
Setelah sampai dia melihat gisel sudah menunggu di depan gerbang.
"kamu menunggumu lama yah?" tanya dika kepada gisel yang sudah ada di dalam mobil tepat di samping nya.
"enggak kok, aku juga baru keluar." ucap gisel.
"ya sudah kalau begitu kita mau kemana sekarang?" tanya dika.
"aku tidak ingin kemana-mana, aku hanya ingin melihat wajah kamu saja." ucap gisel.
Dika menghela nafas panjang mencoba memikirkan kemana dia akan membawa Gisel.
"Bagaimana kalau aku mengantar kan kamu pulang saja?" tanya Dika karena dia ingin pulang istirahat sebelum ke rumah Anisa.
"Ya udah deh gak apa-apa." ucap Gisel. Dika tersenyum. Selama perjalanan mereka Berbicara tentang pribadi masing-masing.
Sebagai keluarga mereka harus bisa mengakrabkan diri.
Setelah sampai. "Aku langsung turun yah, makasih sudah nganterin aku." ucap Gisel.
"Sama-sama. Titip salam buat orang tua kamu yah." ucap Dika. Gisel menganguk.
Dika segera meninggalkan rumah Gisel.
"Itu siapa nak?" tanya Papah nya.
"Itu Dika Pah." jawab Gisel.
"Humm kalian semakin dekat saja, Papah sangat mendukung hubungan kalian kalau seperti ini." ucap papah nya.
Gisel senyum. "Tidak mungkin Dika mau sama ku Pah, dia sudah memiliki pacar." ucap Gisel.
"Papah akan membujuk Bibik kamu untuk menjodohkan kamu dengan Dika." ucap papah nya.
"Aku tidak mau membahas itu Pah, aku mau masuk dulu." ucap Gisel.
Setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya Dika sampai di apartemen nya. Sampai di sana dia langsung tidur karena sudah sangat lelah.
"Putri..." Panggil teman satu kelompok mereka.
"Ada apa??" tanya Putri kepada teman nya itu.
"Lihat deh Anisa sama Arya." ucap teman nya.
"Sudah biarkan saja mereka, yang penting Anisa mau ikut belajar dan membantu kita di sini." ucap Putri.
"Aku curiga mereka pacaran deh. Soal nya semenjak mereka dekat Anisa rajin datang kesekolah, mengerjakan tugas sendiri dan juga sudah mau di siplin." ucap Teman nya itu.
"Tidak mungkin deh, semua orang tau kalau Pacar Anisa adalah kak Candra." ucap Putri.
"Yahh mungkin mereka sudah putus, itu sebabnya Anisa bersama Arya." ucap teman nya lagi.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat selesai kan ini." ucap Putri.
__ADS_1
Anisa dan Dika terlihat sangat kompak mengerjakan tugas mereka.
Tidak terasa akhirnya semua nya selesai. "Alhamdulillah akhirnya selesai juga." ucap Putri.
Mereka berempat sangat senang.
"Cepat sekali? Aku yakin itu semua pasti salah." ucap Rida.
"Tidak apa-apa salah, yang penting sudah Niat untuk mengerjakan." ucap Putri.
"Kamu ngajak ribut yah?" ucap Rida dengan kesal.. Namun tiba-tiba di tahan oleh Anisa.
"Kalau kamu berani melawan teman ku, kamu harus lawan aku dulu." ucap Anisa.
"Sombong banget sih, emang nya kamu bisa apa?" tanya Teman nya Rida.
Anisa tiba-tiba mendorong Teman nya Rida. Langsung di Tahan oleh Arya.
"Sudah jangan di layani." ucap Arya, mereka pergi dari sekolah itu karena sudah selesai.
"Ini sudah jam Enam, aku anterin kamu pulang yah." ucap Arya kepada Anisa.
Anisa memeriksa handphone nya. Ada pesan masuk dari teman-teman nya.
"Sepertinya aku pulang sendirian saja, kamu pulang duluan saja." ucap Anisa. "Kamu yakin?" tanya Arya. Anisa menganguk.
"Iyahh..." Ucap Anisa tersenyum.
Setelah Arya pergi tiba-tiba ada mobil berhenti di depan nya.
