
Setelah Dika selesai menelpon dia kembali ke meja ruang tamu.
"Klien saya ingin mengajak bertemu di luar sore ini, kebetulan saya mau keluar juga, jadi saya akan bertemu dengan mereka." ucap Dika.
Anisa berdiri dia mendekati Dika. Dia tiba-tiba memeluk Dika.
"Maafin aku kak." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya dia menatap wajah Dika.
"Kakak masih Sabar kan menunggu ku?" tanya Anisa.
Di malam hari nya Anisa dan Candra sedang makan di meja makan rumah Anisa.
"kamu sudah lebih sering di rumah yah sekarang." ucap Candra. Anisa mengangguk sambil tersenyum.
"Apa kamu betah?" tanya Candra lagi.
"Humm mau bagaimana pun aku harus betah, aku juga harus fokus belajar karena aku sudah kelas tiga SMA." ucap Anisa. Candra tersenyum.
"Aku doain semoga nilai kamu selalu baik, aku minta maaf karena bersama ku selama ini menjadi pengaruh buruk kepada kamu." ucap Candra.
"Sudah jangan membahas itu lagi. Aku tidak ingin membahas itu." ucap Anisa. Candra Tersenyum.
"Apa kamu memasak ini semua?" tanya Candra, Anisa mengangguk.
"kenapa? Kurang enak yah?" tanya Anisa.
"Sejak kapan kamu pandai masak? Kok aku baru tau? Ini semua sudah sangat enak." ucap Candra.
Anisa tersenyum. "Aku menghabiskan semua waktu ku untuk belajar menjadi lebih baik. Aku tidak ingin menyia-nyiakan lagi, karena aku yang rugi sendiri." ucap Anisa.
"Ternyata kamu sudah banyak berubah nya setelah jauh dari aku." ucap Candra.
"Kamu benar Candra, bahkan perasaan ku sudah sangat berubah sekarang, tapi aku tidak tau bagaimana harus menjelaskan kepada kamu " ucap Anisa dalam hati.
__ADS_1
Mereka fokus dengan makanan masing-masing. setelah selesai Anisa dan Candra bermain game.
Karena sudah bosan mereka duduk di balkon rumah. Candra dan Anisa melihat ke arah langit, pemandangan yang begitu indah karena banyak bintang-bintang.
"Aku sangat merindukan Orang tua ku." ucap Anisa. "Kenapa kamu tidak datang menemui mereka?" tanya Candra.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Mereka memiliki keluarga masing-masing, aku takut kedatangan ku membuka perkelahian di antara mereka." ucap Anisa. Candra terdiam sejenak.
"Sebenernya aku sangat lah menyesali perbuatan ku yang di masa lalu membuat orang tua ku kecewa." ucap Anisa.
Candra memegang tangan Anisa. "Itu semua bukan lah rencana kamu, aku paham kok." ucap Candra.
"Oh iya Anisa apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Candra. "Boleh kok." ucap Anisa.
"Aku mau menyampaikan sama kamu kalau aku di jodohkan." ucap Candra. "Maksud nya?" tanya Anisa.
"Aku di jodohkan oleh orang tua ku dengan teman ku sendiri." ucap Candra. "Jadi?" tanya Anisa. Melihat respon Anisa yang biasa saja membuat Candra berkecil hati.
"Aku tidak ingin menikah dengan perempuan itu, aku ingin kamu menikah dengan ku, kamu ikut aku menemui orang tua ku." ucap Candra. Anisa terdiam sejenak. "Kenapa kamu diam? kam gak mau yah?" tanya Candra.
"Maksud kamu?" tanya Candra bingung. "Aku sudah bilang sebelumnya kepada kamu kalau aku belum ingin menikah, kamu tau sendiri kalau aku benar-benar masih ingin melanjutkan sekolah ku." ucap Anisa.
"Lalu bagaimana dengan aku? bagaimana dengan hubungan kita? Apa kamu membiarkan aku menikah dengan perempuan lain?" tanya Candra.
