Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 148


__ADS_3

"Bukan nya kakak harus kembali ke kota Kakak?" tanya Anisa. Marsel mengingat jadwal nya dia menoleh ke arah Tri yang hanya diam.


"Baiklah kalau begitu saya akan membawa Tri dengan saya." ucap Marsel. "Kakak yakin? saya tidak ingin membebani kakak dengan Tri, saya akan mengerjakan dia kantor saya." ucap Dika.


"Saya juga bisa membuat dia bekerja di pabrik dan toko saya." ucap Marsel. "Kok jadi rebutan sih? tanya Tri saja bagaimana mau nya. Lagian toko kakak kan di sini.. Biarkan saja Tri di sini." ucap Anisa.


"Huff terserah saja deh, kalau begitu saya harus segera kembali. Untuk kamu Dika jangan berani macem-macem, setiap Minggu saya akan datang." ucap Marsel.


"Baik kak, saja janji." ucap Dika.


"Menyentuh adik tangan saya kamu akan saya hajar!" ucap Marsel. Dika langsung melepaskan tangan Anisa.


"Tugas kamu di sini adalah mengawasi mereka berdua. Kamu harus tidur di kamar nya Anisa. Jangan biarkan Pria ini tidur di kamar adik saya." ucap Marsel kepada Tri.


Tri yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangguk saja. "Apa kamu mengerti? kamu tidak memiliki mulut untuk berbicara?" tanya Marsel.


"Iyah pak, Iyah." Jawab Tri langsung. Marsel mendekati Anisa dan memeluk nya.


"Kamu jaga diri baik-baik, kakak akan kembali lagi kalau sudah tidak terlalu sibuk." ucap Marsel.


"Iyah kak, kakak hati-hati di jalan yah." ucap Anisa.. Marsel mengangguk dia mencium kening Anisa dan setelah itu pun pergi.


"Argghh... Dengkul ku sangat lemas karena kakak kamu Anisa, dia berbeda kepribadian dengan kamu." ucap Tri. Anisa tersenyum.


"Kak Marsel memang kelihatan nya galak, asli nya baik banget kok. Asal jangan membuat nya marah saja." ucap Anisa sambil melirik Dika.


"Huff kamu masih menyindir saya." ucap Dika..Anisa tertawa. "Bukan kah yang aku katakan benar?" ucap Anisa. Dika mengejar Anisa ke dalam.


Tri tersenyum melihat itu.


"Sangat cocok sekali." ucap nya. "Aku tidak menyangka kalau tuan Dika Akan pacaran dengan orang seperti Anisa. Tapi tuan Dika seperti nya jauh lebih bahagia bersama Anisa dari pada sama mantan istri nya." batin Tri.


"Kakak untuk sementara harus di rumah saja sayang. Kamu tidur di kamar ini saja, aku dengan Tri Akan tidur di kamar ku." ucap Anisa.


"Saya ingin tidur bersama kamu." ucap Dika. "Apa kamu yakin mau tidur dengan ku?" tanya Anisa sambil mengangkat handphone nya.

__ADS_1


Dika langsung menurunkan handphone Anisa.


"Baiklah saya akan tidur sendiri. Tidak perlu menelpon kak Marsel." ucap Dika, Anisa tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kakak istirahat saja, kakak pasti kelelahan bergantian dengan kak Marsel membawa mobil." ucap Anisa.


Dika melihat jam sudah jam delapan malam.


"Kamu juga tidur lah." ucap Dika. Anisa mengangguk.


"Selamat malam sayang." ucap Dika. Anisa mengangguk dia memaksa Dika masuk ke dalam kamar.


"Tri ayo masuk." ucap Anisa. panggil Anisa karena Tri di luar saja seperti anak hilang. Tri masuk.


"Ya ampun ternyata Anisa anak orang kaya? Masa iya rumah sebesar ini dia tempati sendiri?" ucap Tri.


"Awal nya semua keluarga ku di sini, namun masing-masing mereka sudah memiliki kesibukan, aku yang harus tinggal di sini sendiri." ucap Anisa.


