Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 142


__ADS_3

"sangat mengesalkan, aku sangat membencinya, aku tidak suka. Sudah dewasa bahkan sudah memiliki anak namun tidak bisa berfikir dewasa, untuk apa dia pacaran dengan ku kalau tidak bisa saling memperjuangkan." ucap Anisa sepanjang perjalanan menggerutu.


Namun tiba-tiba dia berhenti. "Loh aku kemana ini? Kok jadi tidak ada jalan? Perasaan aku kembali dari jalan yang di bawa oleh kak Dika tadi." batin Anisa.


"Saya memanggil kamu dari tadi, namun kamu abaikan. Jalan di sini sangat lah kecil sehingga sulit keluar. Ayo keluar dengan saya." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Ayo pulang, kamu mau di sini sampai malam?" ucap Dika. Anisa melihat sudah mulai gelap. Dia mengikuti Dika.


"Ayo berjalan di depan." ucap Dika, Anisa tidak mau dia tetap mau di belakang Dika.


Dika menghela nafas panjang melihat Anisa yang berjalan lebih jauh di belakang nya.


Tidak beberapa lama sampai di rumah Anisa langsung ke kamar mandi tidak menghiraukan Dika.


Tidak terasa sudah malam. Mereka baru saja selesai makan malam. Setelah selesai makan Anisa pamit pada Mamang mau istirahat duluan ke kamar.


Mamang menginyakan. Dika melihat Anisa pergi..


"Ada apa dengan non Anisa Tuan? kenapa non Anisa kebanyakan diam dan tidak tersenyum sama sekali." ucap Mamang.


Dika menoleh ke arah Mamang.


"Dia ingin saya kembali ke Jakarta, saya belum ingin kembali sebelum orang tua saya membatalkan perjodohan yang saya ceritakan kepada Mamang." ucap Dika.


"Kasian juga non Anisa Tuan." ucap Mamang.


"Saya tau Mang, hanya saja saya melakukan ini demi hubungan kami juga." ucap Dika.


"Mamang tau sendiri seperti apa orang tua saya." ucap Dika. Mamang terdiam sejenak. "Apa Orang tua Tuan tidak kapok kepada pengalaman nya mendapatkan menantu yang salah?" ucap Mamang dengan kesal.


"Saya juga tidak mengerti dengan pola Pikir mereka, saya tau kalau mereka perduli dan ingin yang terbaik kepada saya, hanya saja mereka tidak pernah membiarkan saya memilih masa depan saya sendiri." ucap Dika.


"Sudah Tuan tidak perlu memikirkan itu, sebaik nya Tuan segera membujuk Non Anisa keburu ngambek nya semakin menjadi. Kalau sudah ngambek. Urusan nya panjang." ucap Mamang.


"Anisa tidak mau berbicara dengan saya Mang, dia selalu meminta saya pergi dan jangan mengganggu nya." ucap Dika.


"Sebaiknya Tuan kembali saja dulu ke Jakarta, ini demi non Anisa.. Kasian kalau nilai nya berantakan." ucap Mamang.


"Buat sementara Tuan harus bersembunyi dari keluarga Tuan " ucap Mamang.


Dika memikirkan kata-kata Mamang.

__ADS_1


"Apa Tuan tidak kasian kepada Non Anisa? Dia sangat mencintai Tuan, dia melakukan apapun untuk Tuan, tapi dia hanya meminta Tuan pulang tidak bisa." ucap Mamang.


"Benar juga kata Mamang, sebagai laki-laki aku harus tegas. Aku harus bisa memperjuangkan cinta ku." ucap Dika.


"Nah gitu dong tuan. kalau begitu sebaiknya bujuk lah non Anisa." ucap Mamang.


"Saya akan merapikan ini dulu Mang." ucap Dika.


"Tidak perlu Tuan, saya bisa melakukan nya." ucap Mamang. Akhirnya Dika menyusul Anisa ke kamar.


Namun saat mau masuk pintu di kunci. "Aduhh di kunci dari dalam lagi." batin Dika.


"Anisa... Anisa... Buka pintu nya.." ucap Dika dari luar. Anisa berpura-pura tidak mendengar nya.


