
Usai Pulang sekolah Dika menahan Putri.
"Putri apa kamu tau apa yang terjadi kepada Anisa?" tanya Dika.
"Memang nya Anisa kenapa Pak?" tanya Putri.
"Apa kamu tidak melihat dia lebih banyak diam hari ini?" tanya Dika.
"Itu sudah kebiasaan dia Pak, palingan juga putus sama pacar nya, namun itu tidak lama, nanti juga balikan lagi." ucap Putri.
"Oohhh begitu yah." ucap Dika, Putri menganguk.
"Kenapa kelihatan nya Bapak sangat mengkhawatirkan Anisa?" tanya Putri.
"Saya bertanya karena melihat dia kurang bersemangat belajar hari ini." ucap Dika. "Nanti juga baik sendiri Pak." ucap Putri.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dika. Dika mengikuti Anisa keluar dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya dari tadi.
"Loh kenapa ke arah sana?" ucap Dika heran.
Dia langsung mengeluarkan motor nya dari parkiran dan mengikuti Anisa.
"Huff Anisa sama sekali tidak bisa langsung pulang ke rumah yah? Benar-benar sangat bebas sehingga tidak pernah menghargai siapapun. Bahkan dia tidak perduli dengan waktu." batin Dika.
Tidak beberapa lama berhenti di Cafe yang terkenal dengan anak-anak tongkrongan yang kurang baik. Anak-anak yang liar dan di sana juga menjual minuman alkohol dengan bebas.
"Bapak tidak perlu menunggu saya, sebaiknya bapak pergi saja. Ingat jangan melaporkan tentang ini kepada siapapun." ancam Anisa.
"Tapi non, tempat ini tidak baik. Nanti malam Non pasti memiliki Les." ucap supir. Anisa memberikan uang jumlah yang banyak kepada Supir.
"Bapak membutuhkan uang kan? Jangan perduli kan hidup ku, pergi jangan so ada yang tau!" ucap Anisa.. Supir itu menginyakan dan pergi..
Anisa Masuk namun tangan nya langsung di tarik oleh Dika menjauh dari pintu Cafe itu.
"Pak Dika! Bagaimana bisa bapak ada di sini? Lepaskan!" ucap Anisa mencoba melepaskan tangan nya namun tak kunjung bisa karena Dika menarik nya sangat kuat.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Dika..
"Terserah aku mau kemana, itu bukan urusan bapak! Sekarang lepas kan aku, bapak pergi dari sini." ucap Anisa.
"Anisa ini tempat yang tidak baik, banyak orang-orang nakal dan jahat di dalam sana!" ucap Dika.
"Bagaimana bisa bapak tau? Bapak adalah salah satu nya kan? Kelihatan nya saja bapak tidak mengenal tempat seperti ini,. namun ternyata bapak sudah tau semua nya." ucap Anisa.
__ADS_1
"Jaga mulut kamu berbicara Anisa! Kamu harus pulang sekarang!" ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau pulang, aku tidak mau." ucap Anisa berteriak.
"Kalau orang tua kamu tau, mereka pasti akan sangat marah sekali." ucap Dika.
"Aku tidak perduli! Aku mau mereka marah kepada ku, aku tidak takut mereka marah. Aku ingin mereka melihat aku seperti ini, aku ingin mereka sadar kalau aku butuh mereka.. Namun mereka tidak pernah sadar. Aku benci mereka...." Ucap Anisa menangis.
Dika langsung memeluk Anisa karena mendengar suara Tania bergemetar membuat nya tersentuh, dia bisa merasakan kesedihan Anisa.
"Aaaaaa......" Anisa berteriak meminta di lepas Namun dika tidak melepaskan nya, Anisa memukuli Dika.
"Aku benci hidup ku, aku tidak pernah menemukan kebahagiaan, aku membenci semua nya... Aku tidak bisa seperti ini. Lepaskan aku aku sangat pusing, aku ingin menenangkan pikiran ku." ucap Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya.
"Tenang kan pikiran kamu Anisa, jangan Keras kepala... Bukan ini jalan untuk menenangkan pikiran." ucap Dika mengelus punggung Anisa.
