Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 53


__ADS_3

"Setelah Bapak mendapatkan apa yang bapak mau, mungkin bapak akan pergi begitu saja." ucap Anisa.


"Saya akan membuktikan yang sebenarnya kepada kamu, mana mungkin saya melakukan hal seperti itu kepada wanita yang sudah lama saya ingin kan." ucap Dika.


"Maksud bapak apa?" tanya Anisa. "Saya menyukai kamu dari awal kita bertemu, saya perhatian dan semua yang saya lakukan karena saya menyukai kamu." ucap Dika.


Anisa Menghela nafas panjang. "Walaupun aku anak SMA, tapi aku tidak mudah percaya kepada omongan Pria Playboy seperti bapak." ucap Anisa.


Anisa mau pergi namun di tahan oleh Dika. Dika Langsung mencium bibir Anisa.


Anisa terkejut, namun dia langsung mendorong Dika.


"Apa yang Bapak lakukan? Kenapa Bapak melakukan hal seperti ini di tempat umum." ucap Anisa.


"Saya sungguh-sungguh mencintai Kamu." ucap Dika.. Anisa terdiam sejenak. "Saya akan terus mengejar kamu sampai kamu Percaya dan mau menjadi kekasih saya." ucap Dika.


Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Tidak! Aku tidak akan pernah menjadi kekasih bapak sampai kapanpun itu." ucap Anisa.


"Kita akan melihat nya nanti." ucap Dika..Dia langsung pergi. Anisa melihat bingung ke arah Dika yang pergi begitu saja.


Anisa memegang bibir nya. "Lagi dan lagi dia berhasil mencium bibir ku, aku sudah berjanji tidak akan membiarkan pak Dika mencium bibir ku, tapi tetap saja tidak bisa." ucap Anisa.


Dia melihat ke sekeliling nya, sangat sepi tidak ada satu pun orang.


"Huff semoga saja tidak ada yang melihat nya." ucap Anisa dalam hati.


"Ya sudah sebaik nya aku pulang saja, aku tidak mood untuk belajar lagi." batin Anisa.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah nya.


Anisa menukar pakaian nya dan juga membawa laptop ke balkon rumah nya.


Di sana dia memasang musik yang sedikit sedih mewakili perasaan nya.


Tidak lupa juga dia membawa buku diary nya dan mulai menulis.


Setengah jam kemudian akhirnya selesai juga. Anisa tersenyum kembali ketika semua curahan hati nya di tulis di sana.


Air mata nya juga keluar membuat perasaan nya Lega.


Tiba-tiba dia teringat kepada Dika..


"Apa yang di katakan oleh pak Dika benar kalau dia mencintai aku? Mana mungkin!" ucap Anisa lagi.


"Tapi... Kenapa aku tidak bisa melupakan dia yah, aku selalu memikirkan dia, aku juga sangat senang ketika dia bersama ku, mendengar ungkapan nya ada rasa senang di hati ku." batin Anisa.

__ADS_1


Dia Senyum-senyum sendiri melihat ke arah luar.


Duduk santai menikmati musik di kursi santai.


Dika berhenti di supermarket membeli banyak makanan dan juga banyak bahan yang akan di masak.


"Kenapa Den Dika membeli banyak bahan makanan seperti ini?" tanya Bibik.


Dika membawa Bibik belanja karena di rumah tidak ada pekerjaan Bibik lagi.


"Saya akan membawa semua ini ke rumah Anisa Bik." ucap Dika.


"Kenapa di bawa ke sana den?" tanya Bibik penasaran.


"Dia selalu makan di luar, saya takut itu tidak baik untuk kesehatan nya." ucap Dika.


"Seperti nya non Anisa tidak bisa memasak." ucap Bibik lagi.


"Saya akan memasak untuk di makan oleh nya." ucap Dika.


Bibik langsung terdiam. "Apa Bibik tidak percaya. Kenapa Bibik melihat ku seperti itu?" tanya Dika, Bibik menggeleng kan kepala nya.


