Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 63


__ADS_3

"Beberapa hari yang lalu Tante baru tau kalau ternyata orang tua Tante bercerai dan papah Tante memiliki keluarga baru dan memiliki Anak." ucap Anisa.


Boni Terdiam mendengar nya, panjang lebar Anisa menceritakan sampai tidak terasa Air mata nya keluar.


Boni mendekati dan menghapus air mata Anisa. Entah mengapa Anisa merasakan sentuhan tangan Boni dengan tangan Dika hampir sama.


Anisa tiba-tiba tersenyum dan menghapus air mata nya. Ibu yayasan dan Tante Ara yang di depan pintu melihat itu hanya tersenyum.


"Maaf Tante jadi curhat dan cengeng seperti ini." ucap Anisa menghapus air mata nya.


"Gak apa-apa kok Tante." ucap Boni.


"Nih Makan jajanan nya, setelah itu istirahat biar cepat sembuh, Tante mau keluar dulu." ucap Anisa. "Makasih yah Tante." ucap Boni.


"Kapan Tante akan datang lagi ke sini?" tanya Boni.


"Hari Minggu, Tante tidak ada kesibukan dan juga tidak ada teman." ucap Anisa.


Boni tersenyum. "Aku tunggu yah Tante." ucap Boni. "Nanti mau di bawain apa?" tanya Anisa.


"Mau di beliin sepatu bola." ucap Boni.


"Baiklah. Tapi tunggu Boni sembuh yah.. Nanti kalau Boni sembuh keluar nya bareng sama Tante membeli sepatu nya." ucap Anisa.


Boni tersenyum.


Setelah itu Anisa pamit keluar agar Boni bisa istirahat.


"Loh Tante kok gak masuk?" tanya Anisa kepada Tante nya yang masih berdiri di depan pintu. Tante Ara tersenyum.


"Ini sudah sore sebaiknya kita pulang." ucap Tante Ara.


Tidak terasa ternyata sudah gelap di luar.. Perjalanan keluar dari kawasan itu juga lumayan lama.


"Ya udah Tante, aku juga sudah selesai di sini. Maaf sudah membuat Tante Lama menunggu." ucap Anisa.


Mereka pamit pulang kepada ibu yayasan setelah itu pergi.


"Kamu tau tempat itu dari mana?" tanya Tante Ara.


"Aku tau sendiri." ucap Anisa. Tante Ara tersenyum.


"Kalau kata orang-orang yah seseorang bisa berubah karena dia sudah menemukan cinta sejati nya, sudah menemukan orang yang bisa mengubah yang biasa nya memiliki kesibukan buruk menjadi lebih baik." ucap Tante Ara.


Anisa terdiam sejenak, dia mengingat dulu betapa nakal nya dia, menghabis kan waktu untuk minum di Club malam dan juga tidak perduli dengan omongan orang lain.


Dia bahkan tidak perduli dengan hidup nya. Namun setelah bertemu dengan Dika dia menyesali semua sifat buruk nya itu.

__ADS_1


"Kok malah diam sih? Atau jangan-jangan kamu memiliki orang lain selain Candra?" tanya Tante Ara.


"Enggak Tante, aku hanya memiliki Candra." ucap Anisa.


"Hufff Iyah deh, Iyah." ucap Tante Ara.


"Tante tidak percaya yah?" ucap Anisa.


"Tante percaya kok." ucap Tante Ara.


"Sekarang pasti guru les kamu menunggu di rumah, kasian dia." ucap Tante Ara. "Biarin aja." ucap Anisa. Tante Ara melihat Anisa.


"Tapi kalau di lihat-lihat Pak Dika ganteng juga yah, aku gak yakin deh kalau dia itu hanya seorang guru saja. Mana mungkin orang setampan dan secool pak Dika hanya menjadi guru honorer." ucap Tante Ara.


"Kalau Tante bilang ganteng, kenapa tidak Tante dekatin saja, dia adalah pria play boy." ucap Anisa.


"Enggak lah, mana mungkin Tante mendekati pria yang di sukai oleh keponakan Tante sendiri." ucap Tante Ara.


"Maksud Tante apa?" ucap Anisa.


