Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 33


__ADS_3

Anisa berusaha untuk berdiri. "Aku tidak mabuk mah, kenapa Mamah marah-marah?" ucap Anisa.


"Kamu benar-benar keterlaluan yah, membuat malu saja." ucap Bu Lala mengambil air dan menyiram Anisa.


Dika yang melihat itu sangat terkejut sekali. Bu Lala langsung pergi.


Anisa seketika sadar 70% walaupun kepalanya masih sangat pusing karena banyak minum.


"Saya menunggu kamu dari sebelum jam delapan. Dan sekarang sudah jam sembilan lewat kamu baru pulang dengan keadaan Mabuk seperti ini." ucap Dika.


"Kamu pasti sengaja pulang telat agar tidak belajar dengan saya." ucap Dika.


"Iyah benar! Aku capek belajar! Dari pagi sampai sore aku sudah belajar namun malam aku harus belajar lagi, bisa-bisa kepala ku pecah!" ucap Anisa.


Langsung pergi masuk ke dalam..Dika menghela nafas panjang.


"Sudah tidak ada gunanya Aku di sini, sebaik nya aku pulang saja." ucap Dika.


Sampai di apartemen nya dia melempar kan tas nya ke tempat tidur. "Sial...." Di mengusap wajah nya.


Keesokan harinya...


Anisa melihat mamah nya di ruang tamu.


"Mamah mau kemana pagi-pagi sudah rapi?" tanya Anisa..


"Akhirnya kamu bangun juga." ucap mamah nya langsung berdiri.


"Kamu sudah membuat kesabaran Mamah hilang yah! Kamu benar-benar membuat mamah kecewa. Mamah di sini bersama kamu membuat Mamah semakin pusing. Jadi Mamah akan pergi." ucap Bu Lala.


"Loh kenapa mah? Mamah sudah janji mau menemani aku di sini." ucap Anisa. Mamah nya menggeleng kan kepala nya memasang wajah marah.


"Mamah tidak habis pikir bagaimana kamu bisa seperti ini. kamu tidak menghargai mamah, tidak mau mendengar kan perkataan Mamah, untuk apa Mamah perduli sama Kamu." ucap Bu Lala.


"Sekarang terserah kamu mau ngapain. Mamah sudah capek melihat kamu." ucap Bu Lala.


"Mah aku mohon jangan pergi Mah, aku mau mamah di sini, aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi, aku tidak akan minum. Aku pasti mendengar kan kata-kata mamah." ucap Anisa.


Bu Lala menepis tangan Anisa. "Kamu juga diam-diam menerima uang dari papah mu tidak jujur kepada mamah." ucap Bu Lala.


"Mamah menahan semua nya bukan karena tidak sayang sama kamu, Mamah perduli karena mamah tau itu yang akan membuat kamu hancur.. Namun ternyata kamu sama sekali tidak menghargai perasaan mamah." ucap Bu Lala.


"Apa salah nya aku menerima uang dari papah ku sendiri mah?" ucap Anisa.


"Asal kamu tau yah, Papah dan mamah sudah bercerai beberapa tahun yang lalu!" ucap Bu Lala.


"Deg! Seketika Anisa terdiam.

__ADS_1


"Mamah sama Papah berfikir kalau kita menutupi semua nya ini dari kamu akan lebih baik, Mamah pikir kamu bisa mengerti, namun ternyata tidak." ucap mamah nya.


Dia pergi meninggalkan Anisa yang masih mencoba memikirkan kata-kata Mamah nya itu.


"Tin!! Tin!!" bunyi klakson mobil. Namun Anisa tidak menghiraukan nya.


"Kenapa kamu malah diam di sini? Apa kamu mau telat?" tanya Dika. Anisa tiba-tiba duduk di lantai membuat Dika heran.


Air mata Anisa keluar Tampa ijin dan tampa suara.


"Kamu kenapa?" tanya Dika ikut jongkok melihat Anisa yang menangis.


Dika jadi bingung harus ngapain karena tidak tau kenapa Anisa.


"Kamu sakit? Kamu kenapa? Bilang pada saya." ucap Dika memegang tangan Anisa.


Dia mengelus punggung Anisa dan memeluk nya.