"Aku tau pilihan orang tua kamu yang terbaik untuk kamu, aku tidak akan pernah melarang nya." ucap Anisa. Candra menghela nafas panjang.
"Tapi aku tidak ingin putus dengan kamu, aku sangat mencintai kamu. Aku tau kalau kamu juga sangat mencintai kamu, memperjuangkan hubungan kita selama ini tidak lah mudah." ucap Candra.
Anisa menatap Candra. "Aku minta maaf, namun untuk saat ini aku rasa kita harus udahan dulu." ucap Anisa. Candra menggeleng kan kepala nya.
"Gak! Gak mungkin! Aku tidak mau, aku tidak ingin hubungan kita selesai seperti ini. Aku mohon." ucap Candra memegang tangan Anisa.
Anisa melepaskan tangan Candra.
"Aku ingin istirahat, kamu pulang lah." ucap Anisa. Candra memeluk Anisa sambil menangis.
__ADS_1
"Anisa kamu tidak sungguh-sungguh kan mengatakan hal itu? aku sangat mencintai kamu, apa kamu tidak sadar Akan hal itu? Aku sungguh-sungguh dengan kamu!" ucap Candra.
Anisa mendorong Candra dari Nya. "Jujur saja kalau aku tidak memiliki perasaan yang sama seperti dulu lagi sama kamu, aku tidak lagi mencintai kamu." ucap Anisa.
Candra menggeleng kan kepala nya. "Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu? aku tau kamu pasti masih marah kan sama aku?" ucap Candra.
"Candra aku mohon mengerti kepada ku, aku sudah tidak memiliki perasaan sama kamu, aku ingin kita udahan dulu." ucap Anisa.
"Aku tidak ingin kita putus, tapi aku akan memberikan kamu waktu untuk berfikir, menenangkan diri." ucap Candra.
Anisa hanya diam. "Asal kamu tau, aku sangat mencintai kamu, sampai kapan pun aku Akan terus mencintai kamu." ucap Candra.
"Aku ingin istirahat Candra, aku mohon kamu kembali lah." ucap Anisa. "Baiklah aku akan pulang, aku akan mengabari kamu, kamu istirahat lah." ucap Candra.
Anisa mengangguk sambil tersenyum.
"Aaarrggg... Apa yang aku lakukan sehingga membuat Anisa seperti ini?" ucap Candra sangat marah setelah sampai didalam mobil nya.
"Aku tidak bisa membiarkan ini, aku harus memperjuangkan hati Anisa lagi, aku tidak akan bisa hidup tanpa dia." ucap Candra.
Dia keluar dari rumah Anisa. Saat dia keluar dari gerbang dia melihat ada mobil masuk ke halaman Anisa dari kaca spion mobil nya.
"Siapa itu? kenapa seperti mobil nya Dika?" ucap Candra. "Tapi tidak mungkin. Mobil Dika dengan mobil kak Marsel sama, aku dengar kalau kak Marsel ada di sini." ucap Candra.
Dia pun tidak jadi turun melanjutkan perjalanan nya pulang ke penginapan nya.
Dika melihat mobil Candra sudah pergi dia menutup gerbang.
"Ternyata Dika baru pulang, cukup lama juga dia di sini." ucap Candra. Dia masuk ke dalam.
"Anisa saya pulang, kamu di Mana?" tanya Dika, Anisa tidak menjawab dia langsung ke kamar.
"Anisa.." panggil Dika. ternyata Anisa tidur.
"Ini baru jam sembilan, kenapa kamu sangat cepat tidur?" ucap Dika duduk di pinggir kasur.
"Anisa..." Panggil Dika, Anisa membuka Wajah nya menatap Dika. "Kakak sudah pulang? Maafin aku, aku tidak mendengar nya." ucap Anisa.
__ADS_1
"Kamu habis nangis? Kamu nangis karena apa?" tanya Dika. menghapus air mata Anisa langsung. Anisa menggeleng kan kepala nya dia langsung memeluk Dika.
"Kamu kenapa? Apa ini masalah nya dengan Candra?" tanya Dika.