
Dika masih diam.
"Kamu berbicara apa? Sebelum nya Rida sudah sering memberikan hal-hal seperti ini." ucap Dika.
"Aku bisa melihat bapak seperti nya tertarik kepada Rida kan? Dia cantik, pintar, bisa masak, dan sangat suka memberikan Bapak kejutan..Selain itu dia juga menyukai bapak." ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Kenapa kakak malah tersenyum?" ucap Anisa mendorong Dika ke tembok dan menahan dengan kedua tangan nya walaupun sedikit jinjit.
Dika tegang karena tatapan Anisa.
"Aku tidak suka melihat bapak tebar-tebar pesona di depan perempuan lain, aku juga gak suka Bapak merespon perempuan terlalu berlebihan." ucap Anisa.
"Tebar pesona bagaimana? Saya tidak melakukan apapun..Saya merespon mereka apa adanya tidak berlebihan." jawab Dika.
"Ssssstttt!!! Jangan banyak protes, kalau masih mau hidup bapak aman dan tentram bersama saya, jangan tersenyum kepada orang lain." ucap Anisa.
Dika langsung mengubah wajah nya menjadi sangat datar.
"Seperti ini cukup bagus." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang.
"Jangan berani-berani nya tersenyum kepada orang lain, karena aku akan memantau terus." ancam Anisa. Dia menjauh dari Dika keluar dari ruangan Dika.
Dika melihat Anisa keluar dengan tatapan bingung.
"Anisa, Anisa..." ucap Dika sambil mengusap wajah nya sambil tersenyum membayangkan tingkah Anisa yang sangat lucu ketika cemburu.
"Ingat pesan ku!" ucap Anisa tiba-tiba membuka pintu hanya menunjukkan wajah nya. Dika langsung memasang wajah datar lagi.
"Nah seperti itu, pacar yang baik." ucap Anisa menutup pintu dan pergi.
Dika duduk di kursi nya.
"Apa yang sudah merasuki Anisa? Bisa-bisa nya dia seperti itu." ucap Dika sambil tersenyum.
Waktu nya pulang sekolah...
"Ekhem-Ekhem..." Anisa menyusul Dika dan Rida yang sedang berbincang-bincang di parkiran.
Dika melihat Anisa dia langsung terdiam.
"Kamu ngapain?" tanya Rida.
"Aku ada urusan dengan Pak Dika." ucap Anisa.
"Sebaiknya kita membahas ini besok yah Rida, kamu pulang saja." ucap Dika.
"Baik pak, sampai jumpa Besok." ucap Rida menatap sinis kepada Anisa.
Anisa menatap Dika.
"Dia hanya bertanya tentang pelajaran seperti biasa." ucap Dika.
__ADS_1
"Kakak tidak ingat kata-kata ku tadi?" tanya Anisa.
"Ingat Anisa, tapi dia yang mengejar saya ke sini." ucap Dika.
"Aku tidak percaya, pasti kakak yang menyusul dia." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.
"Kamu tau Rida seperti apa kan? Mana mungkin saya mengejar dia." ucap Dika.
"Aku tidak perduli, aku tidak mau lagi berbicara dengan kakak, aku pulang dulu." ucap Anisa langsung masuk ke dalam mobil nya dengan wajah marah.
"Anisa... Anisa.. dengerin dulu." Dika langsung masuk ke dalam mobil Anisa.
"Turun! Ngapain sih di sini?" ucap Anisa dengan kesal.
"Saya tidak akan turun sebelum kamu mendengar kan penjelasan saya, kamu harus percaya kalau saya hanya mencintai kamu." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tau Pria Tampan, kaya seperti kakak ini pasti memiliki sifat play boy." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang sambil mengusap rambut nya.
"Saya ingin pulang bersama kamu." ucap Dika langsung bersandar di tempat duduk.
"Aku gak mau, kakak pulang saja sama Rida." ucap Anisa.
Dika menatap Anisa.
"Kamu aneh deh hari ini, kamu mencari masalah mulu, marah-marah tidak jelas. Kamu cemburu kan?" tanya Dika.
