Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 40


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya Arya ijin pulang.


"Pak aku pulang duluan yah pak." ucap Arya, dika menganguk.


"Kamu hati-hati yah, sampai jumpa besok." ucap Anisa melambaikan tangan nya.. Arya menganguk.


"Lain kali kalau teman atau ada tamu lain di sini, Bapak jangan sembarangan masuk ke dalam." ucap Anisa. Dika diam.


"Dari mana saja Bapak baru pulang?" tanya Anisa.


"Tidak ada, saya mau mandi." ucap Dika.


Anisa melihat Dika yang pergi ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama dia keluar dari dalam kamar mandi.


"Aaaaa!!! kenapa bapak tidak memakai baju sama sekali?" tanya Anisa yang duduk di ruang tamu.


"Saya lupa membawa pakaian, saya juga tidak terbiasa berpakaian di kamar mandi." ucap Dika mengambil tas kain nya yang di dekat Anisa.


"Bapak mau ngapain?" tanya Anisa.


"Mengambil pakaian saya! Kamu sendiri kenapa malah duduk di sini, sudah malam waktu nya untuk istirahat." ucap Dika.


Anisa berdiri dia melihat Dika seperti enggan untuk melihat dan berbicara dengan nya.


"Kenapa kamu Masih berdiri di situ? Buruan pergi tidur sana! Kelihatan nya kamu sudah sehat dan bisa berbicara dengan orang lain beberapa Jam, saya pikir kamu sudah bisa masuk sekolah Besok." ucap Dika.


"Kenapa bapak begitu kejam sih kepada ku? Bapak pulang tidak membawa makanan sama sekali, aku sangat lapar dan sekarang Bapak malah mengusir ku untuk tidur." ucap Anisa.


"Makanan dari Arya tidak cukup membuat kamu kenyang?" tanya Dika.


"Dia hanya membawa buah, dia sama sekali tidak membawa makanan yang bisa mengganjal lapar." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Kamu buka tas saya." ucap Dika sambil duduk di sofa.


Anisa langsung membuka tas Dika. Ternyata ada makanan untuk nya di sana. "Kok yang ini berbeda?" tanya Anisa.


Dia mengambil bekal yang di berikan oleh Rida tadi kepada Dika.


"Semoga Bapak suka yah, Rida.." Tulisan di atas bekal itu.


"Ini bukan untuk kamu." ucap Dika mengambil bekal itu dari tangan Anisa.

__ADS_1


Anisa melihat ke arah Dika yang langsung membuka bekal mencoba kue pemberian dari Rida. Anisa memakan yang milik nya saja.


"Kenapa kamu tidak menghabiskan nya?" tanya Dika melihat Anisa baru makan beberapa sendok sudah selesai.


"Makanan nya sudah tidak panas. Jadi tidak enak." ucap Anisa.


"Ini masih hangat, kamu jangan membuat banyak alasan..Habis kan! Saya membeli itu dengan uang." ucap Dika.


"Aku akan membayar semua uang bapak yang keluar selama aku sakit, karena yang gratis hanya makanan dari Rida saja." ucap Anisa.


"Jangan membawa-bawa orang lain, saya juga tidak butuh uang kamu, sekarang habis kan itu semua." ucap Dika, Anisa menggeleng kan kepala nya.


Dika menghela nafas panjang. Dia langsung mengambil Sendok dan menyuapi ke mulut Anisa, Anisa mencoba menolak namun Dika marah.


"Saya akan menghukum kamu kalau tidak mau menghabiskan ini." ucap Dika. "Aku tidak mau! aku tidak mau, aku mau istirahat." ucap Anisa mau pergi namun langsung di tahan oleh Dika.


Dika menarik tangan Anisa yang tidak sakit sehingga Anisa terjatuh ke sofa panjang.


Dika menindih nya dari atas membuat Anisa kaget.


"Kamu cemburu karena Rida memberikan kue untuk saya?" tanya Dika.


"Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu sama sekali." ucap Anisa.