Tri menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum. "Kamu sangat hebat." ucap Tri.


Tri tersenyum. "Kalau aku jadi kamu, aku pasti akan sangat bahagia, aku akan memilih bersantai menikmati yang ada." ucap Tri. Anisa tersenyum.


"Oh iya kalau boleh tau orang tua kamu kemana? Kok mereka tidak tinggal di sini, kamu kan masih SMA." ucap Tri.


"Orang tua ku sudah lama bercerai, mereka masing-masing sudah memiliki keluarga juga. Sekarang aku hanya tinggal sendiri, kak Marsel juga sibuk dengan urusan nya sendiri." ucap Anisa.


"Kakak kamu sangat tega membiarkan kamu sendiri di sini, untung saja tuan Dika ada, kalau tidak ada bagaimana?" ucap Tri malah menyalah kan Marsel.


"Sudah-sudah, sebaik nya kita tidur saja, besok aku harus sekolah." ucap Anisa. Tri mengangguk.


"Oh iya nih pakai baju aku aja untuk tidur." ucap Anisa. "Tidak usah lah, aku pakai ini saja sudah sangat nyaman." ucap Tri.


"Oohh ya udah." ucap Anisa. "Loh-loh kok kamu tidur di lantai sih? Ayo tidur di atas saja ucap Anisa mengambil bantal dan meletakkan di atas kasur.


"Kasur kamu pasti kasur mahal, aku takut membuat nya rusak atau terkena kuman." ucap Tri.

__ADS_1


Anisa menghela nafas panjang. "Ya Allah Tri pikiran aku tidak ada ke sana. Ayo tidur di atas kalau gak aku marah." ucap Anisa.


"Kalau begitu aku mandi dulu." ucap Tri.


"Pakai ini saja, aku yakin kamu pasti nyaman, lihat saja pakai an kamu yang tebal-tebal sobek-sobek lagi." ucap Anisa.


"Ini adalah fashion, kamu. tidak tau gaya." ucap Tri. Anisa tertawa.


"Kalau kamu bertemu sama temen ku, mungkin kamu di kira anak punk." ucap Anisa. "Iyeeee aku tidak seburuk-buruk itu." ucap Tri.


Anisa tertawa. "Ya udah ah sana buruan mandi, aku juga mau mandi setelah kamu." ucap Anisa. Tri mengangguk. Setelah Tri masuk ke kamar mandi Anisa mengambil kesempatan untuk melihat Dika.


Dia turun ke bawah dan mengetuk pintu kamar Dika.


"Masuk saja pintu tidak di kunci." ucap Dika, Anisa melihat Dika baru selesai mandi.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Dika karena Anisa tiba-tiba terdiam memerhatikan badan nya.


"Ternyata badan kakak bagus banget yah." ucap Anisa. Dika tersenyum. "Kamu mau menyentuh nya?" tanya Dika, Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Melihat nya saja sudah membuat ku merinding." ucap Anisa sambil naik ke kasur dan duduk di tengah-tengah memeluk bantal memerhatikan Dika yang mengeringkan rambut nya menggunakan hair dryer.


"Kak aku besok sekolah, kakak yakin tidak mau kembali menjadi guru di sana?" tanya Anisa..Dika menoleh ke arah Anisa.


"Percaya atau tidak saya sudah menandatangani kontrak kerja sampai di Tgl sebelum saya berangkat ke kota lama saya." ucap Dika.


"Apa kakak berniat masuk ke sana sebentar saja?" tanya Anisa.


"Saya masuk ke sana hanya ingin mendapatkan kamu, saya sudah mendapatkan kamu, saya bisa keluar dengan tenang dan puas." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Aku sangat berharap kalau kakak akan menjadi guru ku sampai aku Lulus." ucap Anisa.


Dika menoleh ke arah Anisa.


"Saya percaya kamu bisa lulus, saya yakin itu." ucap Dika.

__ADS_1


__ADS_2