Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 188


__ADS_3

"Kok naik Ojek sih? Arya sudah lama menunggu kamu dari tadi agar berangkat bersama." ucap ibu nya.


"Aku tidak tau tadi Bu, ya udah kalau begitu aku berangkat dengan Arya saja." ucap Putri.


Berpamitan kepada Orang tua nya setelah itu mereka berangkat ke sekolah.


"Aku tidak tau kalau kamu datang menjemput aku." ucap Putri. "Humm maafin aku, sebelum nya aku harus memberikan kamu kabar Dulu." ucap Arya.


"Tidak apa-apa kok." ucap Putri. Arya tersenyum.


"Humm aku mohon Anisa jangan sampai tau yah kita sudah berpacaran." ucap Putri.


"Tapi dia sudah tau." ucap Arya.


"Apa kamu langsung memberi tau nya?" tanya Putri.


Arya mengangguk.


"Huff kamu seharusnya jangan memberi tau dia, aku takut di ejek." ucap Putri.


Arya tersenyum. "Tidak mungkin Putri. Anisa tidak mungkin seperti itu." ucap Arya.


"Ya sudah lah kalau begitu, mau bagaimana pun dia pasti akan tau." ucap Putri.


Arya tersenyum. "Kamu pasti tidak terbiasa dengan ini, aku akan membuat kamu terbiasa." ucap Arya.


Putri tersenyum. Namun tiba-tiba Arya memegang tangan Putri. Putri jadi sangat tegang perasaan nya campur aduk.


"Huff rileks Putri, rileks." ucap Nya kepada diri nya sendiri.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan sekolah.


Arya melepaskan tangan nya.


"Hum aku masuk terlebih dahulu yah." ucap Putri. "Kenapa tidak masuk bersama saja?" tanya Arya.


"Aku sangat malu " ucap Putri. Arya langsung menarik tangan putri.


"Kenapa kamu harus malu?" tanya Arya.


"Sudah tidak perlu memikirkan apapun kata orang lain, ayo kita masuk ke dalam." ucap Arya.


"Humm sudah pegangan tangan saja, sudah pacaran yah?" tanya temen Arya kepada Arya dan Putri.


"Sudah dong, sekarang aku tidak jomblo lagi." ucap Arya. teman-teman nya tertawa.


Putri dan Arya masuk ke kelas bersama.


"Humm hargai yang jomblo dong." sindir teman-teman nya.


Arya dan Putri tersenyum. "Manis banget sih senyuman Putri, pantesan saja Arya sangat jatuh cinta dan mengejar nya sampai dapat." ucap teman Arya.


"Oh tentu dong." ucap Arya.


"Sangat cocok sekali." ucap teman nya.


"Dari mana cocok nya? Ketua kelas dan juara di kelas berpacaran dengan siswa yang hanya masuk sepuluh besar saja, sama sekali tidak cocok." ucap Rida langsung.

__ADS_1


"Kamu iri yah?" tanya Anisa tiba-tiba datang.


"Sudah jangan di layani." ucap Putri.


Mereka masuk ke kelas.


"Aku senang akhirnya kalian berdua bersama." ucap Anisa. Arya dan Putri tersenyum.


"Putri kamu pasti sangat bahagia kan?" tanya Anisa.


"Humm." jawab Putri.


Sepanjang hari Anisa dan Arya bersama Putri bermain bersama.


Di malam hari nya Arya mengajak Putri makan malam di luar.


"Putri apa kamu mau makan malam di luar bersama aku?" tanya Arya kepada Putri. melalui handphone.


"Bersama siapa saja?" tanya Putri.


"Hanya kita berdua saja. Anggap saja ini adalah Ngedate pertama kali kita sesudah pacaran." ucap Arya.


"Ya udah aku mau." ucap Putri.


"Baiklah kalau begitu saya akan datang menjemput kamu ke sana sekarang." ucap Arya.


"Tunggu dulu, aku mau siap-siap." ucap Putri.


"Baiklah kalau begitu." ucap Putri.


