
Anisa malas ribut dia naik ke atas motor Tampa ada semangat. Sepanjang perjalanan Anisa cemberut. Dika bisa melihat dari kaca spion motor nya.
"Kalau kamu cemberut seperti itu bisa cepat tua. Nanti kalau putri Sudah Baikan dia pasti akan memaafkan kamu." ucap Dika.
Mereka berdua meninggalkan halaman rumah Putri.
"Kita mau kemana pak?" tanya Anisa karena bukan jalan pulang ke rumah nya.
"Kamu diam saja!" ucap Dika. "Bapak mau bawa saya kemana? Saya laporkan bapak kalau berani macem-macem." ucap Anisa.
Dika hanya diam, sepanjang perjalanan Anisa tidak pernah ngoceh, dia sangat takut karena tempat itu semakin sepi dia juga tidak pernah ke sana.
"Kita ngapain pak?" tanya Anisa. Karena berhenti di sebuah supermarket.
Anisa walaupun bingung namun dia mengikuti Dika masuk ke dalam memilih banyak makanan dan juga yang lain nya.
Tidak beberapa lama semua nya sudah ada di motor nya.
"Sebaiknya bapak ngomong deh ini semua untuk apa?" tanya Anisa.
"Ikut saja, nanti kamu pasti paham." ucap Dika. Anisa langsung naik ke atas motor.
"Sangat membingungkan sekali." ucap Anisa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di bangunan yang lumayan besar dan sangat ramai anak kecil.
"Panti asuhan??" ucap Anisa. "Kita ngapain ke sini Pak?" tanya Anisa.
"Ini adalah tempat yang saya kunjungi sekali sebulan. Ayo turun..." ucap Dika. "Saya tidak mau masuk, ngapain bapak membawa saya ke sini." ucap Anisa.
"Dika...." Tiba-tiba penjaga yayasan datang.
"Ibu.." ucap Dika memyalim tangan wanita yang sudah lanjut usia. Anisa juga menyalim nya.
"Ini Bu kami membawa sedikit jajanan untuk anak-anak." udah Dika. "Ya ampun repot-repot sekali, saya akan meminta anak yang lain membawa masuk ke dalam." ucap ibu yayasan.
"Humm ini..." ucap ibu yayasan menunjuk Anisa.
"Namanya Anisa Bu, dia adalah murid saya, kebetulan lagi sama sekalian saya ajak ke sini." ucap Dika.
"Oohh. Sangat cantik kamu." ucap ibu itu mencubit pipi Anisa.
"Ayo masuk ke dalam." ajak ibu itu.
Anisa menahan tangan Dika.
"Bapak membawa saya ke sini masih berpakaian sekolah, ini sangat memalukan!" ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Pakaian kamu Sopan. Jadi tidak ada salah nya." ucap Dika. Mereka masuk ke dalam.
__ADS_1
"Tunggu sebentar yah, saya akan membuat kan teh." ucap ibu yayasan.
Anisa melihat foto-foto yang di pajang di dinding.
"Ada pak Dika di sini, kelihatan nya pak Dika sudah lama tau tempat ini." batin Anisa.
Mereka duduk di sofa. "Loh pak Dika tadi kemana Bu?" tanya Anisa.
"Bertemu dengan anak-anak di dalam." ucap ibu yayasan. Anisa penasaran dia juga mau melihat anak-anak. Dia di antar kan ke ruangan yang ada Dika.
Anisa melihat Dika mengajari anak-anak kecil belajar. Semua nya terlihat sangat senang dan juga bersemangat sekali.
Anisa duduk bergabung dengan anak-anak.
"Tante cantik boleh bertanya tentang ini, aku tidak paham." ucap Anak laki-laki.
Anisa menoleh ke arah Dika. Dika hanya diam saja.
Anisa membantu menjelaskan kepada Anak laki-laki itu.
"Sebelum Dika pindah ke sekolah SMA dia lebih sering menghabiskan waktu luang nya mengajari anak-anak di sini, sekarang dia sudah sangat jarang ke sini. Anak-anak selalu bertanya karena sangat merindukan nya." ucap ibu yayasan.
