
Ini adalah pertama kalinya dia tidak terbiasa.. Namun dia sangat nyaman ketika bersama Arya.
Arya berusaha membuat Putri nyaman, tidak canggung walaupun sebenarnya Arya juga sangat gugup dan tidak terbiasa berpacaran.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran yang sudah di pesan oleh Arya sebelum nya.
Restoran di pinggir pantai yang sangat cantik. Suasana yang sangat romantis dan juga enak tidak terlalu ramai sehingga tempat yang nyaman untuk berpacaran.
"Kamu suka tempat ini." tanya Arya. Putri mengangguk.
"Tempat ini akan sangat indah Kalau datang bersama kamu." ucap Putri.
Arya menoleh ke arah Putri.
"Kamu sudah pintar yah menggoda ku." ucap Arya, Putri tersenyum.
"Kalau begitu ayo masuk ke dalam." ucap Arya. Putri mengangguk.
Arya membuka kan pintu mobil dan membantu Putri keluar karena dia menggunakan sepatu tinggi agar sesuai dengan dress nya.
Makan malam mereka kali Ini bersama sangat lah menyenangkan. Dia membuat Putri sangat bahagia malam ini, Arya sangat humoris jadi Putri sama sekali tidak canggung jadi nya.
Tidak beberapa lama akhirnya makan malam mereka bersama selesai.
"Aku sangat bahagia sekali hari ini, semoga saja Arya adalah pilihan terbaik ku, aku tidak akan pernah lagi menyia-nyiakan dia." ucap Putri.
"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu melihat saya seperti itu?" tanya Arya.
Putri tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada kok." ucap Putri.
"Apa kamu melihat ketampanan ku?" tanya Arya.
"untuk saat ini kamu masih ragu kepada ku, tapi suatu saat nanti saya akan memberi tau kamu kalau saya benar-benar sangat tulus kepada kamu." ucap Arya.
Putri tersenyum. "Sekarang aku juga sudah percaya kok sama kamu." ucap Putri.
Dinner pertama Putri dengan Arya berhasil, mereka benar-benar sangat menikmati waktu berdua bersama.
Mereka sudah saling mengungkapkan isi hati nya masing-masing.
Dua hari kemudian...
Anisa libur di hari Minggu dia duduk sendiri di pinggir kolam yang ada di rumah nya.
"Huff sangat sepi sekali Tampa ada kak Dika di sini." ucap Anisa.
"Kak Dika kemana sih? aku tidak tau apa yang terjadi kepada nya sehingga dia seperti ini." ucap Anisa.
__ADS_1
Tiba-tiba dia teringat Boni.
"Apa jangan-jangan sekarang kak Dika sudah jadi di jodohkan kepada Perempuan yang di maksud oleh orang tua nya itu?" ucap Anisa.
"Aku sebaiknya menemui Boni terlebih dahulu." ucap Anisa.
Dia juga sudah rindu kepada Boni. Anisa segera siap-siap berangkat ke rumah mamah nya Boni.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah Mamah nya Boni.
"Permisi mbak, mau bertemu dengan Bu Lita?" tanya Security nya.
"Iyah Pak, apa di dalam ada mbak Lita nya?" tanya Anisa.
"Ada mbak silahkan masuk ke dalam." ucap security. Anisa masuk memarkir kan mobil nya.
"Eh tunggu dulu, bukan nya ini mobil kak Dika?" ucap Anisa kaget.
"Iyah ini adalah mobil nya, kenapa bisa di sini?" ucap Anisa. Dia turun dari mobil dan melihat ke dalam.
Dia sangat terkejut melihat Dika, Lita dan Boni sedang bermain bersama.
Mereka main kejar-kejaran sehingga Lita memegang pinggang Dika bersembunyi dari Boni.
Anisa seperti mimpi melihat itu. Namun dia berusaha untuk Sadar kalau yang dia khawatir kan selama ini sudah terjadi.
Apa yang dia takut kan sudah terjadi. Sekarang Dika kembali ke mantan istri nya.
