Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 93


__ADS_3

Dan ternyata pengawas nya bukan dika, walaupun bukan kekasih nya Anisa tidak patah semangat dia sangat fokus mengerjakan soal-soal.


Semua nya murid fokus dengan kertas ujian masing-masing.


Dika di ruangan yang ada Rida dan putri. Putri sangat kesal melihat Rida yang membuat nya muak.


"Fokus Putri!" ucap Dika.


Putri langsung fokus. Tidak beberapa lama ujian pun selesai. Putri menghela nafas panjang sambil duduk di samping Arya.


"Ada apa Putri?" tanya Arya.


"Aku sangat kesal kepada Rida yang sangat caper kepada pak Dika, aku tidak suka." ucap Putri.


"Loh kenapa? Kamu suka sama pak Dika? Biasanya juga putri gitu kan?" ucap Arya.


"Sembarangan aja mengatakan aku suka sama pak Dika. Bukan aku tapi A.." Kata-kata nya terhenti.


"Siapa? Kalau kamu tidak suka ya udah gak usah marah-marah seperti itu." ucap Arya. Putri diam.


"Humm kamu benar juga sih." ucap Putri.


"Lalu bagaimana dengan ujian mu? Apa Sangat sulit?" tanya Arya.


Putri menggeleng kan kepala nya. "aku belajar sungguh-sungguh, ujian kali ini cukup Menyenangkan tidak terlalu susah, tapi tidak tau selanjutnya bagaimana." ucap Putri. Arya tersenyum.


"Kamu pasti bisa." ucap Arya sambil mengelus punggung Putri.


"Oh iya ngomong-ngomong Anisa mana?" tanya Putri.


"Kamu Makan lah yang banyak." ucap Dika menyuapi Anisa. Dika membawa Anisa makan ke luar sebentar.


Setelah selesai makan mereka kembali ke sekolah dan fokus pada ujian.


Satu Minggu kemudian.. Ujian pun selesai. Waktu nya untuk menerima raport.


Semua orang tua murid datang tapi tidak dengan Anisa yang hanya duduk sendiri tampa di dampingi oleh siapa pun.


"Kasihan sekali Anisa." ucap Orang tua putri. Putri menganguk. Dika yang melihat dari depan melihat wajah linglung Anisa, sendirian Tampa di dampingi oleh siapapun.


"Baiklah semua orang tua murid sudah datang, kita akan mulai membagikan raport." ucap pembawa acara.


"Tunggu dulu pak." ucap Seseorang yang baru saja datang. Semua mata menoleh ke arah Marsel termasuk Anisa.


"Kak Marsel! Kenapa kakak bisa di sini?" tanya Anisa.


"Kakak di sini mau mendampingi adik kakak yang paling cantik ini." ucap Marsel..Anisa yang tadi hanya cemberut sekarang dia sudah tersenyum lebar.

__ADS_1


"Maka nya kalau jadi anak jangan durhaka, orang tua semua nya lengkap namun tidak ada yang datang satu pun." ucap Rida yang duduk tepat di samping nya.


"Anak nya tolong di ajarin Sopan santun yah Bu." ucap Marsel langsung. Orang tua nya malu dan marah kepada Rida.


Membacakan juara kelas.


"Semoga saja aku masuk sepuluh besar murni karena diri ku sendiri." ucap Anisa.


Setelah selesai dari kelas lain nya sekarang waktu giliran kelas Anisa.


"Juara Tiga... Anisa..." ucap guru yang di depan. Semua nya bertepuk tangan, namun Anisa kaget dia terdiam sejenak.


Setelah di bacakan Nilai semua orang bertepuk tangan. Dika yang berdiri di belakang ikut tersenyum.


"Selamat Anisa.." Ucap Putri. Anisa Masih belum percaya.. Walaupun dia juara tiga namun itu sangat lah berharga bagi nya, dia sudah mati-matian belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus.


Dia berjalan ke depan. "Juara Dua... Rida." Rida kaget karena dia jadi juara dua, dia biasa nya selalu juara satu.


Dia maju ke depan.


"Dan juara Tiga adalah.... Arya..." ucap guru. Semua nya tepuk tangan. Arya maju ke depan.


"Ya ampun salut banget kepada mereka. termasuk kepada Anisa.." ucap Putri.