"Kamu tidak perlu menutupi nya, Tante tau kok kalau kamu dengan guru kamu itu mempunyai perasaan kan?" ucap Tante Ara.


"Tante ngomong apa sih? Gak mungkin lah." ucap Anisa.. Tante Ara tersenyum.


"Ingat yah Anisa, jangan pernah membohongi perasaan kamu sendiri, kalau kamu suka bilang suka, kalau tidak bilang tidak, apa kamu tidak takut kalau nanti di ambil orang?" ucap Tante Ara.


"Pak Dika itu baik, dia selalu ada untuk ku saat aku di tinggal oleh Candra, bertengkar dengan mamah. Sedih karena tau mereka bercerai. Pak Dika selalu membantu ku, dia juga memeluk ku begitu erat menguatkan aku." ucap Anisa.


"Lalu apa lagi alasan nya?" tanya Tante Ara.


"Aku masih ragu Tante. Aku memiliki Candra. Dan juga pak Dika berhubungan dengan banyak wanita.. Semua perempuan menginginkan dia." ucap Anisa.


Tante Ara menghela nafas panjang.


"Kalau dia selalu ada untuk kamu itu Arti nya dia hanya mengutamakan dan menyukai kamu." ucap Tante Ara.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku yakin dia seperti itu hanya karena kasihan." ucap Anisa.


"Terserah kamu deh, asal nanti kamu jangan menyesal." ucap Tante Ara.


Anisa langsung diam. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Bapak sudah lama sampai di rumah?" tanya Tante Ara kepada Dika yang menunggu di depan rumah.


Dika mengangguk. Tante Ara melihat ke arah Anisa.


"Tante duluan masuk ke dalam yah." ucap Tante Ara.

__ADS_1


Anisa menatap Dika.


"Ayo masuk." ucap Anisa.


"Kamu dari mana? Kamu tidak ingat jam berapa kamu mulai les?" tanya Dika.


"Hanya sisa setengah jam lagi waktu les kamu." ucap Dika.


"Aku minta maaf, aku dengan Tante Ara jalan-jalan dulu." ucap Anisa.


Dika mengikuti Anisa masuk ke dalam. Mereka mulai belajar.


Anisa melihat bintik-bintik merah di badan Dika karena di gigit nyamuk.


"Pakai ini untuk badan bapak." ucap Anisa memberikan minyak kayu putih. Dika menggeleng kan kepala nya.


Anisa membuka botol minyak kayu putih dan mengoleskan ke tangan Dika.


"Kulit bapak sangat putih. Jadi sangat kelihatan kalau ada bintik merah." ucap Anisa..Dika hanya diam saja.


Setelah selesai di oleskan lanjut untuk belajar lagi.


Jam les selesai. "Saya pamit untuk pulang." ucap Dika.


Anisa menganguk..Dika pergi meninggalkan rumah itu.


"Huff aku tidak lagi bisa membohongi perasaan ku. Aku benar-benar menyukai pak Dika." ucap Anisa.


"Tuh kan apa yang Tante bilang, kamu benar-benar menyukai pak Dika. Udah lah putusin aja si Candra dan berpacaran dengan Pak Dika." ucap Tante Ara.


"Humm Tante ngomong apa sih, aku lelah mau mandi abis tuh istirahat.. Tante juga istirahat la." ucap Anisa.


Dika sampai di apartemen nya. Dia termenung di balkon apartemen nya.


"Den Dika memikirkan apa sih?" tanya Bibik yang masih ada di apartemen Dika.


"Eh Bibik belum pulang." ucap Dika..


Bibik meletakkan teh di depan Dika dan duduk di samping nya.


"Menurut Bibik kalau saya menikah cepat bagaimana?" tanya Dika. "Apa maksud Den Dika?" tanya Bibik.


"Orang tua saya meminta saya menikahi Gisel anak dari Paman." ucap Dika.


Bibik menghela nafas panjang. "Kenapa tiba-tiba den Dika mau menikah gadis lain sementara den Dika sudah mati-matian mengejar Anisa." ucap Bibik.


"Bukan seperti itu Bik, aku merasa percuma aku mengejar Anisa karena dia tidak akan pernah memiliki perasaan kepada ku, dia hanya ingin mencintai Candra." ucap Dika.

__ADS_1


__ADS_2