"Waktu luang? Sebelum nya Pak Dika bekerja dimana?" tanya Anisa.
"Buu..." Tiba-tiba Ibu yayasan di panggil. "Saya ke kantor dulu yah, kalau kamu mau Melihat-lihat silahkan." ucap ibu yayasan.
"Maaf membuat kamu lama menunggu." ucap Dika. Anisa hanya diam saja.
"Aku mau pulang" ucap Anisa. "Baiklah kalau begitu Kita pulang." ucap Dika.
Mereka pamit pulang.
"Kak Dika..." Panggil anak-anak yang mengejar Dika ke halaman.
"Ada apa? Kok pada keluar?" tanya Dika.
"Kakak kenapa sangat cepat pulang? Kakak janji Akan makan malam bersama kami di sini." ucap anak laki-laki yang meminta tolong kepada Anisa tadi.
Dika menoleh ke arah Anisa.
"Kalian melihat kakak cantik ini? Dia sudah bosan. Dia juga harus istirahat karena selepas dari sekolah dia tidak istirahat." ucap Dika.
Dika yang mengatakan cantik kepada anak-anak, Anisa yang malu. "Bapak berbicara apa sih?" ucap Anisa.
"Tante cantik bisa tidur di kamar Noel." ucap anak laki-laki itu.
"Tante ini tidak bisa tidur di sembarangan tempat, dia mudah tidak nyaman." ucap Dika.
"Biasanya kakak datang pasti menginap, sekarang hanya tiga jam saja kakak sudah pulang, aku masih merindukan kakak." ucap Noel memeluk kaki Dika.
__ADS_1
"Lain kali kalau kakak datang pasti Akan menginap." ucap Dika. "Tapi kalau kakak datang jangan membawa Tante cantik ini lagi yah." ucap Noel.
Dika menoleh ke arah Anisa. "Baiklah-baiklah." ucap Dika.
"Kalian masuk sana." ucap Dika. Mereka semua masuk ke dalam.
"Kamu jangan ngambek gitu," ucap Dika kepada Anisa yang memasang wajah ngambek.
"Siapa yang tidak marah, kamu berbicara seperti itu kepada mereka, sampai mereka tidak mengijinkan aku datang lagi." ucap Anisa.
"Mereka anak kecil, wajar saja jika berbicara seperti itu." ucap Dika.
"Sebaiknya kita pulang saja, aku sudah tidak mood lagi." ucap Anisa.
Mereka akhirnya pulang dari sana.
"Anisa.." panggil Dika saat sudah sampai namun Anisa langsung masuk ke rumah nya.
"Ada apa lagi pak?" tanya Anisa.
"Terimakasih sudah mau bersama saya satu hari ini." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang.
"Hummm... Ini karena terpaksa saja." ucap Anisa.
"Besok pagi saya akan datang menjemput kamu lagi." ucap Dika. Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Kalau saya tidak datang menjemput kamu, kamu akan terlambat." ucap Dika.
Setelah itu Dika langsung pergi. Anisa Menghela nafas panjang.
Anisa melihat rumah sangat sepi.
"Humm ini sudah sore, Badan ku sangat lelah sekali harus duduk di motor butut ." ucap Anisa.
Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah nya. Anisa melihat itu adalah kekasih nya.
"Candra..." Ucap Anisa.
"Sayang kamu dari mana saja? Kenapa kamu tidak membalas pesan dari ku?" tanya Candra.
Anisa mendekati Candra memeluk nya.
"Maafin aku, seharian aku sangat sibuk, aku baru Saja sampai di rumah." ucap Anisa.
"Emang nya ada apa? Tidak biasa nya kamu mencari aku sampai ke rumah." ucap Anisa. "Aku mau ngajakin kamu party nanti malam di acara ulang tahun teman ku." ucap Candra.
"Maafin aku yah, seperti nya aku tidak bisa, aku minta maaf." ucap Anisa.
"Kok gak bisa? Kenapa?" tanya Candra.
"Aku sangat lelah, aku juga harus mengerjakan tugas ku yang sangat banyak sekali.. Karena Putri tidak mau membantu ku lagi." ucap Anisa.
__ADS_1