Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 155


__ADS_3

Sementara di tempat lain Putri Tidak bisa tidur sama sekali, dia mengingat kejadian pulang sekolah tadi.


"Arya apa-apaan sih? kenapa dia membuat aku seperti ini? dia sudah membuat ku tidak bisa tidur sama sekali!" ucap Putri dengan kesal.


"Lagian kenapa aku memikirkan dia sih? Aku sangat benci dia, aku tidak ingin mengingat dia! sangat menjengkelkan sekali!" ucap Putri.


"Nak... Kamu kenapa berteriak sendiri? Ada apa?" tanya ibu nya mengetuk pintu kamar nya karena Putri berteriak cukup keras.


"Enggak kok Bu, ini lagi Nonton." ucap Putri.


"Ini sudah malam, waktu nya tidur nak." ucap ibu nya.


"Iyah Bu " ucap Putri dari dalam kamar nya. Putri menghela nafas panjang beberapa kali. "Kamu harus tidur Putri stop memikirkan Arya yang membuat hari-hari mu kesal." ucap Putri kepada diri nya sendiri.


Dia mematikan lampu dan akhirnya tertidur walaupun harus menunggu lama, butuh usaha untuk memejamkan mata nya.


Keesokan harinya... Putri dan Anisa sudah di sekolah.


"Arya kok gak datang yah?" ucap Anisa melihat kursi Arya kosong.


"Selamat pagi semua nya.." Guru masuk.


"Pagi Bu." jawab siswa.


"Oh iya Arya hari ini tidak masuk ke kelas karena dia sakit. Kita langsung mulai saja pelajaran nya." ucap guru nya.


"Loh kok bisa sakit sih? Perasaan kemarin sehat." ucap Anisa. "Waktu dia nganterin aku pulang juga dia kelihatan nya sehat kok. ini tiba-tiba langsung sakit sih." ucap Putri.


Mereka berdua kebingungan kenapa Arya bisa sakit mendadak.


Di tempat lain Tri sedang di ajar kan apa saja pekerjaan nya. Mereka semua harus sabar mengajari Tri yang baru saja bekerja.


Tri beberapa kali melakukan kesalahan yang membuat Karyawan lain nya kesal, namun dia berusaha untuk membersihkan kesalahan yang dia buat setelah itu belajar lagi.


Di pagi hari baru saja bekerja sudah dua karyawan yang marah kepada dia sehingga dia jadi sangat takut dia bingung harus bagaimana.


Dia berfikir pekerjaan nya hanya bersih-bersih, namun semua kerja berat di lakukan oleh nya.


Dia baru saja istirahat namun sudah ada kerjaan baru lagi, dia sampai melakukan kesalahan karena sudah lelah.


Tidak terasa sudah siang..

__ADS_1


Dika melihat jam di handphone nya. Dia sudah duduk di depan Laptop nya ber jam-jam dan sekarang dia sudah sangat lapar sekali.


"Apa yang harus saya makan?" ucap nya menoleh ke arah dapur. "Sekarang Anisa sudah makan apa belum yah?" batin Dika.


Dia menghubungi Anisa.


"Halo..." Jawab Anisa.


"Kamu masih belajar? Kamu sudah makan siang?" tanya Dika.


"Udah kok kak tadi di beliin sama Putri." ucap Anisa.


"Tumben Putri. Arya mana?" tanya Dika.


"Arya sakit kak, mendadak banget sih soalnya kemarin dia sehat-sehat saja ." ucap Anisa.


"Mungkin demam tiba-tiba." ucap Dika.


"Setelah pulang sekolah aku akan menjenguk dia terlebih dahulu." ucap Anisa. "Baiklah saya akan mengantar kan kamu." ucap Dika.


"Tidak perlu kak, aku bawa mobil sendiri. Kakak juga pasti lagi bekerja, aku tidak ingin jadi beban kepada kakak." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Baiklah kalau begitu." ucap Dika. Anisa tersenyum.


"Saya belum makan." ucap Dika. "Loh kenapa belum makan?" tanya Anisa.