Anisa menangis.
"Aku tidak guna nya untuk hidup, aku tidak berguna..." ucap Anisa.
"Ssstttt jangan berbicara pernah itu." ucap Dika.
"Mamah dan papah bercerai tampa sepengetahuan ku, aku sangat hancur. Sekarang aku sendirian." ucap Anisa.
"Kamu tidak sendirian, saya ada di sini untuk kamu." ucap Dika.
"Semua orang yang pernah bersama ku, akan pergi meninggalkan aku sendirian, tidak ada yang bisa aku percaya." ucap Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya janji akan bersama kamu, akan selalu ada untuk kamu." ucap Dika.
Anisa mulai memeluk erat badan kekar Dika.
"Jangan menangis lagi, semua masalah pasti ada jalan keluar nya, kamu harus tau kenapa orang tua bercerai dan menyembunyikan nya dari kamu." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak ingin tau, aku tidak ingin bertemu dengan mereka, aku tidak ingin pulang. Aku mau pergi." ucap anisa mau melepaskan pelukannya namun di tahan oleh Dika.
"Kamu bisa ikut dengan saya." ucap Dika..
Tidak berselang lama Dika membonceng Anisa ke apartemen nya. Sepanjang perjalanan Anisa tidak berhenti menangis.
__ADS_1
Dika melihat dari kaca Spion motor nya.
"Kalau kamu menangis seperti itu akan membuat mata kamu bengkak, kalau mata kamu bengkak akan sangat jelek seperti Di gigit tawon." ucap Dika.
Anisa diam..
Tidak beberapa lama akhirnya motor berhenti.
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Anisa..Dika tersenyum.
"Ayo turun dulu." ucap Dika membuka hlem yang di pakai Anisa.
Dika berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Anisa semakin ke pinggir pantai itu.
Anisa berjalan semakin ke pasir yang basah.
"Biasanya tempat ini adalah tempat saya untuk menenangkan diri, Atau pun pikiran. Saya akan menghabiskan waktu berjam-jam di sini sampai pikiran saya tenang." ucap Dika
Anisa berjalan ke arah air dan memandang luas nya pantai itu.
"Kamu bebas berteriak sekuat apapun di sini, kamu juga bebas berapa lama di sini." ucap Dika dari belakang Anisa.
Anisa menoleh ke arah Dika yang tersenyum.
"Aaaaaaa!!!!!!!!" Anisa berteriak.
"Lebih keras lagi..." ucap Dika..
Anisa mulai berteriak lagi..Dika menyusul nya dan berdiri di samping Anisa. Dia menggenggam tangan Anisa membuat Anisa terkejut namun Dika membalas dengan senyuman yang sangat jarang bisa di lihat oleh siapa pun.
"Aaaaaaaaa!!!!!" Mereka berdua berteriak sama-sama. Tiba-tiba hujan datang.. "Hujan! Kita cari tempat berteduh." ucap Anisa menarik tangan Dika namun Dika menahan tangan Anisa.
"Kenapa harus cari tempat berteduh? Kamu bisa menangis di tengah-tengah hujan tanpa ada yang tau." ucap Dika.
"Kamu juga harus tau kalau saya sangat suka hujan." ucap Dika..Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Terakhir kali bapak kena hujan langsung demam." ucap Anisa.
Dika melepaskan tangan Anisa dan merentangkan kedua tangannya menikmati hujan yang semakin deras.
Anis melihat Angga menutup mata nya. Anisa mengikuti nya juga.. Perlahan air mata nya keluar. Dika melihat nya.. Tiba-tiba menghapus air mata Anisa yang bercampur dengan air hujan.
"Mari bersenang-senang, ajak Dika.. Anisa membuka mata nya dia menatap wajah Dika. Dia mengangguk.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Dika iseng menggelitik pinggang Anisa..
Anisa kaget dan hampir jatuh, namun Dika langsung kabur..Anisa tersenyum dia mulai mengejar Dika.. Mereka main kejar-kejaran.