
Anisa mau berbicara namun tiba-tiba langsung di cium oleh Dika lagi.
"Jangan melakukan itu pak, bagaimana kalau Tante Ara Melihat kita?" ucap Anisa menahan Dika.
Dika mendorong Anisa masuk ke dalam dan menutup pintu. Dika memeluk Anisa dan berbaring di kasur.
Dika Dan Anisa bertatapan.
"Saya menyukai kamu sudah cukup lama, namun kamu baru bisa jujur dengan perasaan kamu sendiri sekarang." ucap Dika.
Anisa hanya diam. Dika menatap wajah Anisa cukup lama.
"Kalau aku jujur dengan perasaan ku sendiri lalu bagaimana dengan Candra?" ucap Anisa.
"Apa kamu masih memiliki perasaan kepada nya setelah satu bulan dia tidak memberikan kabar kepada kamu?" tanya Dika.
Anisa hanya diam. "Saya mencintai kamu, saya bisa membahagiakan kamu." ucap Dika mencium Anisa.
"Tok!! Tok!! Tok!!" tiba-tiba Pintu ada yang mengetuk. Anisa ternyata hanya bermimpi karena tidur sore-sore. Tidak terasa dia bangun sudah jam tujuh malam.
Dia tidak melihat ada Dika di kamar nya. "Ya ampun kenapa aku bermimpi seperti itu." ucap Anisa.
"Anisa buka pintu nya." ucap Dika dari balik pintu kamar.
Anisa turun dari kasur nya dan membuka pintu.
"Saya sudah dari sore di sini, kamu baru bangun!" ucap Dika langsung.
Anisa menatap Dika. "Boleh tidak hari ini aku tidak belajar les? Aku sangat lelah, pakaian ku masih banyak yang kotor, aku harus mencuci nya." ucap Anisa.
"Itu bukan urusan saya! Kamu hari ini cepat pulang, jangan membuang waktu saya begitu saja." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang.
"Saya akan menunggu di luar." ucap Dika. Dika turun ke bawah.
"Apakah dia sudah mau bangun?" tanya Tante Ara yang ternyata masih ada di sana. "Sudah Tante." ucap Dika.
Tidak beberapa lama Anisa turun dia duduk di depan Dika. Hanya melirik sedikit ke arah Tante nya dan fokus ke buku nya.
Dika yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.
Dua jam berlalu, Dika pamit pulang. Tante Ara mengantarkan nya ke depan. Anisa melihat Dika pergi dari jendela.
"Kenapa aku jadi seperti ini sih? Kenapa aku sangat sedih ketika pak Dika mengabaikan ku seperti ini." batin Anisa.
"Anisa kamu mau ikut Tante makan di luar gak?" tanya Tante Ara, Anisa menoleh ke arah Tante nya itu.
"Iyah Tante aku ikut." ucap Anisa.
Di dalam mobil. "Tante minta maaf Anisa, mau sampai kapan kamu akan marah kepada Tante?" ucap Tante Ara.
__ADS_1
"Sampai mamah dengan papah kembali lagi." ucap Anisa.
Tante Ara tersenyum.
"Apa kamu tidak melihat betapa bahagianya mereka hidup dengan pasangan pilihan masing-masing?" tanya Tante Ara.
"Pasangan pilihan sendiri, pasangan yang saling mencintai." ucap Tante Ara.
"Apa mamah dengan Papah tidak saling mencintai?" tanya Anisa, Tante Ara langsung terdiam.
"Cinta itu pasti pernah ada, dan pasti juga tidak ada. Walaupun Sudah menikah dan punya bisa jadi tidak ada cinta." ucap Tante Ara.
"Aku tidak mengerti apa yang Tante maksud? Apa yang Tante maksud adalah Mamah dengan papah?" ucap Anisa.
Tante Ara menganguk.
"Mereka berjodoh hanya sebentar saja, saling mencintai hanya sebentar, dari hasil cinta mereka hanya kamu. Mereka tidak bisa memaksakan lagi perasaan mereka karena menjadi saling melukai satu sama lain." ucap Tante Ara.
