Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 110


__ADS_3

"Oohh." ucap Dika.


"Huff untung saja Kak Dika percaya, kebetulan juga Putri ke sini, jadi aku bisa membuat alasan. Aku tidak ingin kak Dika salah paham dan semua nya terjadi konflik." batin Anisa.


"Kamu sudah menghubungi kak Marsel?" tanya Dika.


"Oohh itu, udah kok kak, aku melarang nya ke sini." ucap Anisa.


"Loh kenapa? Kak Marsel Akan tambah marah kalau begitu." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, Kakak tenang saja." ucap Anisa. Dika diam.


"Aku tidak ingin dia marah kepada kakak mau pun kepada ku. Itu sebabnya aku ingin menyembunyikan hubungan kita terlebih dahulu sebelum kak Marsel benar-benar mengerti kepada ku."' ucap Anisa.


"Maafin saya yang sudah memaksa kamu agar mengakui hubungan kita ini." ucap Dika, Anisa mendekati nya.


"Tidak apa-apa kok, bukan kah semua resiko hubungan kita sudah harus dijalani sama-sama?" ucap Anisa.


Dika mengangguk dia mengelus rambut Anisa.


"Terimakasih sudah mau menerima saya apa adanya." ucap Dika.


"Siapa coba yang tidak mau menerima pria se sempurna Kakak? Justru aku yang sangat berterimakasih sudah mau menerima ku, selalu bersama ku dan sabar menghadapi Sifat ku yang cukup Buruk dan sangat menyebalkan ini." ucap Anisa.


Dika membawa Anisa ke pelukan nya, kita adalah pasangan yang saling beruntung." ucap Dika. Anisa tersenyum.


"Aku berterimakasih yah sama kakak, aku bisa seperti sekarang ini semua berkat kakak, semua karena saran dari kakak." ucap Anisa.


Dika mengangguk.


Kedua nya duduk menonton TV sama-sama. Mereka berdua sangat fokus. Dika melihat ponsel Anisa yang hidup namun tidak ada bunyi.


Anisa kalau sudah sangat fokus menonton dia tidak perduli dengan orang sekitar nya, Dika memerhatikan banyak notifikasi masuk ke handphone Anisa Tampa di ketahui Anisa.


"Anisa!" panggil Dika. Namun Anisa tidak mendengar dia fokus kepada flim yang ada di TV.


Dari pada handphone Anisa mengganggu kenyamanan nya, dika mematikan handphone Anisa dan merangkul pinggang Anisa sambil fokus menonton TV.


Di apartemen Candra. "Huff Anisa kemana sih? Seperti nya dia sudah tidur." ucap Candra.


"Aku sebenarnya salut dengan perubahan Anisa sekarang, hanya saja dia jadi jarang memiliki waktu bersama ku." ucap Candra.

__ADS_1


"Aku bosan di kama saja, sebaik nya aku meminta Dika menemani ku untuk minum." ucap Candra.


Di depan TV Dika dan Anisa sedang menonton film romantis. Mereka sedang berciuman. Anisa pura-pura memalingkan pandangannya.


Dika tiba-tiba mencium bibir Anisa seperti yang di TV. Anisa terkejut namun dia tidak menolak sama sekali.


Lagi asik handphone Dika berbunyi. "Huff menganggu saja!" ucap Dika mematikan nya, namun di telpon lagi.


"Jawab saja, siapa tau sangat penting." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang dia melihat siapa yang menelpon nya.


"Siapa kak?" tanya Anisa sambil melihat ke layar handphone. Kedua nya langsung terdiam.


"Jawab saja siapa tau ada yang penting." ucap Anisa. Dika menjawab nya.


"Halo Bro, kamu di mana? aku mau ngajakin kamu minum, aku sedang kesepian, datang lah ke tempat biasa kita minum." ucap Candra dan langsung mematikan handphone.


Dika meletakkan handphone nya dia menatap Anisa.