"Huff kamu terlalu berlebihan sekali." ucap Putri. Arya tertawa kecil.


"Ya sudah kalau begitu aku matikan yah telpon nya." ucap Putri.


"Tidak! Jangan di matikan saya masih ingin berbicara dengan kamu." ucap Arya.


"Tapi aku mau siap-siap dulu." ucap Putri.


"Siap-siap lah saya akan mendengar kan nya." ucap Arya.


"Memang nya kamu tidak siap-siap?" tanya Putri.


"Laki-laki sangat simpel. Hanya memasang baju saya sudah siap berangkat." ucap Arya.


Putri memilih pakaian yang baru saja dia beli khusus untuk makan malam bersama Arya.


Sebenernya dia sudah membeli nya kemarin, namun sekarang saat yang sangat tepat untuk memakai nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Putri kamu mau kemana sudah cantik seperti ini malam-malam?" tanya mamah nya.


"Aku mau makan malam di luar bersama Arya Bu, ayah. Aku boleh kan keluar sama Arya?" tanya Putri.


"Boleh, Tapi jangan pulang terlalu larut malam seperti tadi malam." ucap ibu nya.


"Baik ibu, aku minta maaf soal tadi malam." ucap Putri.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu pergi lah, jangan membuat Arya setiap hari menunggu kamu terlalu lama." ucap ibu nya karena Arya sudah menunggu di depan dari tadi.


"Arya Kamu sudah lama menunggu?" tanya ibu nya.


"Baru saja Bu." ucap Arya.


"Kalian mau kemana malam-malam seperti ini berdua? Tidak biasanya." ucap ibu nya putri.


"Saya mau membawa Putri makan malam di luar pak, Bu sesekali." ucap Arya.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, jangan Pulang terlalu larut malam." ucap ibu Putri.


"Baiklah Bu. Kami pamit pergi dulu Bu " Mereka bersaliman dan segera pergi..


"Kamu sangat cantik sekali." ucap Arya setelah sudah di dalam mobil. Putri tersenyum malu.


"Kamu memakai make up sangat cantik sekali, saya sangat takut kalau pria di luar sana akan tertarik kepada kamu." ucap Arya.


"Terlalu berfikir terlalu berlebihan sekali. Jangan berfikir aneh-aneh." ucap Putri.


Arya tersenyum.


Dia memasang kan sabuk pengaman Putri.


"Kamu harus memakai ini karena sangat bahaya di jalanan, saya tidak ingin terjadi apa-apa kepada kamu." ucap Arya.


Putri tersenyum.


"Kamu tidak perlu berlebihan." ucap Putri.


"Wajar saja aku berlebihan kepada kamu, aku ingin kamu merasakan perhatian dan ketulusan ku kepada kamu." ucap Arya.


"Sudah jangan membahas itu lagi, sebaiknya kita pergi saja." ucap Putri.


"Baiklah lah tuan putri." ucap Arya.


Mobil pun di jalan kan. perasaan Putri antara senang, canggung dan sangat gugup sekali.


Ini adalah pertama kalinya dia tidak terbiasa.. Namun dia sangat nyaman ketika bersama Arya.


Arya berusaha membuat Putri nyaman, tidak canggung walaupun sebenarnya Arya juga sangat gugup dan tidak terbiasa berpacaran.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran yang sudah di pesan oleh Arya sebelum nya.


Restoran di pinggir pantai yang sangat cantik. Suasana yang sangat romantis dan juga enak tidak terlalu ramai sehingga tempat yang nyaman untuk berpacaran.


"Kamu suka tempat ini." tanya Arya. Putri mengangguk.


"Tempat ini akan sangat indah Kalau datang bersama kamu." ucap Putri.


Arya menoleh ke arah Putri.


"Kamu sudah pintar yah menggoda ku." ucap Arya, Putri tersenyum.


"Kalau begitu ayo masuk ke dalam." ucap Arya. Putri mengangguk.


Arya membuka kan pintu mobil dan membantu Putri keluar karena dia menggunakan sepatu tinggi agar sesuai dengan dress nya.

__ADS_1


__ADS_2