Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 44


__ADS_3

"Aku harus fokus belajar sekarang agar aku tidak menyusahkan banyak orang, aku juga sudah malu, aku sudah tidak ingin aku di kucil kan oleh anak-anak yang lain termasuk Rida dan teman-teman nya." ucap Anisa.


"Nah gitu dong baru sahabat ku, aku akan membantu kamu, apapun itu aku akan membantu. Kamu pasti bisa, kamu akan mengalah kan semua orang yang sudah merendah kan kamu dan juga membuktikan kamu bisa." ucap Putri.


Jam pelajaran di mulai. Anisa belajar jauh lebih fokus dari pada sebelumnya.


Bahkan Rida Sampai kesal kepada Anisa yang terus mengangangkat tangan nya ketika ada pertanyaan, dan tidak jarang juga Anisa bertanya apa yang tidak di ketahui oleh diri nya.


Waktu nya jam istirahat.


"Anisa kamu gak keluar mau makan siang?" tanya Putri kepada teman nya itu.


"Nanti saja, ini ada beberapa lagi yang harus aku selesaikan." ucap Anisa karena dia mengerjakan tugas nya di sekolah.


"Aku bantuin yah." ucap Putri.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu, aku bisa mengerjakan nya sendiri." ucap Anisa. "Kamu Duluan saja ke kantin, nanti aku susul deh." ucap Anisa.


"Ya udah deh kalau begitu." ucap Putri. Dia pun keluar dari kelas meninggalkan Anisa.


Anisa kembali fokus mengerjakan tugas nya.


"Ini adalah tugas yang harus di kerjakan di rumah bukan di sekolah." ucap Rida tiba-tiba menarik buku tugas Anisa yang sedang menulis.


Anisa kaget. "Apa yang kamu lakukan Rida?" ucap Anisa marah karena tugas nya sudah sobek dan juga tercoret.


"Apa kamu tidak mendengar aku? Ini adalah tugas rumah bukan tugas yang harus dikerjakan di sekolah. Kalau pak Dika tau dia pasti akan menghukum kamu!" ucap Rida.


Tiba-tiba Arya datang mengambil buku Anisa.


"Mau di sekolah atau di rumah itu bukan urusan kamu, setidaknya Anisa sudah mengerjakan nya." ucap Arya.


"Kamu jangan ikut campur yah. Kamu sebagai ketua kelas harus mengajar kan ke disiplinan kepada murid yang lain." ucap Rida.


"Selain kedisiplinan aku juga harus mengajarkan murid agar saling menghargai, tidak ikut campur urusan murid lain dan tidak saling membuly seperti ini." ucap Arya.


Rida merasa kesal akhirnya dia pergi bersama kedua teman nya. Anisa mengambil bukunya dan ternyata sudah rusak, semua nya harus di ganti di salin ke tempat yang baru.


"Yahhh..." ucap Anisa sedih.


"Aku bantuin kamu yah." ucap Arya.

__ADS_1


"Tidak perlu! Kamu istirahat saja, aku bisa mengerjakan nya sendiri. yang di katakan oleh Rida benar seharusnya kamu mengajari kedisiplinan." ucap Anisa.


"Tapi aku tau kamu mengerjakan di sekolah karena tidak sempat mengerjakan di rumah." ucap Arya.


Anisa diam dia fokus menyelesaikan tugas nya.


tiba-tiba bel masuk berbunyi. "Kenapa sangat cepat masuk sih? Aku belum selesai." ucap Anisa.


Semua orang sudah pada duduk di kursi nya. Dika masuk ke kelas dan meminta semua murid mengumpulkan tugas nya.


Anisa sudah sangat takut karena belum selesai.


Rida yang mengumpulkan tugas merebut buku Anisa dan mengumpulkan ke depan.


Setelah beberapa lama waktu nya buku Anisa yang di periksa. Dika Menghela nafas panjang beberapa kali. Rida yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum.


Saat buku sudah di kembalikan Anisa memegang kepala nya melihat nilai nya.


