Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 74


__ADS_3

"Pak Dika tidak berhenti mengikuti aku sehingga aku tidak fokus berfikir." ucap Anisa sambil tersenyum. Sudah rapi dia keluar dari kamar nya.


Dia melihat mobil masuk ke halaman rumah nya ia tersenyum karena berfikir itu adalah Dika.


Namun setelah keluar ternyata itu adalah Arya.


"Pagi Anisa." ucap Arya.


Anisa tersenyum terpaksa.


"Pagi juga, kamu ngapain ke sini pagi-pagi?" tanya Anisa.


"Aku ke sini mau jemput kamu lah. Kamu ikut dengan aku yah." ucap Arya.


Anisa melihat tidak ada tanda-tanda Dika datang.


"Ya udah deh. Kebetulan aku lagi males nyetir sendiri." ucap Anisa. Supir sebelum nya sudah di pecat oleh Dika.


Sepanjang perjalanan mereka melakukan percakapan biasa. Sesampainya di sekolah mereka berjalan bersama ke kelas.


"Selamat pagi." ucap Anisa kepada Putri yang sudah duduk di kelas.


"Pagi.. Tumben-tumbenan kamu datang sama Arya?" ucap Putri.


"Tidak sengaja, dia datang menjemput ku." ucap Anisa.


"Humm semua pria mendekati kamu, tidak kamu sisakan satu untuk ku, aku sudah bosan jomblo." ucap Putri.


Anisa tertawa. "Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut kamu, apa kamu sudah tidak sakit hati lagi?" tanya Anisa.


"Huff stop membahas masa lalu ku." ucap Putri.


"Aku hanya bercanda." ucap Anisa. Putri memerhatikan wajah Anisa.


"Aku yang merasa atau memang ini benar. Akhir-akhir ini aku melihat ada tanda bahagia di mata kamu, padahal kan orang tua kamu lagi bermasalah." ucap Putri.


"Aku bahagia bukan berarti aku melupakan masalah ku, hanya saja satu orang berhasil membuat pikiran ku tenang, berfikir lebih luas dan positif." ucap Anisa..


"Hayooo itu Siapa?" tanya Putri.


"Kamu tidak perlu tau, intinya dia sangat dewasa, dia benar-benar ada di saat aku membutuhkan dia." ucap Anisa.


"Aku suka banget Anisa versi sekarang. Jauh lebih dewasa, ceria, rajin, pintar dan baik." ucap Putri.


Anisa tersenyum. Tiba-tiba guru masuk.


"Selamat pagi semua nya." ucap guru paling muda di sekolah itu.


"Pagi Buu..."

__ADS_1


"Hari ini pak Dika tidak datang karena ada urusan nya di luar sehingga tidak bisa datang. Kita tau sendiri kalau pak Dika bukan hanya seorang guru tapi juga pengusaha.. Hari ini ibu akan menggantikan dia agar kalian tidak ketinggalan pelajaran." ucap Ibu guru.


"Baiklah Bu." ucap semua murid.


"Yahh pak Dika tidak datang, padahal aku sudah masak makanan kesukaan pak Dika." ucap Rida.


Anisa menoleh ke arah Rida.


"Ya udah untuk ibu saja deh." ucap Rida memberikan kepada guru.


"Pak Dika adalah pengusaha kaya raya, kenapa yah dia mau capek-capek bekerja sebagai Guru di sini?" ucap Putri.


Anisa kaget dengan perkataan Putri.


"Ternyata hanya aku sendiri yang tidak tau tentang pak Dika." batin Anisa.


"Karena Pak Dika sebelum nya menjadi guru di sekolah yang berbeda, namun dia meminta untuk di pindahkan ke sini." ucap Bu guru.


"Pekerjaan yang di sukai oleh pak Dika adalah Guru. Walaupun dia kaya dan Tampan dia sangat rendah hati dan tidak sombong." ucap Rida.


"Itu yang membuat aku jatuh cinta kepada pak Dika." ucap Rida. Anisa sangat Cemburu mendengar itu.


Pelajaran pun di mulai, semua murid di kelas fokus pada pelajaran masing-masing, mereka telah tidak bisa main-main lagi dalam hal belajar, karena sudah dekat ujian.


