Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 116


__ADS_3

"di mana dia? Aku ingin bertemu dia, secantik apa sih dia sampai kamu mati-matian mau memperjuangkan hubungan dengan dia." ucap Lani.


"Dia cantik, dia baik, dia selalu ada untuk ku,. dan juga menunggu ku." ucap Candra. Lani menghela nafas panjang.


"Humm aku mengerti, tapi jangan lupa kalau kita sudah di jodohkan, orang tua ku dan orang tua mu sudah sepakat, aku tidak memiliki alasan untuk menolak, aku hanya mengandalkan kamu, semoga saja cinta kamu dengan Anisa cukup kuat sehingga bisa membatalkan pernikahan kita ini." ucap Lani.


"Aku berharap nya seperti itu, tapi sekarang hubungan ku dengan Anisa bisa di katakan cukup tidak baik." ucap Dika.


"Loh kenapa bisa?" tanya Lani. "Mungkin dia masih marah kepada ku." ucap Dika.


"Huff kalau seperti itu kita tidak ada pilihan lain." ucap Lani.


"Apa kamu tidak bisa membantu?" tanya Dika.


"Aku sudah berusaha sampai aku putus dengan pacar ku, namun tidak ada hasil nya juga." ucap Lani.


Dika menghela nafas panjang. Tiba-tiba handphone Lani berbunyi telpon dari kedua orang tua nya.


Mereka berpura-pura harus baik-baik aja, semua nya berjalan seperti rencana orang tua nya.


Sementara di rumah Anisa. Dika bangun dia melihat Boni masih tidur di samping nya.


Dia tersenyum. Dika tidak melihat Anisa di tempat tidur nya.


"Ini baru jam berapa? kenapa dia sangat cepat bangun?" ucap Dika. perlahan ia turun dari kasur agar Boni tidak terbangun.


Setelah keluar dari kamar mandi dia keluar dari kamar. Dika tidak terlalu memperdulikan Anisa, dia ingin membuat kopi sendiri ke dapur.


Namun saat melewati tangga dia melihat Anisa tidur di sofa.


"Loh? kenapa dia tidur di sini?" ucap Dika, ia mendekati nya. Anisa masih sangat nyenyak sekali.


"Apa dia tidur sepanjang malam di sini?" ucap Dika. Dia mematikan TV.


namun tidak sengaja dia menjatuhkan remote di atas meja sehingga membuat Anisa terbangun.


Anisa membuka matanya sebentar. Melihat Dika dia tersenyum.


"Kakak sudah bangun?" ucap Anisa. Dika langsung berdiri dia hanya diam.

__ADS_1


"Saya minta maaf sudah membangun kan kamu." ucap Dika.


Anisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu setelah itu dia lanjut tidur lagi. Lupa kalau Boni ada di rumah itu dan harus di rawat oleh nya.


Dika membuat Minum tiga gelas namun Anisa tak kunjung bangun, akhirnya Dika mengantarkan ke Boni.


"Selamat pagi Boni..." ucap Dika. Boni bangun dia melihat Dika duduk di samping nya.


"Pagi juga Om." ucap Boni.


"Bagaimana tidur nya? Nyenyak gak? Nih om buatin Susu dan roti untuk kamu." ucap Dika.


"Terimakasih banyak om, tempat ini sangat nyaman, kasur nya juga hangat tidak seperti di panti, aku sangat nyaman." ucap Boni.


Dika tersenyum. "Kamu tidak perlu khawatir, suatu saat nanti kamu pasti bisa ikut dengan Om." ucap Dika.


"Bagaimana aku bisa ikut dengan Om dan Tante Anisa, sementara sekarang saja Tante dan om seperti nya berantem." ucap Boni.


Dika langsung terdiam.


"Om dengan Tante Anisa tidak berantem kok." ucap Dika.


"Kalau tidak berantem kenapa om mendiam kan Tante Anisa? Membiarkan Tante Anisa tidur di luar. Kan kasian." ucap Boni.


