lama." ucap Anisa.


"Tidak-tidak!!!! ini tidak bisa dibiarkan. Bapak harus sembuh." ucap Anisa langsung ke dapur mencari makanan yang bisa di Masak.


Banyak yang akan di masak namun Anisa sama sekali tidak bisa memasak karena tidak pernah memegang alat-alat dapur.

__ADS_1


Dia melihat mie instan yang ada di balik kotak makanan akhirnya dia memasak itu.


Tidak beberapa lama dia kembali membawa makanan yang dia Masak untuk Dika.


"Waktunya makan." ucap Anisa sambil meletakkan makanan di depan Dika. "Kenapa bawang-bawang nya gosong seperti ini?"' tanya Pak Dika


"Tadi saya telat memasuk kan Air nya pak, bapak Makan saja, Ini rasanya sangat enak sekali m" ucap Anisa. Pak Dika tidak bisa mengelak walaupun dia tidak berselera mau Makan.


Anisa memaksa untuk Makan namun hanya dua sendok Dika sudah mau muntah. Anisa benar-benar membuat kacau karena panik Dika mau muntah.


"Aaaaaa..." Tiba-tiba Air tumpah ke badan Dika.


Dika kaget namun tidak mengatakan apapun.


"Maaf-maaf Pak, saya tidak sengaja." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang melihat Anisa.


"Sebaiknya kamu Diam saja." ucap Angga mengawas kan tangan Anisa yang hendak membersihkan badan nya.


"Maafin saya Pak." ucap Anisa. Dika membuka baju nya yang sudah basah, Anisa kaget melihat bentuk badan Guru nya itu yang sangat atletis.


"Kamu rapikan semua ini." ucap Dika.


Dika meninggal kan Anisa dan masuk ke kamar.


Anisa menelpon Mamah nya.


"Halo Anisa ada apa nak? Mamah lagi di luar." ucap Mamah nya.


"Mamah aku mau nanya biasa nya minum untuk orang sakit dan juga Makan nya apa yah?" tanya Anisa.


"Oohh... Kasih makan bubur, teh hangat, dan juga Air hangat. Kalau badan nya panas nya bisa langsung di kompres." ucap Mamah nya.


"Oohh begitu yah mah, ya udah kalau begitu terimakasih mah." ucap Anisa.


"Emang nya siapa yang sakit nak?" tanya Mamah nya. Namun panggilan telepon sudah langsung mati.


"Huff nih anak benar-benar yah." ucap Mamah nya.


Anisa datang ke kamar Dika membawa teh hangat dan juga Air hangat karena bingung memberikan yang mana Dulu.


Namun melihat Dika tidur di kasur tidak mengenakan pakaian membuat nya terdiam sejenak.


"Sebaiknya aku tidak membangun kan nya, agar aku bisa tenang." batin Anisa.

__ADS_1


"Aaaa!!! Aaarr!! Dika tiba-tiba merengek. "Ada apa Pak?" tanya Anisa. "Dingin.... Dingin..." ucap Dika. Anisa mengambil baju kaos yang mau di pakai oleh Dika. Namun dia mencium aroma baju Dika yang begitu wangi.


"Wangi sekali baju ini. Wanginya khas sekali." batin Anisa.


"Bapak pakai ini dulu." ucap Anisa membangun kan Dika dan membantu nya untuk duduk.


Dika menatap wajah Anisa. "Badan Bapak cukup Hangat." ucap Anisa. Dika hanya Diam. Setelah itu Anisa memberikan minum kepada nya.


Badan saya sangat sakit." ucap Dika. "Apa yang harus aku lakukan?" ucap Anisa. Dika memberikan minyak urut kepada Anisa.


"Saya tidak bisa mengurut Pak." ucap Anisa. "Kamu oleskan saja ke badan saya." ucap Dika, Anisa menghela nafas panjang.


"Nih bapak-bapak seperti nya sengaja." batin Anisa.


Dika di sentuh dengan tangan Anisa yang begitu lembut membuat nya sedikit terkejut.


"Tangan kamu begitu halus, seperti nya kamu tidak pernah bekerja berat-berat." ucap Dika. Anisa diam.


"Kamu hanya bisa meminta saja kepada orang tua Wajar saja." ucap Dika.


Tiba-tiba Anisa memukul badan Dika.


"Bapak bisa diam gak sebentar saja? Sudah sakit masih saja mengesalkan." ucap Anisa. Dika tertawa dia berbaring dan menatap Anisa.


"Saya mau kamu tidur dengan saya di sini." ucap Dika. "Bapak jangan macem-macem yah pak, saya akan melaporkan bapak kepada pihak sekolah." ucap Anisa.


"Saya ingin di temanin tidur." ucap Dika. Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Jangan aneh-aneh yah Pak!" ucap Anisa.


Dika tersenyum. "Saya hanya bercanda kamu keluar dari kamar saya, saya mau istirahat." ucap Dika. Anisa keluar dari kamar itu.


"Dasar guru yang mesum , coba saja kalau tidak sakit aku sudah pergi. Ogah banget satu atap sama dia." ucap Anisa. Namun dia mendengar suara Rengekan lagi.


"Bodo amat! Dasar cengeng banget, sakit demam saja lebay nya minta ampun." ucap Anisa..


"Mamah...." Dika semakin merengek memanggil orang tua nya. Anisa masuk.


Ternyata Dika mengigau, badan nya semakin panas namun saat duduk di pinggir kasur Dika menarik tangan Anisa.


Anisa kaget namun Dika langsung memeluk nya.


Setelah memeluk Anisa dia langsung diam. Anisa jadi tegang, dia gugup sekali karena pelukan Dika yang begitu erat.


Dia tidak bisa bangun karena takut Dika terbangun. Dia akhirnya memilih untuk tidur saja menunggu Dika benar-benar sampai nyenyak sekali.

__ADS_1


"Badan nya cukup panas." ucap Anisa memegang tangan Dika yang di perut nya.


__ADS_2