"Kamu tidak ingin mengatakan apapun kepada saya?" tanya Dika.


"Apa yang harus aku katakan? aku rasa tidak ada yang perlu di katakan." ucap Anisa.


"Kamu sudah tau kan kalau Candra kembali ke Indonesia?" tanya Dika.


"Iyah aku sudah tau kak, aku tau dari teman-teman nya." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kamu dengan dia? Apa kah belum ada kejelasan, lalu bagaimana dengan hubungan kita berdua?" tanya Dika.


"Aku tidak ingin membahas itu sekarang kak, sebaiknya kakak pergi menemui dia. Aku yakin Candra pasti menunggu kakak." ucap Anisa.


"Apa kamu tidak ingin ikut? Apa kamu tidak ingin memperjelas semua nya?" tanya Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku di rumah saja, aku tidak ingin bertemu dengan nya." ucap Anisa.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Dika. Dia segera siap-siap.


"Kakak hati-hati di jalan, jangan pulang terlalu larut." ucap Anisa. Dika mengangguk. "Baiklah cantik." ucap Dika mengelus rambut Anisa.

__ADS_1


Dika mencium pipi Anisa, kening dan bibir nya setelah itu pergi. Anisa tersenyum sambil melambai kan tangan nya.


"Semoga saja tidak ada yang terjadi di kemudian hari. Aku yang membuat semua nya serumit ini, namun aku sendiri yang seperti lari dari masalah." ucap Anisa dalam hati.


"Huff sudah lah tidak ada juga Guna nya aku menyalah kan diri sendiri, ini semua sudah terjadi, aku harus menghadapi nya apapun yang terjadi nanti." ucap Annisa.


Candra di dalam mobil dia sedang memikirkan jawaban Anisa.


"Kenapa aku berfikir kalau Anisa masih ingin bersama Candra? Apa karena ketakutan ku saja? Tapi aku melihat dia tidak ingin membahas itu karena dia mencintai Candra." batin Andre.


"Lagian itu adalah hal yang wajar, Anisa mencintai Candra karena mereka sudah lama bersama. Sementara saya. Saya hanya lah orang baru yang datang mengambil pacar teman saya sendiri." ucap Dika.


"Kenapa Dika? Kenapa harus pasangan teman kamu sendiri, sangat banyak perempuan di luar sana." ucap Dika kesal sendiri.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di club tempat Candra. Dia masuk sudah di sambut oleh perempuan-perempuan yang kerja di sana.


"Dika.." Candra mengangkat tangan nya agar Dika bisa melihat nya.


"Apa kabar?" tanya Dika.


"Baik, kamu sendiri bagaimana? Kamu cukup lama ke sini. Apa sesuatu terjadi di jalan, sementara apartemen kamu sangat dekat ke sini." ucap Candra.


"Aku dari rumah orang tua ku ke sini, jadi cukup lama " ucap Dika.


"Oohh begitu. Silahkan di minum." ucap Candra. Dika mengangguk dia meminum satu gelas.


"Aku meminta kamu ke sini karena ingin bertanya tentang Anisa." ucap Candra.


"Tentang apa?". tanya Dika.


"Aku pikir selama aku di sana, kamu menjaga Anisa dengan baik, kamu pasti sering memantau nya. Apa kamu pernah melihat Anisa pergi berkencan dengan seorang pria?" tanya Candra.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Sebenarnya aku jarang melihat Anisa, aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku, lagian Anisa juga sibuk dengan sekolah nya, mana sempat dia pacaran dengan orang lain." ucap


Dika.


"Huff bagus deh kalau begitu, aku sangat lega mendengar nya." ucap Candra.


"Apa ada masalah?" tanya Dika. Candra mengganguk.

__ADS_1


"Aku merasa Anisa memiliki pasangan yang lain, sekarang dia sudah dia sudah sangat berubah sekali." ucap Candra.


"Berubah bagaimana?" tanya Dika. N


__ADS_2