Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 156


__ADS_3

"jalanin saja dulu sampai mana, kalau jodoh tidak kemana." ucap Putri. "Hum kamu benar juga sih, Tapi ini tidak berlaku untuk kamu dan Arya." ucap Anisa.


Putri menghela nafas panjang. "Kenapa harus membahas Arya dan aku sih? Apa lagi hubungan nya?" tanya Putri.


"Kamu dengan Arya harus saling jujur kalau memiliki perasaan. Aku bisa melihat kalau Arya menyukai kamu, Aku juga bisa tau kalau sebenarnya kamu gengsi untuk jujur dan dekat dengan Arya kan?" tanya Anisa.


Putri menggeleng kan kepala nya.


"Kamu sok tau banget sih, aku sudah bilang kalau aku dengan Arya hanya teman biasa, tidak lebih dari itu, aku sudah pernah bilang juga kalau aku tidak akan berpacaran dengan teman ku sendiri." ucap Putri.


Mereka membicarakan tentang itu sepanjang perjalanan. Tidak beberapa lama sampai di depan rumah Putri.


"Kamu yakin gak mau ikut aku saja ke rumah nya Arya?". tanya Anisa. Putri menggeleng kan kepala nya.


"Aku keluar dulu yah, makasih sudah mau mengantar kan ku pulang." ucap Putri dan langsung turun dari mobil.


"Hufff kebanyakan gengsi sih." ucap Anisa sambil tersenyum. "Aku akan melihat sampai kapan kamu akan bisa menutupi perasaan kamu yang sebenarnya." ucap Anisa.


Dika di rumah sedang fokus bekerja namun tiba-tiba teringat Anisa yang mau menjenguk Arya. "Ini sudah jam empat, Anisa pasti sudah pulang." ucap Dika.


"Aku tidak akan membiarkan dia pergi sendiri menjenguk Arya, mau bagaimana pun aku tidak akan membiarkan mereka berdua." ucap Dika.


Dia langsung menelpon Anisa.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi telpon dari kekasih nya Dika.


"Halo sayang..." Ucap Anisa. "Kamu di mana? Saya sudah menunggu kamu di rumah dari tadi." ucap Anisa.


"Kenapa kakak menunggu ku? Aku sudah bilang kalau aku akan menjenguk Arya." ucap Anisa.


"Saya akan menemani kamu." ucap Dika.


"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri kok." ucap Anisa. Dika langsung video call.


"Kamu sekarang sudah di mana? Saya akan menyusul." ucap Dika keluar dari rumah.


"Tidak perlu kak, aku bilang tidak perlu." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang sambil menatap wajah Anisa.


"Anisa saya ingin menemani kamu saja, kenapa tidak bisa?" tanya Dika. "Aku tau bukan karena ingin menemani tapi kakak tidak ingin aku bersama Arya kan?" ucap Anisa.

__ADS_1


Dika diam. "Aku sudah sejauh ini dengan kakak. Apa kakak masih belum percaya kepada ku?" ucap Anisa.


Dika hanya diam saja. "Aku bukan melarang kakak ikut, namun aku tidak tau harus menjawab apa nanti kepada kedua orang tua Arya. Mereka pasti sudah mendengar isu tentang kita." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.


"Kakak tunggu aku di rumah saja, secepat nya aku akan kembali ke rumah." ucap Anisa.


"Baiklah kalau begitu." ucap Dika. mereka pun mematikan telepon. "Huff Dika berhenti posesif!" ucap nya kepada diri sendiri.


Setelah selesai menelpon dia masuk ke dalam.


Beberapa kali dia mondar-mandir.


"Semoga saja di Arya itu tidak ganjen dan tidak caper kepada Anisa." ucap Dika. Dia berusaha untuk menenangkan diri nya.


Namun dia tidak bisa fokus bekerja dia berbaring sebentar. Pikiran nya aneh-aneh. Dia berfikir Anisa yang menyuapi Arya makan.


"Aaarrggg!!!! Bisa gila aku seperti ini." ucap nya.


Tidak beberapa lama Anisa sampai di rumah Arya.