Tangis Anisa langsung pecah ketika di pelukan Dika.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.." Anisa menangis sejadi-jadinya.


Cukup lama Anisa menangis. Dika menghapus air mata Anisa..


"Ada apa? Coba ceritakan kepada saya."' ucap Dika.


Anisa menatap Dika.


Dika kebingungan. "Ada apa dengan mu? Kenapa kamu mendorong saya? Saya hanya mau membantu kamu." ucap Dika.


"Bapak tidak perlu ikut campur!" ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau!" ucap Dika berdiri lalu keluar dari dalam rumah itu.


Anisa melihat Dika pergi. "Tidak mungkin, Mamah sama papah tidak mungkin berpisah." ucap Anisa.


Di Sekolah jam pelajaran sudah mulai.. Putri mencari Anisa namun tidak ada.


"Anisa kemana sih?" ucap Putri. Tidak beberapa lama Dika masuk ke kelas.


"Permisi.." Ucap Anisa. Dia langsung masuk dan duduk di kursi nya.


"Kamu telat lagi hari ini, kamu di hukum!" ucap Dika. Anisa menatap Dika.


"Semua murid di kelas ini sama, tidak ada yang beda, silahkan Keluar." ucap Dika dengan sangat dingin. Anisa akhirnya keluar dengan beberapa teman nya yang telat juga.

__ADS_1


"Baiklah mari kita lanjutkan pelajaran kita." ucap Dika. Sudah jam istirahat Putri mencari Anisa namun dia tidak menemukan Anisa.


"Anisa kemana yah Arya?" tanya Putri.


"Aku juga gak tau, aku dari tadi mencari dia." ucap Arya.


"Palingan juga pulang ke rumah nya lagi." ucap Rida.


"Mendingan kamu diam aja deh, ikut campur urusan orang saja!" ucap Putri sangat jengkel.


Dika duduk di kantor nya.


"Permisi Pak Dika." ucap guru yang paling muda di sekolah itu.


Namun Dika tidak sadar. "Pak Dika!!!" panggil ibu itu lagi. Dika langsung sadar dari lamunannya.


"Iyah ada apa?" tanya Dika.


"Bapak kenapa melamun? Kelihatan nya bapak kurang tidur." ucap guru itu.


"Saya tidak bisa tidur tadi malam. Kalau begitu saya akan ke UKS untuk istirahat sebentar." ucap Dika. Dia meninggal kantor.


Bu guru itu melihat bekal makan siang yang sengaja di bawa untuk Dika namun Dika Malah pergi.


Dika berjalan ke arah UKS karena dia sangat mengantuk sekali.


Sampai di sana dia melihat pintu terbuka. "Siapa yang membuka pintu ini tidak di kunci lagi?" tanya Dika. Dia masuk ke dalam dan ternyata Anisa di dalam.


"Anisa... Kenapa dia bisa di sini?" ucap Dika kaget.


Dia mendekati Anisa yang tidur. kelopak mata nya basah namun dia tertidur dengan pulas.


"Sebenarnya ada apa dengan Anisa? Kenapa dia seperti ini?" tanya Dika Heran.


Namun karena ngantuk dia memilih untuk tidur di tempat tidur satu lagi tepat di samping Anisa.


Tidak terasa jam istirahat sudah selesai. Dika terbangun. Dia melihat ke samping nya sudah tidak ada Anisa. Dika ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya dan setelah itu masuk ke kelas.


Dia melihat Anisa sudah duduk di kursi nya..


Pelajaran di mulai. Anisa terlihat kurang bersemangat hari ini, bahkan dia tidak berbicara sama sekali hanya diam dan fokus kepada kepada Pelajaran.


Usai Pulang sekolah Dika menahan Putri.


"Putri apa kamu tau apa yang terjadi kepada Anisa?" tanya Dika.


"Memang nya Anisa kenapa Pak?" tanya Putri.

__ADS_1


"Apa kamu tidak melihat dia lebih banyak diam hari ini?" tanya Dika.


"Itu sudah kebiasaan dia Pak, palingan juga putus sama pacar nya, namun itu tidak lama, nanti juga balikan lagi." ucap Putri.


__ADS_2