"Aku hanya ingin berbicara seperti itu, karena aku yakin Bapak sama Rida sudah pacaran." ucap Anisa. Dika Menghela nafas panjang.


"Saya bisa saja berpacaran dengan Rida, namun tipe saya bukan seperti dia." ucap Dika.


"Tipe Bapak pasti perempuan yang memiliki badan seksi, berpendidikan tinggi dan juga tentu nya sangat cantik." ucap Anisa.


"Tepat sekali, kamu sudah tau." ucap Dika. Anisa tersenyum tipis.


"Pria mata keranjang seperti bapak memang suka nya yang seperti itu, semua orang pasti sudah tau." ucap Anisa.


Tiba-tiba Dika mencium bibir Anisa. Anisa membulat kan mata nya dengan sempurna. Tiba-tiba dia mendorong Dika dengan kasar.


"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Anisa.


"Saya tidak suka kamu berbicara seperti itu, bagaimana kalau laki-laki lain yang mendengar seperti itu mereka pasti akan sangat marah sekali." ucap Dika.


"Tidak mungkin! Karena aku hanya mengatakan ini kepada Bapak saja!" ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kamu menguji kesabaran saya Anisa." ucap Dika mencium bibir Anisa dengan paksa.. Anisa yang tidak memiliki tenaga hanya bisa pasrah Dika melakukan hal seperti itu.


Dia menggigit bibir Dika dan langsung menendang Dika, dia langsung pergi dari sana.


"Aarhhhh..." Dika kesakitan. Setelah di kamar Anisa menutup pintu langsung.


Dia memegang bibir nya.


"Ciuman pertama ku sudah di ambil oleh Pak Dika? Kenapa harus dia?" ucap Anisa.


Dia berlari ke wastafel membersihkan mulut nya. "Aaaa!!! Dasar Pria yang jahat!" ucap Anisa.


Dika di sofa memegang bibir nya. Dika tersenyum membayangkan wajah Anisa yang sangat panik ketika dia cium.


"Sesekali mulut kamu harus bungkam dengan cara seperti itu, kalau tidak seperti itu kamu tidak akan mendengar kan perkataan ku.." ucap Dika.


Keesokan harinya... Anisa bangun lebih awal karena tadi malam dia cukup cepat tidur.


"Tumben-tumbenan sekali kamu jam segini sudah bangun?" tanya Dika yang memanaskan air di dapur. Sementara Anisa mau mengambil air putih.


"Bangun cepat salah, bangun lama salah, heran deh." ucap Anisa. Dika mendekati Anisa. Anisa gugup dia mundur terus sampai ke Meja, dia mau lari namun di tahan oleh Dika dan mengurung di depan nya.


"Apa yang bapak lakukan? Bapak jangan berani macem-macem kepada ku!" ucap Anisa.


Dika tersenyum menatap wajah Anisa.


"Kenapa kamu begitu gugup seperti itu? Kalau kamu tidak mau saya melakukan hal seperti tadi malam, kamu harus berbicara dengan sopan, berbicara dengan baik, berperilaku dengan baik!" ucap Dika.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu mau saya semakin lama seperti ini?" tanya Dika.


"Baiklah-baiklah." ucap Anisa.


Dika menaikkan alis nya.


"Baiklah untuk apa? Saya tidak mengerti." ucap Dika.


"Aku akan berbicara dengan baik, berperilaku dengan baik, sekarang bapak pergi lah dari hadapan ku." ucap Anisa mendorong Dika dan pergi ke kamar nya.


Dika tersenyum melihat Anisa. Anisa berlari ke kamar nya menutup pintu dan menyentuh Dada nya.


"Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak sangat cepat seperti ini? Ini Benar-benar sangat konyol sekali!" ucap Anisa.


"Huff... Tenang Anisa, tenang... Pak Dika hanya mencoba menggoda ku dan membuat ku kesal." ucap Anisa. Anisa langsung mandi bersiap-siap ke sekolah karena dia sudah jauh lebih baik sekarang.

__ADS_1


Setelah selesai dia mau berangkat dengan supir namun Dika tidak mengijinkan.


__ADS_2