Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 82


__ADS_3

"Aku sudah kenyang, dan ini sudah jam tujuh. Waktu nya belajar." ucap Anisa. Dika menganguk.


Dika sangat senang sekarang Anisa sangat menghargai waktu belajar nya, waktu belajar juga dia sangat fokus sekali dia mudah memahami pelajaran nya.


Dika sangat salut dengan Anisa yang benar-benar sudah berubah 70% dari yang sebelumnya.


"Sudah selesai, aku pulang dulu yah." ucap Anisa. Dika melihat jam.


"Ini masih jam sembilan, kenapa kamu begitu cepat pulang?" tanya Dika menahan Anisa.


"Humm aku ingin cepat istirahat, agar tidak telat besok ke sekolah." ucap Anisa.


Dika menatap Anisa dengan tatapan aneh.


"Kamu sengaja menghindar dari saya?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu, aku memang mau pulang cepat karena ingin istirahat." ucap Anisa.


"Baiklah kalau begitu saya akan mengantarkan kamu." ucap Dika.


Anisa menahan Dika. "Tidak perlu, kakak di sini saja, aku bisa pulang sendiri." ucap Anisa.


"Kalau kamu tidak mau, saya tidak mengijinkan kamu pulang." ucap Dika.


Anisa Menghela nafas panjang. "Tiba-tiba handphone Dika berdering.


"Tunggu sebentar, kamu jangan Kemana-mana." ucap Dika. "Mamah kenapa menelpon aku?" ucap Dika.


"Jawab saja, mungkin ada yang penting." ucap Anisa. "Iyah halo Mah.."


"Halo Dika, kamu di mana nak? Mamah sudah di depan apartemen kamu." ucap Mamah nya...


"Kenapa Mamah gak ngomong kalau ke sini? Mamah kapan datang nya?" tanya Dika.


"Buka saja pintu kamu dulu, Mamah dan papah sudah sangat lelah." ucap Orang tua nya.


Dika melihat Anisa.


"Orang tua saya ada di depan." ucap Dika.


"Hah! Kakak serius?" tanya Anisa. Dika menganguk. Pintu di Ketuk. Dika langsung membuka nya.


"Mamah, papah, apa kabar? Seharusnya Mamah sama Papah ngomong kalau mau singgah ke sini." ucap Dika sambil menyalami kedua orang tua nya.


"Kami bukan hanya singgah, tapi malam ini papah dan mamah mau menginap di sini. Kamu lagi apa sih di dalam? kenapa sangat lama membuka pintu?" tanya mamah nya langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


Dika menahan namun tidak bisa. Mamah dan papah nya melihat Anisa berdiri di ruang tamu tersenyum ke arah mereka.


"Dika... Kenapa ada perempuan di apartemen kamu?" tanya papah nya.


"Kenalin Tante, Om, nama saya Anisa. Saya adalah anak.../ Dia teman aku Mah." ucap Dika langsung.


"Tunggu dulu deh, kamu perempuan yang tidak tau sopan santun itu kan?" ucap Bu Rosa.


Anisa terdiam. Dika sudah menghela nafas panjang dan sangat khawatir.


"Kenapa kamu ada di sini? Ada apa dengan kalian berdua?" ucap Mamah nya.


"Tidak ada Mah. Dia ke sini karena ada urusan penting." ucap Dika.


"Mamah gak setuju yah kamu dekat-dekat sama perempuan seperti ini." ucap Bu Rosa.


"Mahh..." ucap Dika.


"Tidak ada penolakan, dari penampilan nya saja kamu sudah bisa menilai kalau dia memiliki pergaulan yang tidak bagus." ucap Bu Rosa.


Dika tidak bisa membantah.


"Maafin saya Tante atas kejadian beberapa bulan yang lalu, saya tidak sengaja." ucap Anisa.


"Tidak perlu sok Sopan deh, saya sudah tau sifat asli kamu." ucap Bu Rosa.


"Kenapa? Kenapa kalau Mamah marah kepada dia? Kamu pacaran sama dia?" tanya Bu Rosa.


Dika mau menjawab namun langsung di potong oleh Anisa.