Boni menatap wajah Dika. "Aku ingin Om sama Tante Anisa..Aku sangat bisa melihat kalau om dan Tante sangat saling mencintai satu sama lain." ucap Boni.


"Terimakasih. Om janji gak akan marahan lagi sama Tante Anisa." ucap Dika. Boni tersenyum.


"Ya udah kalau begitu, habis kan dulu nih, setelah itu ke kamar mandi dan turun sarapan ke bawah." ucap Boni.


"Baik Om." ucap Boni sambil tersenyum. Dika memerhatikan Boni yang makan begitu lahap.


"Aku mandi dulu ya Om." ucap Boni. Dika membiarkan Boni masuk ke kamar mandi, sementara dia langsung keluar dari kamar.


"Kak.." ucap Anisa yang ternyata sudah bangun. Dika menatap Anisa sekilas dia langsung berjalan ke dapur.


Anisa langsung mengikuti ke dapur. "Kak, aku tidak bisa kalau kakak diam kan seperti ini terus, aku tidak tahan." ucap Anisa.


"Lalu apa yang kamu mau?" tanya Dika langsung. Anisa langsung terdiam seakan tidak bisa menjawab nya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan agar kakak tidak mendiam kan aku seperti ini? Aku minta maaf." ucap Anisa.


Dika menggeleng kan kepalanya.


"Sebelum kamu bisa memutuskan keputusan kamu, saya rasa hubungan kita tidak ada artinya." ucap Dika.


Anisa terdiam. "Kamu tidak ingin hubungan kita ini berjalan dengan baik, kamu tidak menghargai saya di sini." ucap Dika.


"Aku sangat menghargai kakak, aku harus melakukan apa agar kakak bisa percaya kalau aku hanya mencintai kakak." ucap Anisa.


Dika terdiam sejenak. Dia menatap wajah Anisa yang sudah menahan tangis.


"Aku harap kalau kakak akan mengerti posisi ku sekarang ini, namun ternyata kakak yang sama sekali tidak percaya kepada ku." ucap Anisa.


"Aku mencintai Kakak, hanya saja untuk jujur tidak semudah itu, hubungan kakak dengan Candra akan hancur kalau tau tentang ini semua." ucap Anisa.


"Kamu masih memperdulikan Candra? apa kamu masih ingin kembali ke Pada nya?" tanya Dika.


"Aku tidak tau sekarang, aku tidak tau harus mengatakan nya bagaimana kak. Aku mohon kasih aku waktu dan jangan pernah memaksa ku seperti ini." ucap Anisa.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau, saya permisi." ucap Dika langsung pergi membawa tas dan semua barang-barang nya ke dalam mobil.


"Kak! Kak aku mohon jangan seperti ini. Aku hanya belum bisa memastikan apa yang sebenarnya aku ingin kan." ucap Anisa menahan tangan Dika namun Dika tetap memilih untuk pergi.


Anisa melihat Dika pergi dia menghela nafas panjang.


"Apa kak Dika harus semarah itu kepada ku? Itu bukan kak Dika yang aku kenal, aku tidak yakin itu adalah dia." ucap Anisa.


"Tante.. Om dika kemana? Aku mau minta minyak rambut, aku lupa bawa minyak rambut." ucap Boni.


Anisa melihat Boni seketika dia melupakan masalah nya.


"Ayo kita cari, Om Dika sudah kembali ke rumah nya karena dia akan bekerja." ucap Anisa.


"Oohh begitu yah Tante." ucap Boni.


"Iyah sayang, main nya sama Tante saja yah." ucap Anisa. Boni mengangguk.


Di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah.

__ADS_1


"Dika.. Dika.. Apa yang sudah kamu lakukan? Kamu berjanji tidak akan melukai perasaan Anisa, namun apa yang kamu lakukan sekarang?" ucap nya ke kepada diri nya sendiri.


"Tapi ini adalah Cara saya untuk membuka diri saya tidak terlalu sakit kalau suatu saat nanti Anisa kembali kepada Candra." ucap Dika.


__ADS_2