"Anisa buka pintu nya, saya mau berbicara dengan kamu." ucap Dika. "Aku gak mau bicara sama kakak, jangan mengganggu ku, aku mau istirahat." ucap Anisa.


"Buka pintu nya Anisa, Kalau Mamang melihat kita seperti ini sangat malu." ucap Dika. Anisa terdiam sejenak karena malu akhirnya dia membuka nya.


"Apa yang mau kakak bicara kan?" tanya Anisa membuka sedikit pintu.


"Ijin kan saya masuk terlebih dahulu, kita tidak akan bisa berbicara dengan baik, kalau seperti ini." ucap Dika, Anisa menahan pintu.


"Berbicara di sini saja." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Apa?! Kakak ngomong apa?" ucap Anisa kesal mau mencubit Dika namun Dika langsung mendorong pintu.


Anisa hampir saja jatuh namun langsung di tangkap oleh Dika.


Kaki Dika langsung menutup pintu agar Mamang to melihat nya.


Mata mereka bertemu. "Apa yang kamu lakukan? Untung saja kamu tidak jatuh ke lantai." ucap Dika.


Anisa berdiri dengan bagus.


"Terimakasih." ucap Anisa. Dika menatap Anisa sambil tersenyum tipis.


"Hanya begitu saja?" ucap Dika. Anisa menoleh ke arah Dika.


"Kalau kakak tidak ada urusan lain lagi, sebaiknya kakak keluar." ucap Anisa.


"Saya tidak mau keluar karena ini adalah kamar saya dan ini rumah saya." ucap Dika.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku yang akan keluar." ucap Anisa. Namun Dika langsung mengambil kunci pintu.


"Berikan pada ku!" ucap Anisa..Dika menggeleng kan kepala nya.


Anisa marah. "Anisa saya minta maaf kalau sudah membuat kamu kesal. Kamu berhenti lah marah, saya bingung harus bagaimana agar kamu tidak marah." ucap Dika.


Anisa mengabaikan Dika. Dia berdiri di depan jendela.


Dika mendekati dan memeluk nya dari belakang.


"Baiklah kalau begitu saya akan kembali ke Jakarta bersama kamu " ucap Dika.


Anisa langsung berbalik.


"Kakak serius?" tanya Anisa dengan wajah senang. Dika mengangguk.


"Tapi untuk sementara waktu saya Harus bersembunyi di rumah kamu." ucap Dika. "Tidak masalah. Aku bersedia menampung anak yang sedang kabur." ucap Anisa sambil tersenyum.


Dika menatap kesal. "Aku hanya bercanda, aku bisa kok menampung duda tampan plus mantan guru ku di rumah ku " ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Maaf-maaf, seperti nya kurang tepat." ucap Anisa. Dika Menaik kan alis nya.


"Aku lebih senang kakak tinggal bersama ku sebagai kekasih ku. Bukan sebagai guru, bukan sebagai kakak, atau guru Private." ucap Anisa.


Dika tersenyum dia langsung mencium bibir Anisa. Anisa juga membalas nya. Dika menutup Gorden jendela agar tidak ada yang melihat dari luar.


Perlahan dia membawa Anisa ke tempat tidur.


"Aaaa!!!!" Tiba-tiba Dika melepaskan bibir Anisa dan berteriak.


"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Dika sambil mengelus perut nya yang di cubit oleh Anisa.


"Ini adalah hukuman karena kakak sudah membuat ku cemberut dari sore tadi." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Lalu hadiah untuk saya yang mau pulang apa?" ucap Dika. Anisa mencium bibir Dika.


Lalu dia tersenyum, begitu juga dengan Dika. Mereka sama-sama tersenyum.


Dika melanjutkan mencium Anisa. Dan kedua nya Hanyut di belaian halus, pelukan manja. Tidak lagi memikirkan ada Mamang atau apapun. Mereka hanya ingin melepaskan kerinduan nya.


Dika memeluk Anisa mencium kening nya.

__ADS_1


"Saya sangat mencintai kamu." ucap Dika. Anisa tersenyum menatap wajah Dika.


__ADS_2