
"Mulai dari hari ini pak Dika akan menjadi Guru les kamu." ucap Bu Lala.
"Apa?!" ucap Anisa benar-benar sangat kaget sekali.
"Kenapa harus pak Dika? Masih banyak guru-guru lain, aku gak mau." ucap Anisa menolak tidak mau.
"Hanya pak Dika yang mamah percayai." ucap Bu Lala. "Aku gak mau kalau sama Pak Dika mah." ucap Anisa.
"Baiklah kalau kamu tidak mau, Mamah akan memotong uang jajan kamu, dan juga akan menahan ATM, mobil, Handphone semua nya yang mamah kasih." ucap Bu Lala.
Anisa terdiam.. Semua barang-barang dan juga kehidupan nya di tanggung oleh Mamah nya.
"Kalau kamu mau minta saja kepada papah mu!" ucap Bu Lala.
Anisa yang malu membahas itu di depan pak Dika akhirnya dia memilih untuk diam.
"Baiklah aku akan belajar dengan pak Dika, tapi ada syaratnya." ucap Anisa.
"Tidak ada syarat Apapun, kalau kamu mau bagus, kalau tidak kamu akan tau akibatnya." ucap Mamah nya.
Anisa menghela nafas panjang..
"Baiklah mah, aku mau." ucap Anisa. Dia sudah pasrah dari pada semua di tahan di tambah lagi uang jajan kepotong.
"Silahkan di minum pak." ucap Bu Lala kepada Dika.
Dika tersenyum sambil mengangguk.
Anisa menatap Dika dengan tatapan tajam.
"Aku mau ke kamar dulu mah." ucap Anisa.
"Kamu mau ngapain ke kamar? Mulai dari hari ini kamu sudah harus belajar!" ucap Bu Lala.
"Tapi ini hari Minggu Mah." ucap Anisa.
"Kamu berani melawan kata-kata Mamah?" ucap Bu Lala..Anisa menghela nafas panjang.
"Baik lah Mah." ucap Anisa. Anisa mengambil bukunya dan Menyusul Dika di ruang tamu. "Pokoknya mamah mau nilai kamu Bagus ujian nanti." ucap Mamah nya.
Anisa hanya diam. Bu Lala masuk ke kamar nya.. Tidak beberapa lama Papah nya keluar.
"Papah mau kemana?" tanya Anisa melihat papah nya sudah rapi.
"Papah ada urusan penting." ucap papah nya.
"Papah baru saja pulang. Kenapa sudah langsung pergi lagi?" tanya Anisa.
"Maafin papah yah, sebenarnya Papah muak di rumah ini, kalau bukan karena di paksa oleh mamah mu, mungkin papah tidak akan pulang." ucap Papah Anisa.
"Maksud Papah apa? Kenapa papah berbicara seperti itu?" tanya Anisa.
"Maafin papah kemarin sudah marah sama kamu, itu tidak sungguh-sungguh papah kok, papah di paksa oleh Mamah kamu untuk marah." ucap papah Anisa.
__ADS_1
Anisa Menghela nafas panjang. "Sudah lah Pah lupakan saja. Sekarang Papah jangan pergi dulu yah." ucap Anisa.
"Papah harus pergi."'
"Tapi Pah.."
"Ambil ini! Ini kartu yang sudah papah siapin untuk kamu, pergunakan dengan baik, jangan sampai mamah kamu tau." ucap papah nya.
Setelah itu Papah nya langsung pergi.. Anisa melihat kartu kredit.
Saat mau mengambil nya Anisa menatap Dika yang duduk di depan nya.
"Aku mohon jangan kasih tau sama Mamah. Aku akan belajar dengan bapak." ucap Anisa.
"Humm baiklah, selagi kamu mau menuruti dan menghormati saya." ucap Dika.
Anisa bernafas lega dia langsung menyembunyikan kartu itu.
Selama tiga jam belajar Anisa tidak fokus sama sekali. Dia tidak mendengar kan Dika yang menerangkan pelajaran.
Dika beberapa kali harus menahan rasa kesalnya karena Anisa.
Tidak terasa akhirnya sudah empat jam belajar. Hari juga sudah sore.