"Ayo buruan naik Anisa..." ucap teman-teman nya yang di dalam.
Anisa langsung masuk ke dalam mobil.
"Tumben-tumbenan banget kamu mau pergi party Tampa kekasih mu?" tanya teman nya.
"Aku tidak ingin pulang ke rumah karena guru les ku menunggumu." ucap Anisa.
"Ya ampun hanya karena itu kamu mau ikut minum bersama kami?" ucap teman nya lagi.
"Aku sudah seharian belajar, namun sampai di rumah harus belajar lagi." ucap Anisa.
"Itu karena kesalahan kamu sendiri." ucap Teman nya.
"Sudah jangan membahas itu, kali ini kita akan happy-happy." ucap Teman nya yang menjadi supir. Mereka semua bersorak.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Club malam. Mereka adalah yang pertama datang di sana. Awalnya Mereka hanya karaoke sama-sama sambil minum.
Sementara di apartemen Dika. Dia terbangun karena alarm yang di pasang jam tujuh Sore.
"Aarrrr... Dia meregang kan otot-otot nya.
"Aku baru saja tidur. Namun sudah bangun lagi." batin Dika.
__ADS_1
"Huff ..." Mengambil handuk berjalan ke kamar mandi dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi dan pergi ke rumah Anisa.
Sesampainya di sana Dika mengetuk pintu.
"Assalamualaikum..."'
"Walaikumsalam..." Jawab dari dalam.
"Pak Dika sudah datang?" ucap Bu Lala. Dika tersenyum.
"Anisa nya sudah menunggu yah Bu? Maaf kalau saya sedikit Telat." ucap Dika.
"Anisa belum pulang sama sekali dari tadi Sore, saya pikir di belajar di luar bersama bapak." ucap Bu Lala.
"Sore tadi saya meninggalkan dia di sekolah karena ada tugas kelompok. Tapi mereka sudah selesai satu Jam. teman kelompoknya sudah bilang kepada saya." ucap Dika.
"Lalu Kemana Anisa?" ucap Bu Lala akhirnya menelpon Anisa namun tidak bisa.
"Saya akan menunggu Bu, mungkin dia dalam perjalanan pulang ke sini." ucap Dika.
"Silahkan masuk kalau begitu." ucap Bu Lala. Dika masuk ke dalam.
"Untuk beberapa hari ini Anisa bagaimana pak?" tanya Bu Lala. "Sudah lebih baik Bu, dia mulai disiplin dan juga sudah mau belajar." ucap pak Dika.
"Saya sangat minta maaf karena merepotkan bapak." ucap Bu Lala. "Tidak apa-apa Bu, saya senang bisa membantu." ucap Dika.
"Kalau boleh tau Bapak sudah memiliki pasangan?" tanya Bu Lala. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Ganteng-ganteng seperti ini tidak memiliki pasangan? saya tidak percaya." ucap Bu Lala. Dika hanya bisa tersenyum.
Cukup banyak pembicaraan mereka. Sampai tidak terasa sudah jam sembilan malam.
Dika sudah Bosan menunggu, di tambah lagi dia tidak nyaman hanya berdua saja di rumah itu bersama orang tua muridnya.
"Brakk!!!!" Tiba-tiba suara pintu di banting. Dika berlari ke depan di ikuti oleh Bu Lala.
"Anisa..." Ucap Bu Lala melihat Anisa sudah tergeletak di lantai.
"Ada apa dengan anak saya?" tanya Bu Lala.
"Annisa mabuk Bu. Kalau begitu kamu permisi dulu." teman-teman Anisa langsung pergi.
"Anisa apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu minum?" tanya Bu Lala berteriak kepada Anisa.
Anisa berusaha untuk berdiri. "Aku tidak mabuk mah, kenapa Mamah marah-marah?" ucap Anisa.
"Kamu benar-benar keterlaluan yah, membuat malu saja." ucap Bu Lala mengambil air dan menyiram Anisa.
Dika yang melihat itu sangat terkejut sekali. Bu Lala langsung pergi.
Anisa seketika sadar 70% walaupun kepalanya masih sangat pusing karena banyak minum.
__ADS_1