"Sebenernya den Dika dengan non Anisa ada hubungan apa? kenapa Den Dika sangat perhatian kepada non Anisa." ucap Bibik.


"Menyukai Anisa? lalu bagaimana dengan wanita yang den Dika selalu ceritain?" tanya Bibik.


"Itu adalah Anisa. Saya sudah melihat dia pertama kali masuk ke SMA." ucap Dika.


"Jadi karena dia bapak rela menjadi guru di sana?" tanya Bibik, Dika menganguk. Bibik hanya terdiam seakan tidak percaya.


"Pantesan saja aku tidak asing dengan wajah Anisa. Foto yang tidak sengaja aku lihat di dompet Den Dika adalah foto Anisa." batin Bibik.


"Ini benar-benar tidak bisa di tebak seperti apa ujung nya, sementara sekarang ini den Dika memiliki pasangan, banyak juga perempuan yang sudah di PHP in, sekarang dia mau mengejar Non Anisa." batin Bibik.


Setelah mereka selesai belanja, Dika menggantung kan semua belanja an nya di motor nya.


"Kenapa tidak naik mobil saja Sih den? Lebih mudah dan juga kalau non Anisa tau den mempunyai mobil dia akan semakin suka." ucap Bibik.


Dika hanya tersenyum saja, "Sebaik nya bibik pergi saja pulang duluan, saya akan pulang ke rumah Anisa." ucap Dika.


"Humm baiklah den..Den hati-hati, dan ingat kalau Non Anisa itu masih muda jangan aneh-aneh." ucap Bibik.


"Maksud Bibik seperti apa?" tanya Dika.


"Sudah lah den, Bibik sudah lama kenal dengan Den Dika, sudah paham seperti apa den Dika." ucap Bibik. Dika hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Baiklah bik." ucap Dika. Setelah itu Dika juga pergi pulang ke rumah Anisa.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana, dia membawa semua belanja masuk. "Kenapa tidak ada orang di sini? Pintu terbuka begitu saja." ucap Dika.


"Anisa.. Anisa..." panggil Dika.


Namun tidak ada sautan dari dalam.


"Kemana sih dia?" ucap Dika. Dika meletakkan Belanjaan di dapur terlebih dahulu setelah itu mencari Anisa ke seluruh ruangan.


Namun saat mau ke atas dia meletakkan balkon lantai atas.


Dia melihat laptop dan juga kaki. "Anisa! dari tadi saya memanggil kamu, kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Dika mendekati Anisa.


Dan ternyata Anisa sedang tidur. Dika terdiam langsung.


"Humm bisa-bisa nya kamu tidur seperti ini di sini." batin Dika.


Anisa sambil maskeran dan juga memasang tomat di mata nya.


Dika mengambil nya.


Anisa langsung terbangun.


"Pak Dika!" ucap Anisa Terkejut langsung bangun.


"Ngapain Bapak di sini?" ucap Anisa.


"Saya ke Sini mau bertemu kamu, dan ternyata kamu tidur." ucap Dika. Anisa melihat ke sekeliling nya.


"Aku ketiduran." ucap Anisa.


"Ini sudah jam satu siang, kamu pasti belum makan, saya akan masak terlebih dahulu. Kamu bersihkan wajah kamu." ucap Dika.


"Aku tidak lapar, tidak ada lagi yang bisa di masak di dapur, Bapak pergi saja." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Saya baru aja belanja. Buruan mandi sana, saya juga sudah sangat lapar." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Kamu harus mandi, agar lebih segar dan Wangi." ucap Dika.


"Aku tidak mau mandi, bapak pergi lah dari rumah ku, karena hari ini aku libur tidak ada belajar les." ucap Anisa.


"Apa kamu mau saya mandikan?" tanya Dika, Anisa seketika terdiam.


"Aku akan mandi sendiri." ucap Anisa langsung kabur dari depan Dika.

__ADS_1


__ADS_2