Setelah acara selesai Anisa keluar dan langsung memeluk kakak nya Marsel.


Papah nya Anisa melihat postingan Anak nya itu.


Dia kaget, langsung berdiri semua karyawan pada kaget.


"Ada apa Pak?" Tanya mereka.


"Anak saya juara. Anak saya juara." ucap papah nya sangat semangat sekali.


"Selamat yah dek, semoga kedepannya kamu bisa lebih dari ini, kakak sangat bangga kepada kamu." ucap Marsel mencium kening Anisa.


"Terimakasih kak." ucap Anisa. "Kado untuk aku mana?" tanya Anisa.


Marsel membuka tasnya mengeluarkan boneka kecil.


"Ini untuk kamu, walaupun boneka ini terlihat kecil dia memiliki kelebihan yang tidak kamu ketahui, sama seperti kamu." ucap Marsel.


"Maksud kakak?" tanya Anisa.


"Walaupun kamu awalnya terlihat sangat tidak perduli, sangat keras kepala tapi kamu memiliki kepribadian yang unik, kamu pintar kamu juga baik dan juga kuat." ucap Marsel. Anisa terharu dia langsung memeluk kakak nya.


"Terimakasih kak." ucap nya langsung memeluk Marsel begitu erat.

__ADS_1


Dika yang dari tadi melihat itu hanya bisa menahan rasa cemburunya, dia sangat cemburu melihat Anisa dekat dengan pria mana pun walaupun itu kakak nya sendiri.


Marsel melihat Dika.


"Pak guru." ucap Marsel, Anisah menoleh ke arah Dika.


"Kak, kakak tunggu aku di dalam mobil saja yah, aku mau bicara sama Pak Dika dulu." ucap Anisa.


Marsel menganguk.


"Jangan terlalu lama, kakak sudah sangat lapar."ucap Marsel..Anisa menganguk.


"Selamat yah, saya sangat senang melihat itu." ucap Dika.


"Ini semua juga berkat bantuan bapak, aku sangat berterimakasih kepada bapak." ucap Anisa. Dika tersenyum.


Dika memberikan Gantungan Kunci.


"Ini hadiah dari saya untuk kamu." ucap Dika.


"Gantungan kunci yang ada boneka beruang dan beruang betina.


Anisa tersenyum. "Apa kamu tidak ingin memberi kan saya pelukan?" tanya Dika. "Justru bapak yang harus memberikan aku pelukan." ucap Anisa..Dika sudah merentangkan tangannya namun langsung di tahan oleh Anisa.


"Kakak ku ada di parkiran." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah, sampai jumpa kapan-kapan lagi." ucap Anisa karena esok Sudah libur.


"Maksud nya? esok? Apakah dia tidak mau bertemu dengan ku lagi?" tanya Dika menghela nafas panjang.


"Anisa kamu jangan mempermainkan saya. Saya tidak akan bisa menahan rindu." ucap Dika namun Anisa sudah terlanjur pergi, dia tidak bisa menahan Anisa sudah masuk ke dalam mobil.


"Ayo kak, kita berangkat." ucap Anisa. "Seperti nya guru mu menyukai kamu." ucap Marsel..Anisa menoleh ke arah Dika.


"Tidak mungkin seorang pak guru suka sama murid nya." ucap Anisa.


Marsel tertawa.


"Cinta itu tidak pernah memandang fisik, materi, umur atau apalah itu." ucap Marsel.


Anisa terdiam. "Ya sudah kalau begitu ayo kita makan." ucap Marsel. "Tapi ngomong-ngomong kakak harus mengajak guru kamu, Sebagai tanda terimakasih." ucap Marsel langsung keluar dari dalam mobil.


"Tidak perlu kak, kak!" ucap Anisa menahan namun Marsel sudah mengajak Dika.


Dika sebenarnya tidak ingin pergi bersama Marsel, namun karena ada Anisa dia harus ikut demi bisa melihat kekasih pujaan hati nya itu.


"Ngomong-ngomong bapak sudah berapa lama mengajar di sekolah itu? Dulu waktu Anisa kelas satu saya tidak melihat Bapak ada di Sekolah itu." ucap Marsel.

__ADS_1


__ADS_2