"Saya tidak tau mau makan apa." ucap Dika.


"Bagaimana kalau aku pesan kan makanan dari luar saja?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu, saya akan masak yang ada saja." ucap Dika. "Ya udah kalau begitu, aku harus masuk ke kelas sekarang." ucap Anisa.


"Baiklah, semangat belajar nya." ucap Dika. Anisa tersenyum dan langsung mematikan sambungan telepon.


"Kamu habis nelpon sama Pak Dika yah?" tanya Putri kepada Anisa. Anisa tersenyum sambil mengangguk.


"Kamu sama pak Dika semakin hari semakin saling mencintai. Aku senang deh melihat nya." ucap Putri.


"Kamu sama Arya kapan jadian nya?" tanya Anisa.


"Maksud kamu apa?" tanya Putri.

__ADS_1


"Tidak perlu berpura-pura bodoh seperti itu lah, aku tau kok kalau kamu sama Arya saling suka." ucap Anisa.


Putri menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin, kamu selalu berfikir yang aneh-aneh." ucap Putri. Anisa tersenyum.


"Kamu yakin gak mau jujur sama aku? Aku tau kok kalau kamu mencintai Arya." ucap Anisa lagi. Putri menggeleng kan kepala nya.


"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh deh. Tidak mungkin, lagian aku gak suka sama Arya dia sangat mengesalkan sekali." ucap Putri.


"Yakin?" tanya Anisa. Putri mengangguk. Anisa tersenyum.


"Kita lihat saja nanti sampai berapa lama kamu akan membohongi perasaan kamu sendiri." ucap Anisa.


"Sudah jangan membahas itu, aku dengan Arya hanya teman biasa tidak lebih!" ucap Putri. "Ya udah deh Iyah, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam." ucap Anisa.


Mereka masuk ke kelas dan duduk di kursi masing-masing.


Tidak beberapa lama waktu nya pulang. "Aku mau menjenguk Arya ke rumah nya, kamu mau ikut gak?" tanya Anisa kepada Putri.


Putri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau." ucap Putri. "Loh kenapa? kan gak jauh dari rumah kamu." ucap Anisa. Putri tetap menggeleng kan kepala nya.


"Ya udah deh kalau kamu gak mau, ayo bareng aku saja pulang nya, aku juga melewati rumah kamu." ucap Anisa.


Putri mengangguk dia masuk ke dalam Mobil Anisa. "Kenapa pak Dika tidak mengantar kamu?" tanya Putri.


"Dia bekerja." ucap Anisa. "Oohh bekerja." ucap Putri.


"Sebenernya aku juga bingung dengan hubungan ku sendiri." ucap Anisa.


"Kenapa? Bukan nya sekarang sudah baik-baik saja?" tanya Putri.


"Humm aku dengan kak Dika memang baik-baik saja Tapi tidak dengan keluarga kami." ucap Anisa.


"Kamu sudah tau banyak tentang kak Dika bukan? Orang tua nya tidak setuju dengan hubungan kami. Sekarang kami tinggal diam-diam agar tidak ketahuan." ucap Anisa.


"jalanin saja dulu sampai mana, kalau jodoh tidak kemana." ucap Putri. "Hum kamu benar juga sih, Tapi ini tidak berlaku untuk kamu dan Arya." ucap Anisa.


Putri menghela nafas panjang. "Kenapa harus membahas Arya dan aku sih? Apa lagi hubungan nya?" tanya Putri.


"Kamu dengan Arya harus saling jujur kalau memiliki perasaan. Aku bisa melihat kalau Arya menyukai kamu, Aku juga bisa tau kalau sebenarnya kamu gengsi untuk jujur dan dekat dengan Arya kan?" tanya Anisa.


Putri menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Kamu sok tau banget sih, aku sudah bilang kalau aku dengan Arya hanya teman biasa, tidak lebih dari itu, aku sudah pernah bilang juga kalau aku tidak akan berpacaran dengan teman ku sendiri." ucap Putri.


__ADS_2