Selepas pulang sekolah Arya mengejar Anisa.


"Anisa kamu kok buru-buru mau pulang sih? Bukan nya sudah janji mau kumpul dengan anak-anak yang lain?" tanya Arya.


"Sudah mungkin Anisa terburu-buru karena ada urusan lain, ayo kita masuk." ucap Putri menarik tangan Arya.


Arya melihat tangan nya.


"Kamu tidak perlu memegang tangan ku!" ucap Arya menepis tangan putri.


"Iyah-iyah maaf.. Lagian gak usah kasar juga kali, sakit." ucap Putri memegang tangan nya. Mereka berjalan bergabung dengan teman-teman.


Tidak beberapa lama akhirnya Anisa sampai di apartemen Dika. Dia langsung ke kamar Dika namun tidak melihat siapa pun di sana.


Anisa menelpon Dika namun tidak di jawab. Mengirim kan pesan namun tidak di balas.


"Apa dia masih bekerja?" ucap Anisa sambil duduk di sofa.


Tiba-tiba Bibik datang.


"Nok Anisa." ucap Bibik terkejut.


"Bibik... Aku minta maaf sudah membuat Bibik terkejut, aku datang ke sini mencari pak Dika." ucap Anisa.


"Emang nya pak Dika gak ngomong kalau dia tiga hari ini ada meeting di luar provinsi?" ucap Bibik.

__ADS_1


"Meeting di luar provinsi?" tanya Anisa kaget.


"Iyahh Non, perusahaan Den Dika sedang bermasalah.. Mungkin karena itu dia tidak sempat mengabari non Anisa." ucap Bibik.


"Oohh begitu yah Bik." ucap Anisa. Bibik menganguk.


"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu yah Bik." ucap Anisa.


Setelah keluar dari apartemen Dika, Anisa membuka handphone nya dia melihat postingan yang men Tag Dika.


Foto Dika bersama wanita yang begitu cantik sekali. Dika bahkan merangkul pundak perempuan itu saat duduk di sofa.


"Seperti nya ini Bukan tempat bekerja tapi Cafe." batin Anisa.


Anisa mengirimkan pesan lagi.


"Kenapa kakak tidak membalas pesan ku?" ucap Anisa.


"Apa kakak tidak mengingat ku lagi? Kakak tidak mengatakan apapun kepada ku kalau ternyata kakak pergi keluar provinsi." ucap Anisa di pesan.


Tidak juga di balas, Anisa merasa sangat kesal dia memutuskan untuk kembali ke rumah nya.


Sampai di rumah dia bosan hanya sendirian saja, dia memilih ke perpustakaan umum untuk belajar. Mungkin dia bisa lebih fokus di sana.


Sampai di perpustakaan dia langsung belajar, cukup lama dia di sana sampai ketiduran. "Mbak! Mbak!" panggil penjaga perpustakaan.


Anisa membuka mata nya dan bangun.


"perpustakaan akan tutup sebentar lagi, sebaiknya Mbak kembali." ucap kakak itu.


Anisa menganguk.


"Baiklah kak, maaf saya ketiduran." ucap Anisa. Dia membuka handphone nya berharap ada notifikasi dari kekasihnya namun sama sekali tidak ada.


Anisa keluar dari perpustakaan seperti orang bodoh.


Tiba-tiba dia menabrak seseorang karena dia belum sadar 100%.


"Maaf-maaf pak saya tidak sengaja." ucap Anisa langsung mengambil tas Pria itu yang jatuh.


"Tidak apa-apa.. Lain kali kalau berjalan lihat ke sekeliling." ucap pria itu.


"Sekali lagi saya minta maaf." ucap Anisa. mengangkat kepalanya menatap pria itu.


Namun melihat wajah nya Anisa merasa tidak asing.


"Anisa..." ucap pria itu. Anisa mencoba mengingat siapa pria itu.


"Siapa yah?" tanya Anisa.

__ADS_1


"Masa kamu lupa sama saya? Saya yang sering membawa kan boneka untuk kamu." ucap Pria itu.


"Kak Marsel." ucap Anisa langsung ingat.


__ADS_2