
"Kalau aku memiliki waktu luang Bu," udah Dika.
"kamu selalu mengatakan seperti itu.. Sudah satu tahun kamu tidak pulang." Ucap ibu nya.
"Aku pasti pulang kalau ada waktu yang tepat." Ucap Dika.
Keesokan harinya...
"Selamat pagi pak..." Sapa Rida yang melihat Pak Dika baru saja datang dia langsung menghampiri nya ke parkiran motor.
"Pagi juga. kenapa kamu bisa di sini?" Tanya Pak Dika kepada Rida karena dari sana sangat jauh kelas mereka.
"Saya dari tadi menunggu bapak di sini mau memberikan sarapan ini. Pasti Bapak belum sarapan kan?" Ucap Rida.
"Terimakasih tapi sebelum nya saya sudah sarapan dari rumah." Ucap Pak Dika. "kalau begitu Ambil saja ini untuk makan siang Bapak. Saya memasaknya sendiri." Ucap Rida.
Dika mengambil nya. "Terimakasih banyak. Kalau begitu sebaiknya kamu masuk ke kelas." Ucap pak Dika. "Iyah pak, saya permisi." Ucap Rida sambil senyum-senyum.
Pak Dika tersenyum. "Murid-murid di sini sangat baik kecuali Anisa." Ucap pak Dika.
Waktu nya masuk kelas pelajaran pertama. "selamat pagi semua nya." Sapa Dika. semua nya menjawab dengan bersama an.
"Kita baca absen dulu." Ucap Dika.
"Permisi Pak.." tiba-tiba Anisa baru datang. "tunggu dulu!" pak Dika menahan Anisa yang mau duduk.
Anisa berdiri di depan pak Dika.
"kenapa kamu telat di hari Senin?" Ucap Pak Dika. Anisa diam.
"Anisa tidak pernah datang tepat waktu Pak, dia juga tidak mau ikut upacara. itu sebabnya dia tidak datang cepat." Ucap Rida.
"Kamu Diam saja!" Ucap Anisa.
"Kamu yang diam!" Ucap pak Dika sampai membuat Anisa terkejut semua nya langsung diam.
"Kamu mengerti peraturan tidak? kalau kamu tidak mau menaati peraturan jangan sekolah di sini! Sekolah ini bukan milik orang tua kamu." Ucap pak Dika.
"Saya sudah melihat kelakuan, sifat dan penilaian guru dan teman-teman kamu, benar-benar sangat buruk sekali!" Ucap pak Dika.
"Sekarang saya tanya apa mau kamu? Saya tidak ingin memiliki murid yang seperti kamu ini. Ke sekolah selalu telat, tidakau belajar. dan juga meminta orang lain mengerjakan tugas mu!" Ucap pak Dika.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam? Saya bertanya apa mau kamu? kalau seperti ini kamu hanya menghabiskan uang dan waktu mu untuk hal yang tidak berguna. kasihan orang tua mu!" Ucap pak Dika.
Anisa diam. "Kalau kamu tidak ingin belajar tidak perlu datang ke sekolah. Saya ingin membicarakan ini kepada orang tua kamu!" Ucap Dika.
Anisa tetap diam. "kenapa kamu hanya diam? Tadi kamu datang seperti wajah tidak bersalah, membentak teman mu di depan guru. Sekarang kamu diam." Ucap Pak Dika.
Pak Dika mengangkat kepala Anisa. Ternyata Anisa menangis.
"Saya pikir murid seperti kamu tidak akan menangis karena sangat keras kepala." Ucap Pak Dika.
"Kalau kamu Masih ingin mengikuti pelajaran Duduk di bangku kamu, kalau tidak silahkan keluar. karena saya tidak pernah memaksa murid untuk belajar dengan saya." Ucap Pak Dika.
Namun Putri langsung membawa Anisa ke bangku. Pelajaran di mulai.
Selama pelajaran Anisa hanya diam, bahkan saat jam istirahat dia memilih untuk di kelas tidur sampai waktu nya pulang dia tidak akan berbicara.
"Pak Dika saya boleh berbicara?" Tanya Bu Lilis.
"Iyah Bu." Jawab Pak Dika.
