Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 127


__ADS_3

"Ih kok ibu Ngomong gitu sih? Aku tidak mau pacaran lagi. Hanya ayah laki-laki yang aku bisa di percaya." ucap Putri.


Di malam hari nya Dika dan Anisa makan berdua di luar. Sudah lama mereka tidak dinner berdua.


"Silahkan duduk." ucap Dika menarik kursi untuk Anisa. Anisa terdiam dia melihat ke seluruh Restoran itu.


"Kok kamu hanya diam saja sih? Kamu gak suka yah?" tanya Dika.


"Bukan.. Aku hanya kurang nyaman saja di sini, ternyata sangat ramai sekali." ucap Anisa.


"Tidak apa-apa, lagian kita sudah bisa di tempat seperti ini kamu tidak pernah protes." ucap Dika.


"Brak!!" Tiba-tiba Candra datang dan menggebrak meja mereka.


Dika dan Anisa sama-sama terkejut. Mereka berdua berdiri.


Wajah Candra sudah sangat merah, mata nya menatap tajam kepada Anisa dan juga Dika.


"Seperti ini ternyata Kamu kepada teman sendiri!" ucap Candra kepada Dika. "Candra aku bisa menjelaskan semua nya ini." ucap Anisa.


"Buk!!" Satu tinjuan di wajah Dika membuat semua pengunjung restoran itu heboh.


"Candra dengerin aku dulu!" ucap Anisa. Sementara Dika tidak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa diam menahan sakit di bagian mulut nya.


"Apa yang mau kamu jelas kan kepada ku? Kamu mengakhiri hubungan dengan ku dan memilih bersama dia yang tidak lain adalah sahabat ku sendiri!" ucap Candra.


"Aku berusaha untuk percaya kepada kamu dan juga Dika walaupun banyak orang yang mengatakan kalian memiliki hubungan. Tapi ternyata aku sangat bodoh." ucap Candra.


"Seperti ini balasan kamu kepada ku Anisa." ucap Candra. "Maafin aku. Aku mohon dengerin aku dulu, aku tidak bermaksud untuk menhiaanati kamu." ucap Anisa.


"Tidak bermaksud? Lalu apa ini? Apa yang sekarang aku lihat? Kamu berpacaran dengan teman ku sendiri. Kamu boleh berpacaran dengan orang lain, namun kenapa harus teman ku sendiri?" ucap Candra.


"Dan untuk kamu Dika, aku tidak tau kesalahan apa yang aku perbuat kepada kamu sehingga kamu rela mengambil Anisa dari ku, kamu tau aku sangat mencintai Anisa, namun ternyata aku salah sudah menitipkan Anisa kepada kamu. Seperti nya kamu salah mengartikan nya." ucap Candra.


"Aku mencintai Anisa jauh sebelum kamu mencintai Anisa, aku pertama kenal Anisa dari pada kamu. Aku minta maaf sudah mengambil Anisa dari kamu, tapi aku juga ingin bahagia." ucap Dika.


Candra menatap tajam.


"Masih banyak perempuan di luar sana, kembali lah ke mantan istri mu itu! Kenapa harus Anisa yang kamu ambil dari ku?" ucap Martin.

__ADS_1


Dika tiba-tiba mendorong Candra.


"Aku tidak suka dengan kata-kata mu! Aku sudah minta maaf." ucap Dika.


"Aku menyesal memiliki teman seperti kamu Dika, kamu sangat kejam!" ucap Candra.


"Aku rasa aku bisa menjaga Anisa jauh lebih baik dari pada yang kamu lakukan. Aku akan setia kepada nya, kalau kamu tulus mencintai Anisa, ijinkan dia bahagia dengan ku." ucap Anisa.


"Tidak bisa seperti itu! Anisa hanya milik ku, dia harus kembali kepada ku, kamu harus pergi dari kehidupan nya. Pergi urus istri dan anak mu!" ucap Candra.


Dika terdiam. Anisa yang mendengar itu kebingungan dia menatap Dika dengan tatapan penasaran.