"Saya harap pelajaran hari ini sudah cukup. Saya harap kamu bisa mengerti." ucap Dika berbalik. Dan ternyata Anisa tidur.
Dika menghela nafas panjang lagi.
"Anisa...." panggil Dika. "Iyah pak, iyahh..Maaf saya ketiduran." ucap Anisa langsung bangun.
"Kamu serius belajar tidak?" tanya Dika. "Aku ngantuk Pak, bapak ngerti gak Sih?" ucap Anisa.
Dika merapikan semua barang-barang nya.
"Sebaiknya kamu istirahat saja. Percuma saya menerangkan kalau kamu tidak fokus." ucap Dika.
Anisa sangat senang dika pergi.
Dika meninggal kan rumah Anisa Tampa pamit kepada orang tua Anisa.
Flash back..
"Pak Dika saya mau meminta tolong kepada bapak untuk menjadi Guru Les anak saya." ucap Bu Lala kepada Dika di saat Bu Lala datang ke sekolah.
"Guru les? Saya Guru umum Bu." ucap Dika.
"Saya minta tolong pak, seperti nya haha bapak yang bisa tegas kepada anak saya." ucap Bu lala.
"Saya tidak bisa Bu." ucap Dika.
"Saya akan membayar berapa pun pak, tapi saya mohon jadi guru les Anak saya." ucap Bu Lala terus memohon.
"Kalau begitu bagaimana kalau saya mencoba mencari guru les yang lain untuk Anisa?" tanya Dika.
__ADS_1
Bu Lala menggeleng kan kepala nya. "Saya hanya percaya kepada bapak." ucap Bu Lala.
"Berapa pun akan saya bayar." ucap Bu Lala lagi.
"Bukan masalah bayaran Bu, Anisa bukan anak murid seperti umumnya yang hormat kepada guru nya." ucap Dika.
"Saya akan membantu mengontrol dia, saya ingin nilai anak saya bagus Pak." ucap Bu Lala.
Setelah di pikir-pikir, akhirnya Dika mau.
Flash back Off.
Dika sampai di apartemen nya dia mandi berdandan rapi dan tidak lupa dengan jas nya.
Sekarang Dika terlihat sangat formal sekali. Dia menelpon seseorang untuk menjemput nya.
Malam ini dia memiliki acara di luar. Makan malam bersama keluarga besar nya.
"Dika apa kabar kamu?" tanya paman nya.
"Alhamdulillah baik Paman. Paman sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Dika.
"Seperti yang kamu lihat sekarang." ucap Paman nya. Dika tersenyum.
"Oh iya apa kamu sudah ada rencana menikah belum dengan kekasih mu itu?" tanya paman.
Dika tersenyum. "Aku masih ingin menikmati masa muda ku paman." ucap Dika.
"Kalau wanita itu tidak mau menikah cepat, bagaimana kalau kamu dengan anak paman Saja?" tanya paman nya.
Dia menunjuk ke arah perempuan cantik, anggun yang tersenyum ke arah Dika. Dika membalas senyuman nya.
"Paman tau kok kalau kamu dengan kekasih mu sudah jarang komunikasi." ucap Paman nya.
"Kami jarang komunikasi bukan karena ada masalah paman, hanya saja aku ingin lebih fokus di karier ku." ucap Dika.
paman nya terdiam sejenak.
"Kalau begitu aku ke kamar mandi dulu yah om." ucap Dika, om nya menganguk.
Dika masuk ke toilet.
"Sialan!! Kenapa aku masih memikirkan anak itu? Dia berhasil membuat ku sangat Kesal hari ini." ucap Dika.
"Aku sadar kalau aku tertarik kepada nya, namun melihat sifat nya yang tak kunjung berubah membuat ku ingin menyerah, entah apa yang aku pikirkan sehingga tertarik dengan anak SMA seperti Anisa." batin Dika.
"Ekhem-Ekhem..." Tiba-tiba Anak paman nya tadi masuk ke Toilet.
"Kamu..." ucap Dika. Perempuan itu tersenyum.
"Boleh kenalan gak? aku baru melihat kamu." ucap Dika.
perempuan itu tersenyum.
__ADS_1
"Nama ku Gisel." ucap Perempuan itu sambil tersenyum.
"Nama yang bagus." ucap Dika.