Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 83


__ADS_3

Dika mengantarkan ke rumah Anisa.


"Kamu tidur yang nyenyak yah." ucap Dika. Anisa menganguk.


"Terimakasih yah sudah nganterin aku pulang." ucap Anisa. Dika menganguk sambil tersenyum.


"Ya udah kalau begitu, aku keluar kak. Selamat malam." ucap Anisa. Dika menahan tangan Anisa.


"Kenapa?" tanya Anisa. Dika mencium kening Anisa.


"Jangan memikirkan hal yang tidak penting, tidur dengan nyenyak. Saya akan datang menjemput kamu besok pagi." ucap Dika.. Anisa tersenyum.


Dika kembali ke apartemen nya.


Sampai di apartemen orang tua nya sudah tidur, sementara Anisa sama sekali tidak bisa tidur. Setelah menukar pakaian nya dia melihat boneka besar yang ada di tempat tidur nya.


"Kira-kira ini dari siapa yah?" batin Anisa.


"Ini sangat membingungkan sekali." ucap Anisa.


"Atau jangan-jangan ini dari Candra?" ucap Anisa, dia langsung mencium aroma Boneka itu karena dia sama sekali tidak memeluk atau mencium aroma Boneka itu.


Setelah di cium dia sangat kaget Aroma nya sama seperti yang di berikan oleh Candra sebelum berangkat ke luar negeri.


"Tidak mungkin." ucap Anisa langsung melepaskan boneka itu.


"Itu bau parfum Candra, apa Candra sengaja mengirimkan ini?" ucap Anisa..Dia meletakkan boneka itu di atas sofa dan dia tidur.


Keesokan harinya...


"Mamah sama papah sudah bangun?" ucap Dika yang sedang memasak di dapur.


"Loh nak, kamu sedang apa? sudah rapi seperti itu malah masak. Hati-hati nanti kotor." ucap Mamah nya.


"Enggak kok mah." ucap Dika, untung hari ini Dika tidak memakai baju seragam guru. Karena kalau dia memakai itu orang tua nya akan curiga.


"Mamah mau sarapan? Aku sudah masak.'' ucap Dika. Bu Rosa menggeleng kan kepala nya.


"Mamah tidak biasa sarapan pagi, kamu makan saja. Jangan lama-lama nanti kamu telat kerja." ucap Mamah nya.


"Oohhh ya udah kalau begitu Mah." ucap Dika..Mamah nya duduk di Sofa.


"Perempuan itu ada hubungan apa dengan kamu?" tanya Bu Rosa. "Namanya Anisa mah." ucap Dika.


"Mamah tidak perduli nama dia siapa." ucap Bu Rosa.


"Mamah kenapa sangat marah kepada Anisa? Dia anak yang baik." ucap Dika.

__ADS_1


"Berhenti membela dia, mamah gak suka yah." ucap Mamah nya.


"Iyahh mah." ucap Dika.


"Seperti nya kamu dengan dia cukup dekat. Mamah tau kamu nganterin dia pulang, dan mobil yang kamu pakai adalah mobil dia." ucap Bu Rosa.


"Iyah mah, dia adalah adik teman ku, jadi hubungan kami semakin dekat, karena teman ku menitipkan dia kepada ku." ucap Dika.


"Kamu jangan berbohong!" ucap Bu Rosa. Dika terdiam.


"Mamah tidak pernah ngajarin kamu untuk berbohong, jujur saja kalau sebenarnya hubungan kalian lebih dari itu kan?" ucap Mamah nya.


"Mahh..."


"Jawab jujur!" ucap Mamah nya. Dika menghela nafas panjang.


"Aku dengan Anisa pacaran mah, tapi aku mohon jangan marah kepada dia, aku yang mengejar Anisa terlebih dahulu, aku sangat mencintai dia." ucap Dika.


Bu Rosa menghela nafas panjang.


"Apa tidak ada wanita lain? Bagaimana dengan Gisel?" tanya Mamah nya.


"Aku dengan dia tidak ada hubungan apapun, kami saudara." ucap Dika. "Tapi Mamah tidak setuju kamu dengan perempuan itu, kelihatan nya dia sangat muda sehingga tidak memiliki etika." ucap Bu Rosa.