"Sekarang kamu harus memilih antara aku dengan Dika. Kamu hanya di jadikan pelampiasan oleh nya Anisa. Dia adalah seorang duda, dia sudah gagal untuk pertama kalinya, apa kamu bisa percaya kepada dia?" tanya Candra.


"Dia memiliki mantan istri, dia memiliki anak yang sudah di Buang ke panti asuhan yaitu Boni." ucap Candra.


Anisa sangat kaget, dia syok mendengar itu.


"Apa yang kamu katakan Candra?" ucap Anisa.


"Kamu tau sendiri kalau Dika sering berganti-ganti pasangan, ketika dia bosan dia akan membuang mu, dan kalau kamu sudah hancur dia akan pergi meninggalkan kamu." ucap Candra.


"Jawab aku kak!" ucap Anisa.


"Tatap aku kak? aku mohon jujur lah, aku ingin tau." ucap Anisa.


"Kamu tidak perlu tau masa lalu saya seperti apa! Kamu tidak akan pernah mengerti saya seperti apa!" ucap Dika.


Anisa. merasa kesal dan tidak terima dengan tanggapan Dika, dia menampar pipi Dika.


Dika menatap Anisa.


"Dia tidak akan pernah mengakui itu. Apa kamu mau kepada pria yang tidak jujur sama sekali sama kamu?" ucap Candra.


Tiba-tiba Dika keluar dari sana dia pergi meninggalkan restoran itu. Anisa .aku mengikuti nya namun di tahan oleh Candra.


"Tidak perlu mengejar nya." ucap Candra.


"Maafin aku Candra, aku memilih Kak Dika, aku sangat mencintai kak Dika. Aku mohon berhenti mengejar ku dan mengganggu hubungan ku." ucap Anisa.

__ADS_1


"Anisa! Anisa!" Candra mengejar nya keluar namun Anisa langsung naik taksi mengejar Dika.


Dia tidak menemukan Dika..Dia kehilangan jejak. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumah.


Sampai di rumah dia mencoba menelpon Dika, namun handphone nya tidak aktif.


"Aku hanya butuh penjelasan dari kak Dika, kenapa kak Dika malah menghilang seperti ini?" ucap Anisa.


Di berita sudah tersebar berita kalau Anisa di perebut kan oleh dua pria ganteng dan kaya.


Marsel membaca nya, dia sangat malu dia langsung menemui Anisa, begitu juga dengan orang tua Dika. Mereka langsung berangkat ke apartemen Dika.


Teman-teman satu sekolah juga langsung tau.


"Ternyata dugaan kita selama ini benar. Anisa hanya membuat nama baik sekolah menjadi buruk." ucap teman-teman nya.


Rida melihat berita itu sambil terdiam. Semua menghujat Anisa habis-habisan.


"Rida apa kamu sudah melihat berita? Ternyata pak Dika berpacaran dengan Anisa." ucap teman nya.


"Iyah aku sudah tau, Sekarang aku sangat puas karena semua orang menghujat dia." ucap Rida.


Teman-teman nya tertawa.


"Putri apa kamu sudah melihat Berita?" tanya Arya kepada Putri.


"Iyah aku sudah tau kok, aku sudah akan menduga semua nya seperti ini." ucap Putri.


Sekarang Anisa pasti sangat sedih, sebaiknya Pulang sekolah nanti kita ke rumah nya." ucap Arya.


Putri menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu! Sesekali Anisa harus bisa menyelesaikan masalah nya sendiri, hari ini mungkin Akan ramai di rumah nya." ucap Putri.


"Apa kamu tidak kasihan?" tanya Arya.


"Itu sudah pilihan mereka berdua, kenapa aku harus kasihan, kalau mereka sudah tau resikonya seperti itu, itu arti nya mereka sudah kuat dan bisa menghadapi nya." ucap Putri.


"Oh iya yah, ternyata kamu cerdas juga." ucap Arya.


"Sebaiknya kamu kembali ke kursi kamu, aku mau lanjut belajar." ucap Putri.

__ADS_1


__ADS_2