"Enggak ah ngapain aku cemburu, kalau kakak selingkuh aku juga bisa selingkuh." ucap Anisa.
"Bodo amat ah, aku mau pulang.. Turun sana." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Hari ini saya mau ikut kamu." ucap Dika.
"Aku tidak mau membawa Kakak." ucap Anisa.
"Kamu harus mau, karena kalau kamu tidak mau saya akan mencium kamu sampai Bibir kamu bengkak." ucap Dika.
"Tiba-tiba pintu terbuka di bagian Dika.
"Pak Dika." ucap Putri kaget. Begitu juga dengan Dika yang kaget.
"Kamu ngapain?" tanya Dika.
"Saya pulang dengan Anisa Pak. Bapak ngapain di sini? Ada Anisa juga.. Membahas pelajaran yah?" ucap Putri.
Dika menganguk.
"Anisa akan Telat pulang, kamu naik kendaraan umum saja." ucap Dika memberikan uang seratus.
"Loh ini kebanyakan Pak." ucap Putri.
"Sisanya untuk kamu." ucap Dika langsung menutup pintu mobil.
__ADS_1
Anisa menghela nafas panjang melihat Dika.
Dika meminta Anisa bertukar tempat duduk dengan nya, awal nya Anisa tidak mau namun Dika lagi-lagi mengancamnya.
Mereka pun pergi menggunakan mobil Anisa.
"Pak Dika dengan Anisa satu mobil. Mereka mau kemana? Kenapa kelihatan nya sedang terjadi sesuatu di antara mereka berdua?" ucap Putri.
"Loh kita mau kemana?" tanya Anisa melihat ke arah yang berbeda.
"Saya harus ke kantor sebentar, kamu harus ikut dengan saya." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau, aku mau pulang." ucap Anisa.
"Sebagai pacar yang baik. kamu harus menuruti kata-kata pacar kamu." ucap Dika.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di parkiran.
"Kamu yakin gak mau turun? Ini kesempatan kamu untuk tau lebih banyak tentang saya." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Berpakaian SMA seperti ini akan membuat semua orang menertawakan saya." ucap Anisa.
"Baiklah kalau kamu tidak ingin ikut keluar. Tapi kamu jangan pulang duluan, saya hanya sebentar." ucap Dika.
"Baiklah, asalkan nanti kakak harus membeli kan Apa yang aku inginkan." ucap Anisa.
"Tumben banget, kamu pengen apa?" tanya Dika.
"Pengen Jam Tangan branded." ucap Anisa.
"Baiklah kalau begitu." ucap Dika..
"Kakak yakin mau beliin?" tanya Anisa. Dika menganguk.
"Apa saya pernah berbohong? Saya butuh kamu untuk membantu menghabiskan uang saya." ucap Dika.
Anisa memukul Dika sambil tersenyum.
"Pas banget, aku juga sudah bosan dengan Baju-baju ku, aku ingin membeli yang baru." ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Kalau begitu kamu tunggu Di sini." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Iyah sayang, kamu tidak perlu takut. Aku pasti menunggu." ucap Anisa dengan mode manja dan suara yang halus.
Dika tiba-tiba mau mencium Anisa. "Kakak mau ngapain?" ucap Anisa kaget menahan badan Dika.
"Jangan menggoda saya seperti itu karena kamu dalam bahaya." ucap Dika.
"Humm baiklah, dasar pria mesum." ucap Anisa.. Dika menghela nafas panjang. Dia mengelus kepala Anisa dan keluar dari dalam mobil.
Baru saja turun dari mobil dia sudah di sambut oleh semua karyawan yang ada di luar.
"Humm tidak salah juga aku memilih Guru ku menjadi pacar ku, ternyata di Balik ke polosan nya ada hal-hal yang benar-benar luar biasa, termasuk sifat mesum nya yang selalu membuat ku takut." ucap Anisa.
__ADS_1
"Ini perusahaan besar banget sih, aku yakin sih orang tua pak Dika pasti sangat bangga punya anak seperti pak Dika." ucap Anisa.