"Mah.. Anisa tidak seperti itu, dia adalah anak yang baik." ucap Dika.


Dika bingung menyakinkan orang tua nya seperti apa lagi.


"Pokoknya kamu harus ninggalin dia, Mamah tidak ingin melihat kamu bertemu dengan dia lagi." ucap Bu Rosa.


"Gak bisa mah, aku mencintai Anisa. Aku sudah jujur dengan mamah, aku harap Mamah mau menghargai pilihan ku." ucap Dika.


"Mamah juga yah selalu memaksa Ku mencari pasangan. Aku sudah memiliki pasangan aku bahagia dengan dia, namun mamah meminta aku untuk meninggal kan dia." ucap Dika.


"Cari perempuan yang baik-baik, memiliki etika. Bukan seperti Anisa yang tidak jelas itu." ucap Bu Rosa.


"Kurang jelas dari mana mah? Anisa sudah sangat baik. Dia juga sopan kepada mamah." ucap Dika.


"Jangan membantah Dika." ucap Mamah nya.


Dika memasuk kan bekal ke dalam tas bekal dan pergi begitu saja.


"Dika Mamah belum selesai berbicara!" ucap Bu Rosa.


"Ada apa sih mah? Kenapa ribut-ribut seperti itu?" tanya suaminya yang baru saja pulang.


"Kamu lihat anak kamu itu Pah, dia sangat berbeda dari kakak nya." ucap Bu Rosa.

__ADS_1


"Dia sudah dewasa, dia berhak memilih untuk kebahagiaan nya. Kita hanya bisa memantau dari jauh, memberikan nasehat." ucap papah nya.


"Papah tidak akan mengerti." ucap Bu Rosa ngambek.


Tidak beberapa lama Dika sampai di depan rumah Anisa. Anisa sudah menunggu di depan rumah. Melihat Dika datang dia tersenyum.


"Selamat pagi." ucap Anisa masuk ke dalam mobil. Dika tersenyum.


"Kita langsung ke sekolah aja yah." ucap Anisa. Dika menganguk. Anisa Menatap wajah Dika yang terlihat kurang bersemangat.


"Ada apa? Kakak sakit yah?" tanya Anisa sambil memeriksa suhu badan Dika.


"Enggak kok, semua nya normal." ucap Anisa. Dika menatap Anisa.


"Kakak ada masalah yah?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Saya hanya kurang tidur jadi masih sangat mengantuk." ucap Dika langsung bersandar di bahu Anisa.


"Hummm. ya udah kalau begitu biar aku saja yang nyetir." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tuan putri harus duduk tenang di kursi penumpang, menjalankan mobil dan mengantar kan tuan Putri adalah tugas saya." ucap Dika.


Anisa tersenyum. "Huff dalam keadaan bad mood saja masih bisa basa-basi." ucap Anisa. Dika tersenyum.


Anisa tiba-tiba mencium pipi Dika. Dika menoleh ke arah Anisa.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dika. "Kakak pernah bilang kalau semangat kakak akan bertambah kalau mendapatkan ciuman dari ku " ucap Anisa.


"Tapi ini kurang." ucap Dika. Anisa mencium pipi sebelah lagi. Dika langsung tersenyum ceria.


"Terimakasih sayang." ucap Dika.. Anisa tersipu malu di panggil sayang.


Dika mengeluarkan Bekal dari tas nya.


"Ini untuk sarapan kamu, saya masak sendiri." ucap Dika. Anisa membuka nya.


"Kok ada dua?" tanya Anisa. "Satu untuk saya, kita sarapan sama-sama di dalam mobil." ucap Dika.


"Humm pantesan saja kurang bersemangat. Pacar ku ternyata belum sarapan." ucap Anisa, Dika tersenyum.


"Nasi goreng Favorit Pak guru alias pacar ku." ucap Anisa. Dika tersenyum. Seketika Mood nya kembali lagi, dia bisa melupakan masalah nya.


"Kakak tau tidak? Aku sangat susah tidur tadi malam." ucap Anisa.


"Karena apa?" tanya Dika sambil terus makan.


"Karena keingat orang tua kakak." ucap Anisa.

__ADS_1


__ADS_2