
"Nasi goreng Favorit Pak guru alias pacar ku." ucap Anisa. Dika tersenyum. Seketika Mood nya kembali lagi, dia bisa melupakan masalah nya.
"Kakak tau tidak? Aku sangat susah tidur tadi malam." ucap Anisa.
"Karena apa?" tanya Dika sambil terus makan.
"Karena keingat orang tua kakak." ucap Anisa.
"Kenapa?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya. Dika menghela nafas panjang.
"Kamu memikirkan tentang perkataan orang tua saya tadi malam?" tanya Dika. Anisa menganguk.
"Bagaimana aku tidak memikirkan. Orang tua kakak tidak suka pada ku." ucap Anisa.
Dika menyudahi makan nya.
"Sudah-sudah tidak perlu di pikirkan. Kamu selesai kan makan dan setelah itu kita berangkat ke sekolah." ucap Dika.
Anisa mengangguk. Sudah selesai makan akhirnya mereka pergi dan setelah itu langsung berangkat ke sekolah. Di perjalanan ke sekolah tidak ada percakapan apapun. Mereka berdua Sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Sesampainya di sekolah Anisa keluar dari dalam mobil begitu juga dengan Dika.
"Mau jalan sama-sama ke kelas?" tanya Dika, Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku duluan." ucap Anisa langsung pergi. Dika tersenyum.
"Ekhem-Ekhem..." Tiba-tiba pak guru yang sering akrab dengan nya datang.
"Eh bapak." ucap Dika.
"Tiap hari bersama Anisa, ada hubungan apa antara kamu dengan Anisa?" tanya Pak guru itu.
Dika tersenyum tipis.
"Oohh itu." Dika jadi gugup dia bingung harus menjawab apa.
"Humm soal itu..."
"Kenapa bisa bersama dengan Anisa terus? Apa kalian memiliki hubungan?" tanya pak Guru itu lagi.
"Saya guru privat Anisa, jadi Otomatis saya sering bersama dia karena orang tua nya mempercayakan dia kepada saya." ucap Dika.
"Apa kamu yakin?" tanya pak guru itu lagi. Dika menganguk.
__ADS_1
"Semua guru sudah banyak membicarakan kalau kamu memiliki hubungan dengan Anisa. Tidak jarang mereka melihat kamu bersama Anisa di luar atau di tempat makan bersama." ucap Pak guru itu.
Dika terdiam. "Mereka tidak ingin bertanya langsung karena tidak enak. Hanya saja jangan sampai ini berpengaruh buruk kepada semua orang yang ada di sekolah ini." ucap pak guru itu.
"Baik Pak saya mengerti." ucap Dika.
"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Anisa? Saya yakin kalau kamu tidak mungkin pacaran dengan anak murid sendiri." ucap Pak guru.
"Tidak mungkin pak, saya sudah memiliki kekasih, saya menganggap Anisa seperti Adik saya sendiri karena orang tua nya menitipkan dia kepada saya." ucap Dika.
"Bagus deh kalau seperti itu, agar tidak ada salah paham lagi." ucap Pak guru itu.
Dika tersenyum. Anisa masuk ke kelas nya semua mata tertuju kepada dia.
"Ada apa ini?" batin Anisa Heran.
"Kenapa kalian semua melihat aku seperti itu?" tanya Anisa.
"Oohh ternyata ini yang berani pacaran diam-diam sama pak Guru agar bisa mendapatkan nilai yang baik." ucap Rida yang tiba-tiba datang.
Anisa Menatap Rida dengan tatapan bingung dan juga kaget.
"Apa maksud kamu? Jaga yah bicara kamu." ucap Anisa. Rida tertawa dia menunjukkan foto di handphone nya.
Foto Anisa bersama Pak Dika di taman berduaan.
"Kamu dapat dari mana itu? jangan-jangan kamu mengikuti ku?" ucap Anisa. Rida tertawa.