"Berhubung ini adalah tugas Bahasa Indonesia jadi pasti sangat mudah sekali. Kalau ada orang yang bernilai Lima puluh ke bawah sebaiknya berdiri dan bernyanyi ke depan." ucap Dika.


Semua orang tidak ada yang berdiri saling menatap satu sama lain dan tiba-tiba Anisa berdiri. Semua orang Terdiam.


"Kamu kenapa Anisa?" tanya Putri.


Arya yang melihat itu hanya bisa diam.


Arya hanya diam. Dika tersenyum melihat Anisa. "Ayo berdiri ke Depan dan bernyanyi sebagai hukumannya." ucap Dika.


Anisa langsung ke depan.


Dia bernyanyi dengan malu-malu itu sebab nya tidak bagus sehingga Dika beberapa kali meminta Anisa mengulangi nya.


Semua murid di depan tertawa.


Waktu nya istirahat kedua..


Anisa berlari ke toilet sekolah.


"Aaaaa pak Dika benar-benar nyebelin sekali! Kalau tau seperti itu aku tidak akan pernah mengurus nya ketika sakit. Aku bahkan tidak mau bertemu dengan nya lagi." ucap Anisa.


Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi. Dia melihat Rida dan Dika berjalan bersama ke kantin.


"Apa? mereka berjalan sama-sama ke kantin?" tanya Anisa, dia langsung mengikuti.

__ADS_1


Namun Anisa di panggil oleh Putri. "Ada apa sih dari tadi kamu melihat ke arah Rida dan pak Dika?" tanya Putri kepada Anisa...


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Rumor di sekolah itu seperti nya benar kalau pak Dika dengan Rida memiliki hubungan yang spesial." ucap Putri.


"Apa maksud kamu mereka pacaran?" tanya Anisa. Putri menganguk..Anisa terdiam.


"Memang nya kenapa? kok kamu seperti nya penasaran? kamu juga sudah sama pak Dika yah?" tanya Putri.


"Siapa juga yang suka sama pak dika? Gak mungkin lah." ucap Anisa.


"Yahh siapa tau." ucap Putri. "Tidak mungkin aku sudah sama guru galak seperti dia tidak mempunyai hati lagi." ucap Anisa.


"Kamu yakin?" tanya Putri.


"Yakinlah, aku sudah memiliki Candra, aku hanya mencintai dia." ucap Anisa.


"Humm iya deh iyah, kamu gak usah bersuara keras seperti itu juga." ucap Putri.


Tidak terasa sudah pulang sekolah.. Tania baru saja keparkiran namun ternyata Rida dan Dika sedang di sana.


"Ayo langsung pulang saja pak." ucap Anisa.


"Kamu pulang dengan supir saja hari ini yah, saya harus mengantarkan Rida pulang." ucap Dika.


Rida menggeser Anisa dengan kasar agar jauh.


"Tolong bantu pasangin pak, saya tidak bisa." ucap Rida..


Dika menganguk dia memasang hlem kepada Rida.


"Kamu permisi dulu." ucap Dika menghidupkan motor nya dan segera pergi. Anisa melihat Dika yang membawa Rida pergi meninggalkan dia.


"Aaaarrrgggg..." sangat menyebalkan sekali." ucap Anisa.


Dia mau menelpon supir nya namun tidak ada nomor supir di handphone baru nya, hanya ada nomor Arya.


Kebetulan juga Arya baru keluar dari kelas nya.


"Kamu belum pulang?" tanya Arya. "Supir ku belum datang menjemput ku." ucap Anisa.


"Ya udah kalau begitu ayo pulang aku anterin yah." ucap Arya. Anisa tersenyum sambil mengangguk.


"Humm baiklah kalau pak Dika mau nya seperti itu, Bapak pulang dengan Rida aku pulang dengan Arya." ucap Anisa dalam hati.

__ADS_1


"Boleh ngambil foto gak?" ucap Anisa. Arya menganguk.. Mereka foto berdua sama-sama.


Anisa tersenyum melihat nya dan membuat postingan di Instragram nya karena semua orang termasuk Wali kelas nya bisa melihat.


__ADS_2