
"Kamu sengaja menggoda saya yah?" tanya Marsel. Tri berbalik dia menatap Marsel.
"Menggoda bapak? aku sama sekali tidak kefikiran ke sana!" ucap Tri. Dia tidak berselera makan dia mencuci tangan nya ke dapur.
Setelah selesai dia terkejut melihat di belakang nya sudah ada Marsel.
"Aaaa!!" Dia kaget karena Marsel menaik kan tubuh nya ke wastafel.
"Apa yang bapak lakukan? Lepaskan aku!" ucap Tri. Marsel tersenyum dia mengelus wajah Tri.
"Saya hanya memiliki cara ini agar kamu mau bersama saya." ucap Marsel.
"Apa maksud bapak? Jangan berfikir yang aneh-aneh yah Pak!" ucap Tri. Marsel tersenyum.
Marsel tersenyum dia mau mencium bibir Tri namun Tri tidak mau, Marsel berusaha melakukan hal yang membuat Tri ketakutan.
"Pak aku mohon lepas kan aku, aku mohon." ucap nya terus menangis namun tidak di hiraukan oleh Marsel dia terus menciumi leher Tri tampa menghiraukan apapun yang di katakan oleh Tri.
Tri memohon tidak ada gunanya, berontak kekuatan Marsel jauh lebih kuat.
"Baiklah-baiklah aku akan mau menjadi pacar bapak, aku akan mengikuti semua permintaan bapak asalkan Bapak melepaskan saya." ucap Tri.
Marsel berhenti dia menoleh ke arah Tri.
"Kamu serius?" tanya Marsel. Tri dengan wajah takut hanya bisa mengangguk.
"Kalau kamu mengatakan nya dari tadi saya tidak akan melakukan hal yang kasar kepada kamu." ucap Marsel sambil mengelus pipi Tri.
Tri menepis nya. Marsel tertawa kecil.
"Kalau begitu Kita sudah resmi berpacaran. Kamu tau kan Apa yang di lakukan oleh orang pacaran itu seperti apa? Kamu sudah dewasa kamu tentu tau." ucap Marsel langsung.
"Ma-maksud bapak bagaimana? Aku tidak mau melakukan nya, aku dengan bapak belum menikah." ucap Tri.
Marsel tersenyum. "Kamu terlalu berfikiran kotor. saya juga tau kalau sebelum menikah tidak boleh melakukan hubungan seperti yang ada di pikiran kamu. Tapi kalau pacaran sudah pasti melakukan hal-hal yang romantis." ucap Marsel.
"Aku hanya pacar bayaran bapak, kenapa harus seperti itu?" tanya Tri.
"Ssttt!!! Kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu mau menuruti semua apa yang saya katakan!" ucap Marsel.
"Tidak apa-apa Tri ini hanya satu bulan, kamu pasti Tahan." ucap Tri kepada diri nya sendiri.
Akhirnya dia menginyakan.
"Baiklah." ucap Tri. Marsel tersenyum.
"Selama kita pacaran saya akan tinggal di sini, satu kamar dengan kamu." ucap Marsel.
Tri terkejut namun Marsel langsung mengingatkan apa perjanjian mereka. Tri tidak bisa mengelak akhirnya dia menginyakan.
"Baiklah Pak." ucap Tri.
__ADS_1
Marsel tersenyum.
"Saya Sudah selesai mandi, tolong kamu ambil kan pakaian daya." ucap Marsel. "Pakaian? Di rumah ini tidak ada pakaian Bapak." ucap Tri.
Marsel tersenyum. "Saya sudah meletakkan pakaian saya sebelumnya di dalam kamar kamu." ucap Marsel.
Tri menghela nafas panjang. Dia langsung turun dari wastafel mendorong Marsel.. Marsel tersenyum dan mengikuti Tri ke teman tidur.
"Marsel berpakaian di dalam kamar, Tri Langsung berbalik. Marsel senyum-senyum.
Marsel naik ke tempat tidur. Sementara Tri langsung mengambil bantal dan Selimut nya.
"Aku akan tidur di Luar." ucap Tri.