"Tante, Om, apa kabar?" tanya Anisa.


Anisa hanya tersenyum.


"Mau menjenguk Arya yah?" tanya mamah Arya.


"Iyah Tante, aku mendengar dia sakit." ucap Anisa.


"Langsung ke kamar nya saja." Anisa masuk ke kamar Arya.


"Anisa..." ucap Arya melihat Anisa datang.. Anisa melihat Arya duduk di depan jendela.


"Kamu sakit kenapa duduk di dekat angin seperti itu?" tanya Anisa.


Arya tersenyum dia duduk di sofa melihat Anisa meletakkan buah di atas meja.


"Kamu datang sendirian saja?" tanya Arya. Anisa mengangguk. "Aku sudah mengajak Putri namun dia tidak mau." ucap Anisa.


"Humm dia pasti tidak akan datang melihat ku karena dia sangat membenci ku." ucap Arya. Anisa tersenyum.

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa sakit? perasaan kemarin sehat-sehat saja." ucap Anisa.


"Aku juga tidak tau, tiba-tiba badan ku sangat panas sekali." ucap Arya.


"Sekarang bagaimana?" tanya Anisa. "masih sama, aku hanya bosan tidur di kasur." ucap Arya.


"Oohh kalau begitu nih makan dulu buah nya." ucap Anisa. Arya mengangguk. Anisa mengupas buah.


"Kamu sama Putri ada masalah apa sih? kenapa aku menebak kamu sakit seperti ini karena Putri." ucap Anisa. Arya menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada hubungan nya dengan dia kok. Aku dengan dia tidak ada masalah Kok." ucap Arya.


"Kamu yakin tidak ada masalah? Aku bisa melihat ada yang aneh dengan kalian berdua." ucap Anisa. Arya diam.


"Kamu tidak biasa nya dekat dengan Putri. Apa kamu menyukai Putri?" tanya Anisa.


"Aku dengan Putri hanya teman biasa." ucap Arya.


"Humm Aku tidak akan tau apa sebenarnya yang terjadi di antara kalian berdua.. Tapi Alang kah jangan saling egois, sebaik nya jujur dengan perasaan masing-masing." ucap Anisa.


Arya diam. "Aku tidak bisa lama-lama di sini, kak Dika sangat cemburu sama kamu, dia akan marah kalau aku di sini sangat lama." ucap Anisa.


"Aku menyukai Putri." ucap Arya. Anisa seketika terdiam dia menoleh ke arah Arya sambil tersenyum.


Arya sudah sangat malu dia menunduk kan kepala nya.


"Aku sangat malu, aku mohon sama kamu jangan sampai Putri tau." ucap Arya.


"Loh kenapa? Bukan nya bagus kalau dia tau?" tanya Anisa. Arya menggeleng kan kepala nya.


"Putri akan membenci ku kalau dia tau, dia tidak akan pernah menyukai aku. Aku tau kalau dia tidak pernah mau pacaran dengan teman nya sendiri." ucap Arya.


"Kenapa tidak coba Jujur dulu?" tanya Anisa.. Arya menggeleng kan kepala nya.."Aku tidak ingin dia menghilang dari kehidupan ku." ucap Arya.


"Putri orang yang sulit sekali untuk di tebak, mungkin dia kalau sudah move on dari Mantan nya dia pasti akan membuka hati kepada siapapun itu." ucap Anisa.


"Mantan?" ucap Arya. Anisa mengangguk.


"Mantan di SMP membuat nya sangat trauma mengenal cinta lagi, dia berpacaran dengan sahabat nya sendiri. Namun ternyata dia si selingkuhi setelah beberapa bulan bersama. Dia sangat sakit hati dan sangat sedih." ucap Anisa.


"Lalu aku harus bagaimana?" ucap Arya.

__ADS_1


"Terus berjuang mendapatkan nya, dia pasti akan luluh kalau kamu berhasil membuka hati nya lagi dan jangan pernah mengecewakan dia, karena kalian berdua sangat lah cocok." ucap Anisa.


__ADS_2