"Bukan maksud saya untuk apa-apa pak, hanya saja saya ingin bertanya kenapa Bapak memarahi Anisa?" Tanya Bu Lilis.
"Tapi Pak.. Anisa bukan seperti anak pada umumnya. Dia berbeda." Ucap Bu Lilis.
"maksud nya bagaimana Bu?" Tanya Pak Dika.
"Dia akan bersedih ketika dia di marahi, cukup waktu lama agar dia seperti biasa." Ucap Bu Lilis.
Pak Dika Menghela nafas panjang. "Justru itu yang akan membuat dia sadar dan akan belajar sungguh-sungguh." Ucap Pak Dika.
"Bagaimana yah cara menjelaskan nya Pak. Intinya Anisa tidak bisa di kasarin Pak." Ucap Bu Lilis.
"Kurang lembut apa lagi selama ini ibu kepada dia? Apa dia pernah berubah?" Ucap Pak Dika.
Bu Lilis menghela nafas panjang. "Saya hanya mengatakan itu sekali saja Bu, ibu tidak perlu khawatir.. Kalau nanti dia tidak mau mendengar kan itu artinya saya tidak berhasil." Ucap Pak Dika.
"Tapi saya ingin bapak mengangap Anisa hanya menumpang belajar." Ucap Bu Lilis.
Pak Dika terdiam sejenak.
"Baiklah Bu, ibu tidak perlu khawatir. nanti saya akan melihat keadaan nya." Ucap pak Dika. Bu Lilis menganguk.
__ADS_1
Pak Dika melihat Anisa masuk ke dalam mobil nya. Dia mendekati nya dan mengetuk kaca mobil.
Anisa melihat Dika dia memasang wajah melas.
"Jangan berkendara dalam pikiran kosong!" Ucap Pak Dika. "Tidak perlu menasehati seperti itu! Aku tau." Ucap Anisa.
Pak Dika tiba-tiba membuka pintu mobil membawa Anisa keluar memasuk nya ke kursi penumpang di samping supir.
"Apa yang Bapak lakukan?" Ucap Anisa kesal.
"Diam saja." Ucap Pak Dika memasang kan sabuk pengaman. namun karena Anisa banyak gerak tidak sengaja dia mencium pipi Pak Dika. kedua nya langsung terdiam mematung.
Anisa mendorong Pak Dika.
Dika masuk ke kursi bagian supir.
"Bapak mau membawa saya kemana?" Tanya Anisa. "Saya akan mengantarkan kamu pulang." Ucap pak Dika.
"Saya bisa pulang sendiri, saya tidak butuh bantuan Bapak." Ucap Anisa. namun Dika tidak perduli.
"Saya tidak bisa membiarkan murid yang sedang merajuk karena di nasehati mengendai mobil dalam keadaan kesal." Ucap Pak Dika.
Anisa memasang wajah kesal. "Kenapa hari ini kamu telat?" Tanya pak Dika.
"Ini tidak di sekolah. Jangan tanyakan itu!" Ucap Anisa.
"Saya tidak perlu tau, kalau besok kamu masih terlambat saya akan menemui orang tua kamu." Ucap Dika.
"Baiklah aku akan datang pagi." Ucap Anisa dengan Nada yang jutek.
Tidak beberapa lama Dika berhenti di sebuah rumah makan. "Saya melihat kamu tidak keluar dari kelas untuk Makan siang, sebaik nya kamu makan dulu agar besok kamu tidak memiliki alasan untuk terlambat." Ucap Dika.
"Aku tidak lapar, aku juga tidak mau Makan di rumah makan seperti ini!" Ucap Anisa.
"kenapa? Apa kamu hanya mau Makan di restoran? Cepat turun!" Ucap pak Dika memaksa Anisa turun dari dalam mobil.
Anisa di paksa. "kalau kamu tidak makan saya tidak akan mengantarkan kamu pulang." Ucap pak Dika.
"saya bisa pulang sendiri, ini adalah mobil saya." Ucap Anisa mau mengambil kunci mobil tapi langsung di ambil oleh Dika.
"Jangan sampai orang tua kamu tau kelakuan kamu di sekolah seperti apa." Ucap Dika.
__ADS_1