"Huff ternyata sifat kamu seperti ini yah, selain bodoh dan pemalas kamu ternyata tukang selingkuh dan juga perebut pacar orang lain." ucap Rida.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Dika yang baru saja datang. "Pak Dika akhirnya datang juga. Di sekolah sedang heboh dengan hubungan bapak dan Anisa, apa Benar Bapak dengan Anisa pacaran?" tanya teman Rida.
Dika menoleh ke arah Anisa.
"Kalau Bapak memacari anak murid sendiri, nama baik Bapak pasti akan sangat di pandang rendah." ucap teman Rida lagi.
Dika sangat kaget kenapa murid-murid nya berbicara seperti itu.
"Ini urusan pribadi saya, jangan kalian ikut campur, mau saya pacaran dengan murid saya sendiri itu adalah urusan saya..Saya tidak pernah mengajari kalian untuk ikut campur atau kurang ajar." ucap Dika.
"Tinggal jawab saja pak, agar semua murid tidak penasaran. Kami yakin bapak tidak mungkin pacaran dengan Anisa, karena itu akan membuat bapak rugi sendiri." ucap Rida.
Dika mendekati Anisa. Dika memegang tangan Anisa.
__ADS_1
"Saya dengan.../ Kami tidak pacaran, tidak mungkin aku pacaran dengan orang yang lebih tua apa lagi itu adalah guru ku sendiri. Itu tidak akan mungkin. Saya sudah memiliki pacar yang bernama Candra Kalian semua tau itu." ucap Anisa.
Dika terkejut dengan pengakuan Anisa. Anisa melepaskan tangan Dika.
"Pak Dika hanya di suruh orang tua ku untuk menjaga ku, dia juga guru privat." ucap Anisa. Semua orang merasa Lega.
"Sudah cukup? kurang apa lagi? Apa kalian sudah percaya?" tanya Anisa.
"Tidak mungkin lah pak Dika mau sama kamu." ucap Rida.
"Sudah semua nya kembali ke tempat duduk masing-masing." ucap Dika. Pelajaran di mulai.
"Maafin aku Kak, aku minta maaf." batin Anisa.
Sekolah hari ini selesai. Waktu nya pulang, Anisa langsung pergi membawa mobil nya meninggal kan Dika Tampa mengatakan apapun.
"Anisa kenapa menghindar dari ku, aku butuh penjelasan dari dia." batin Dika.
"Pak Dika." panggil guru. Dika menyusul guru itu.
"Kami minta maaf yah sudah menuduh dan mengira Bapak pacaran dengan Anisa." ucap guru itu.
"Sudah lupakan saja Bu." ucap Dika.
"Kami merasa tidak enak." ucap guru.
Cukup lama Dika berbincang-bincang dengan guru, banyak murid yang minta maaf juga.
Dika harus segera pulang karena di suruh oleh orang tua nya.
"Mamah masih di sini? Aku pikir Mamah sudah pulang." ucap Dika kepada Mamah nya yang masih di apartemen nya.
"Mamah sama papah mau mengajak kamu pulang. Kamu harus memperjelas hubungan kamu dengan Gisel." ucap Mamah nya.
"Sudah lah mah jangan memaksa aku dengan Gisel, aku dengan dia tidak ada hubungan apa pun." ucap Dika.
"Kamu harus memperjelas hubungan kamu dengan siapa pun itu selain Anisa, pokoknya kamu harus menikah cepat, Mamah tidak mau kamu lama-lama dengan Anisa." ucap mamah nya.
"Mah.. Kapan Mamah bisa mengerti aku?" ucap Dika.
"Mamah harus menikah kan kamu dengan cepat, akibat sering gonta-ganti pasangan kamu jadi sembarangan memilih pasangan." ucap mamah nya.
"Aku tidak mau pulang mah, aku di akan tinggal di sini. Aku juga belum selesai bekerja." ucap Dika.
__ADS_1
"Kamu sudah berangkat membantah mamah? pasti perempuan itu yang membuat kamu jadi seperti ini kan?" ucap Mamah nya.
"Berhenti membahas ini mah, aku capek, aku mau istirahat." ucap Dika langsung meninggalkan mamah nya di ruang tamu dan masuk ke kamar nya.