Anisa terdiam.
"Tante hanya berharap kepada kamu agar kamu bisa menerima semua nya, jangan menjadikan itu kesedihan kamu, kamu harus menjadikan itu pelajaran hidup." ucap Tante Ara.
Anisa Diam.
"Tante mengerti di posisi kamu seperti apa kok, Tante paham." ucap Tante Ara.
"Ayo turun." ucap Tante Ara. Anisa menganguk mereka masuk ke restoran itu.
"Loh bukannya itu Guru les kamu tadi?" ucap Tante Ara menunjuk ke arah Dika yang sedang duduk berdua dengan perempuan yang sebelumnya pernah di lihat oleh Anisa.
Anisa memerhatikan Dika yang menyuapi Gisel.
"Pak Dika." ucap Tante Ara. Dika menoleh ke arah Tante Ara dan Anisa.
Dika melihat Anisa. "Tante Ara ke sini juga?" ucap Dika. Setelah Tante Ara menarik tangan Anisa mendekati meja mereka.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." ucap Tante Ara.
"Silahkan Duduk Tante, kita makan sama-sama saja." ucap Dika.
"Humm Dika, ini Siapa?" tanya Gisel karena dia belum pernah melihat mereka sebelum nya.
Dika bingung menjelaskan nya bagaimana.
"Kita Makan di tempat lain saja Tante. Tidak baik menganggu orang yang sedang dinner berdua." ucap Anisa.
"Gak apa-apa kok. Kami malah senang ada anggota yang tambah." ucap Gisel dengan baik.
Anisa menatap Dika.
__ADS_1
"Tante saja, aku memilih tempat yang lain." ucap Anisa langsung pergi. Tante nya mengikuti Anisa keluar.
"Kok aneh banget sih." ucap Gisel.
"Anisa! Anisa!" panggil Tante Ara.
"Kenapa kamu keluar? ini restoran yang paling enak di sini." ucap Tante nya.
"Aku tidak lapar, kalau Tante mau makan masuk lah sendiri, aku akan menunggu di dalam mobil." ucap Anisa.
"Huff kamu benar-benar aneh sekali, ya udah deh kita cari yang lain saja." ucap Tante nya.
Dika melihat mobil Tante Ara pergi dari restoran itu.
"Kenapa kamu melihat nya sampai segitunya Sih?" ucap Gisel kepada Dika. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok." ucap Dika.
"Humm aku pulang Duluan yah, aku belum istirahat, aku permisi." ucap Dika meninggal kan Gisel begitu saja.
"Dika kamu jahat banget sih! Bete deh!" ucap Gisel.
Dia menyudahi makan nya dan pergi.
Anisa sepanjang perjalanan hanya diam saja.
"Seperti nya Anisa sangat sedih karena orang tua nya." batin Tante Ara. Dia mencoba menghibur Ara namun tidak juga bisa.
Keesokan harinya...
"Waktu berjalan begitu cepat sekali..." ucap Anisa karena sudah bunyi bel pulang sekolah.
"Aku benci kesunyian, aku tidak ingin sendirian." ucap Anisa dalam hati.
"Tin!! Tin!!" tiba-tiba klakson mobil di depan nya.
"Anisa ayo naik." ucap Tante Ara yang ternyata di dalam mobil itu.
"Loh Tante Ara masih di sini?" ucap Anisa tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Tante belum pulang? Tumben-tumbenan banget, biasa nya Tante hanya satu malam saja di sini." ucap Anisa.
"Humm anak durhaka kamu, bisa-bisa nya kamu mengusir Tante kamu sendiri, Tante yang sudah mengurus kamu dari bayi!" ucap Tante Ara.
"Aku tidak bermaksud seperti itu Tante, aku hanya bertanya." ucap Anisa.
"Tante dua hari lagi masih di sini, kamu pasti akan kesepian kalau tidak ada yang menemani. Tante dengar kamu lagi LDR sama pacar kamu si Candra." ucap Tante Ara.
"Humm apa itu arti nya Tante bisa menemani aku jalan-jalan?" tanya Anisa.
__ADS_1