"Kamu tidak mengingat kalau kita sudah pacaran? Perjanjian kita juga kalau dalam satu bulan ini saya akan tidur di sini bersama kamu, satu kamar dan satu Kasur." ucap Marsel.
"Tapi Pak."
"Saya tidak akan melakukan apapun kalau tidak ada Ijin dari kamu, saya juga tidak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh kepada perempuan yang saya sukai." ucap Marsel.
Tri mendengar itu diam. Marsel menarik tangan Tri ke tempat tidur.
Tri tidur di kasur, dia memilih sedikit ke pinggir sekali.
"Kalau kamu terlalu pinggir kamu akan jatuh." ucap Marsel.
Tri membelakangi Marsel.
"Seorang pacar itu setiap malam mau tidur pasti mengucap kan selamat malam bukan?" ucap Marsel.
Tri menghela nafas panjang. "Kalau begitu selamat malam, mimpi indah." ucap Tri.
Marsel tersenyum dia langsung tidur sambil memeluk Tri dari belakang.
Tri sama sekali tidak bisa tidur karena Marsel.
Sepanjang malam dia tidak bisa tidur. Namun yang membuat dia kaget adalah ternyata Marsel tidak bisa tidur sama sekali dengan nyenyak.
Marsel selalu mengigau. Sesekali dia menjerit namun Tri tidak nyaman dengan keributan yang di timbulkan oleh Marsel.
Dia menepuk-nepuk punggung Marsel, membawa nya ke pelukan nya.
Marsel bisa diam di pelukan Tri sampai besok pagi.
Marsel di pagi hari nya bangun terlebih dahulu dia melihat Tri tidur di samping nya.
Dia tidur di pelukan Tri. Marsel tersenyum melihat Tri tidur.
"Aku harus membuat Tri jatuh cinta kepada ku." ucap Marsel dalam hati.
Tri merasa wajah nya di sentuh dia bangun.
__ADS_1
"Apa yang bapak lakukan?" tanya Tri kaget.
"Tidak ada, kamu sangat cantik ketika tidur. Wajah galak ini tidak terlihat." ucap Marsel.
Tri mendorong Marsel.
"Aku akan memberi tau semua nya kepada Anisa." ucap Tri.
"Kalau kamu memberi tau nya kepada Anisa, kamu akan saya berikan hukuman yang akan kamu ingat selama nya." ucap Marsel.
Tri kesal dia memukul dada Marsel dan langsung turun dari atas kasur.
"Kamu mau kemana?" tanya Marsel.
"Tidak kemana-mana." ucap Tri masuk ke kamar mandi.
Marsel tersenyum.
Sementara di tempat lain Anisa baru saja bangun dia menoleh ke arah samping nya.
"Kemana dia?" Anisa melihat ke seluruh ruangan nya namun tidak ada.
"Morning sayang..." Tiba-tiba Dika masuk ke kamar. Anisa melihat Dika membawa sarapan untuk nya.
"Nih sarapan dulu yah " ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Apakah ini cara kakak membujuk ku?" tanya Anisa. Dika menganguk sambil tersenyum.
"Saya tidak ingin kamu marah kepada saya, jangan marah lagi." ucap Dika.
Anisa diam. "Kenapa kamu Diam? kamu tidak mau memaafkan saya?" tanya Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku masih kesal." ucap Anisa sambil memakan sarapan nya.
Dika menghela nafas panjang.
"Baiklah." ucap Dika.
Setelah beberapa hari akhirnya Anisa selesai makan.
"Hari ini Kakak tidak ada kegiatan apapun kan?" tanya Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada, kenapa?" tanya Dika.
"Aku ingin bertemu dengan Boni, aku juga yakin dia sudah merindukan kita." ucap Anisa.
"Baiklah kalau begitu." ucap Dika.
Sebenernya Dika juga merindukan anak nya itu. Namun karena marahan dengan Anisa dia berfikir kalau Anisa tidak mau ikut dengan nya ke sana.
Mereka berdua siap-siap mau berangkat. Anisa terlebih dahulu menyiapkan pakaian untuk Dika.
__ADS_1
Setelah itu mengurus badan nya sendiri. Dika menunggu cukup lama di sana.