Tidak sengaja Dika berdiri dia melihat Anisa di depan pintu. Lita melihat Dika terdiam dia juga melihat ke arah mana Dika melihat.
Dia langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Dika.
"Anisa." ucap Dika langsung mengejar Anisa karena dia sudah langsung pergi.
"Anisa.. Anisa..." panggil Dika mengejar Anisa ke dalam mobil namun semua nya sia-sia, dia sudah pergi meninggalkan rumah mantan istri nya itu.
Sambil menangis Anisa menyetir mobil.
"Kak Dika... Kenapa kakak sangat jahat kepada ku? kenapa kakak sangat tega melakukan ini kepada ku?" ucap Anisa menangis tanpa henti.
Dika sudah sangat pusing dia bingung harus melakukan apa. Lita keluar.
"Mana Anisa? apa kamu tidak menahan dia?" tanya Lita.
"Tidak bisa, dia sudah terlanjur pergi." ucap Lita.
"Dia pasti sudah salah paham." ucap Lita.
"Wajar saja jika dia salah paham, kamu sama sekali tidak mengerti." ucap Dika langsung masuk ke dalam.
__ADS_1
"Tante Anisa kemana Pah?" tanya Boni.
"Sudah pergi." jawab Dika dan langsung masuk ke kamar nya.
Sementara di tempat lain Anisa tidak bisa konsentrasi bawa mobil sehingga mobil nya melawan jalur dan di tabrak oleh bus yang sangat besar.
Dika yang baru saja masuk ke kamar tiba-tiba teringat Anisa. Dia mengambil kunci mobil dan langsung keluar.
"Kamu mau kemana?" tanya Lita.
"Aku mohon jangan Tahan aku kali ini Lita, aku ingin menjelaskan semua nya kepada Anisa, aku sudah muak dengan kamu." ucap Dika.
"Kenapa kamu sangat jahat? Aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak ingin kamu pergi." ucap Lita.
"Lepas kan aku!" ucap Dika menghempaskan tangan Lita dan langsung pergi.
Baru beberapa kilometer jalanan sudah sangat macet.
"Huff kenapa harus macet sih? Ada apa?" ucap Alan. Dari jauh dia melihat mobil terbalik warna putih.
"Kenapa mirip mobil Anisa? Tapi tidak mungkin lah. Anisa selalu berhati-hati walaupun dalam keadaan kacau." ucap Dika.
Namun setelah memastikan nomor plat nya.
Dika kaget, dia langsung keluar dari dalam mobil nya, dia meninggal kan mobil nya dalam keadaan hidup dan pintu terbuka.
Dia berlari, mendorong semua orang yang menutupi jalanan. Dia melihat Mobil Anisa.
"Mohon maaf pak tempat ini sudah di garis polisi." ucap Polisi.
"Korban nya mana? Perempuan yang di dalam mobil itu di mana? Kemana Dia?" tanya Dika.
"Bagaimana dengan korban nya?" tanya Dika. dia semakin syok melihat darah di dekat mobil Anisa.
"Bapak tenang dulu, korban semua nya sudah di bawa ke rumah sakit, semua nya dalam keadaan parah." ucap Polisi.
"Rumah sakit mana?" tanya Dika.
"Tenang dulu Pak." ucap polisi.
"Bagaimana bisa saya tenang? Perempuan itu adalah calon istri saya!" ucap Dika.
Polisi langsung memberikan alamat rumah sakit terdekat itu.
Dika sudah sangat panik dia berlari ke rumah sakit itu karena tidak jauh.
"Anisa kamu pasti selamat. Ini semua salah saya, Anisa..." Dia tidak berhenti menangis mengingat semua nya mengatakan kalau korban luka parah.
Bahkan Mobil besar itu juga Terluka parah.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya sampai Dika langsung menanyakan di mana Anisa.
Dokter baru memeriksa sehingga keluarga ataupun siapapun itu tidak Akan bisa melihat ke dalam.