"Saya permisi Tante Om, Maaf sudah membuat tidak nyaman." ucap Anisa.


"Bagus deh kala kamu mau pergi, jangan dekati anak saya lagi." ucap Bu Rosa.


Dika menghela nafas panjang. "Mamah sama papah istirahat di kamar ku, aku akan tidur di sofa malam ini." ucap Dika.


Dika keluar mengejar Anisa.


"Anisa! Anisa tunggu dulu." Dika mengejar ke parkiran. Anisa berhenti dia menoleh ke arah Dika.


"Saya minta maaf." ucap Dika. Anisa ternyata sudah menangis.


Dika langsung memeluk nya. Anisa sama sekali tidak mengatakan apapun. Dika membawa Anisa jalan-jalan ke taman yang tidak jauh dari apartemen nya jalan kaki sambil menikmati angin di malam hari.


"Anisa saya tidak tau kalau orang saya akan datang, saya juga tidak tau kenapa orang tua saya sampai hati berbicara seperti itu. Saya minta maaf." ucap Dika mencoba membujuk Anisa terus menerus.

__ADS_1


"Satu-satunya di dunia ini yang menerima sifat ku dan mengerti aku hanya lah kakak. Aku tau kakak juga pasti sangat muak kan dengan aku?" ucap Anisa.


Mereka duduk di kursi taman. Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak pernah muak dengan orang yang saya cintai dan sayangi. Kamu jangan berfikir hal yang negatif seperti itu." ucap Dika.


"Aku tidak Marah kepada orang tua kakak, aku hanya menyesali sifat ku yang benar-benar sangat di benci orang banyak." ucap Anisa.


"Kamu masih memiliki waktu untuk berubah, kamu harus membuktikan kalau kamu bisa menjadi lebih baik pada siapapun itu." ucap Dika.


Anisa Menatap wajah Dika.


"Sudah jangan menangis lagi, saya akan mencoba berbicara dengan orang tua saya." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku mohon jangan sampai mereka tau hubungan kita." ucap Anisa. "Kenapa?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Kalau mereka tau, mereka bisa belajar menerima kamu, dan menerima pilihan saya." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku mohon jangan. Aku belum siap." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang. Dia menghapus air mata Anisa.


"Baiklah kalau itu yang membuat kamu nyaman." ucap Dika.


Anisa memeluk Dika. Dika tersenyum.


"Kamu mau eskrim?" tanya Dika. Anisa menganguk. Dika pergi membeli eskrim dan juga gulali. Dia memberikan nya kepada Anisa.


Sudah jangan sedih lagi cantik." ucap Dika mengelus kepala Anisa. Anisa langsung tersenyum dan mengambil Eskrim serta gulali dari tangan Dika.


"Kakak tidak mau?" tanya Anisa menyodorkan eskrim..Dika menggeleng kan kepala nya.


"Coba lah, ini sangat enak." ucap Anisa. Dika menatap wajah Anisa dulu baru berani memakan eskrim bekas Anisa itu.


"Enak kan?" tanya Anisa, Dika hanya tersenyum. "Seperti Anak kecil saja." ucap Anisa menghapus eskrim yang berantakan di pinggir bibir Dika.


Cukup lama mereka di sana melihat orang-orang yang masih bermain di taman kota.


"Sudah malam, saya anterin kamu pulang yah." ucap Dika. Anisa menganguk. Dika mengandeng tangan Anisa berjalan kembali keparkiran apartemen nya.


Dika mengantarkan ke rumah Anisa.


"Kamu tidur yang nyenyak yah." ucap Dika. Anisa menganguk.


"Terimakasih yah sudah nganterin aku pulang." ucap Anisa. Dika menganguk sambil tersenyum.


"Ya udah kalau begitu, aku keluar kak. Selamat malam." ucap Anisa. Dika menahan tangan Anisa.


"Kenapa?" tanya Anisa. Dika mencium kening Anisa.

__ADS_1


"Jangan memikirkan hal yang tidak penting, tidur dengan nyenyak. Saya akan datang menjemput kamu besok pagi." ucap Dika.. Anisa tersenyum.


__ADS_2