
Anisa menghela nafas panjang. "Kamu yang sabar yah, aku yakin kamu akan baik-baik saja nanti."ucap Anisa
"Semoga saja Anisa." ucap Tri.
"Oh iya ngomong-ngomong pak Marsel sudah memiliki pacar belum?" tanya Tri. Anisa menatap dengan tatapan Aneh.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Anisa.
"Aku hanya penasaran saja, perempuan mana yang betah dengan pak Marsel kalau sifat nya seperti itu." udah Tri.
Anisa tersenyum.
"Untuk sekarang kak Marsel tidak memiliki pacar. Tapi dia pernah berpacaran dengan perempuan satu kuliah nya namun itu sudah sangat lama sekali." ucap Anisa.
"Setelah itu pak Marsel tidak memiliki pacar lagi?" tanya Tri. Anisa mengangguk.
"Aku juga heran kenapa, sementara banyak perempuan yang suka sama dia." ucap Anisa.
"Pacar nya yang sebelumnya berapa lama dengan dia?" tanya Tri. "Mungkin sekitar dua bulan." ucap Anisa.
"Dua bulan?" tanya Tri kaget. Anisa mengangguk.
"Iyah, apa yang salah dengan itu?" tanya Anisa.
"Kenapa begitu cepat?" tanya Tri.
"Aku dengar kak Marsel membayar nya hanya dua bulan saja karena kak Marsel tidak pernah tertarik kepada perempuan mana pun." ucap Anisa.
Tri menggeleng kan kepala nya seakan tidak percaya.
"Kenapa begitu aneh sekali." ucap Tri. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku juga tidak tau." ucap Anisa.
"Kamu kenapa bertanya sedetail itu sih? Kamu suka yah sama kak Marsel?" tanya Anisa..Tri menggeleng kan kepala nya.
"Kalau hanya melihat ketampanan nya aku sangat menyukai nya. Melihat segi keuangan dan pekerjaan aku juga sangat menyukai nya namun dari sifat aku tidak suka." ucap Tri.
"Aku sudah menduga nya." ucap Anisa.
"Tidak satu pun perempuan yang berani mendekati kak Marsel karena sudah tau sifat nya." ucap Anisa.
"Ini sudah malam waktu nya tidur." ucap Marsel yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Iyah kak sebentar lagi, kami sangat lapar menunggu makanan yang kami pesan." ucap Anisa.
"Kalau selesai segera tidur." ucap Marsel. Anisa menganguk.
Tri dan Anisa kaget melihat Marsel sudah ada di sana.
"Apa kak Marsel mendengar percakapan kita?" ucap Anisa. Tri menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku tidak tau." ucap Tri.
Marsel ke dapur mengambil minuman dan setelah itu ikut bergabung duduk di ruang tamu.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Marsel.
Anisa langsung menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada kok kak, tidak ada hal yang penting. Hanya membahas keseharian saja." Ucap Anisa.
"Yakin?" tanya Marsel. Anisa dan Tri sama-sama menganguk, sama-sama memasang wajah gugup.
Melihat itu Marsel merasa lucu. mereka berdua seperti kepergok mencuri sesuatu. Yang tadi nya sangat asyik bercerita sekarang tiba-tiba diam.
"Apa kakak sudah makan? Aku akan menambah pesanan makanan kalau seperti itu." ucap Anisa.
"Sebenernya sudah sore tadi, namun sekarang kakak lapar lagi." ucap Marsel.
"Kalau begitu aku akan menambah nya kak, kakak tunggu lah di sini." ucap Anisa.
Tidak beberapa lama akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
"Aku ke depan dulu yah kak ngambil nya, kakak tunggu di sini sebentar." ucap Anisa.
Tinggal hanya Tri dan Marsel di ruang tamu.
"Apa kamu mengatakan penawaran saya kepada Anisa?" tanya Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya.
"Jangan sampai Anisa tau!" ucap Marsel.
"Tapi aku tidak setuju dengan tawaran bapak, aku tidak mau." ucap Tri.
"Kamu hanya perlu berpura-pura menjadi kekasih saya di depan keluarga saya apa susah nya?" tanya Marsel.
"Keluarga Bapak? Itu artinya keluarga Anisa juga?" ucap Tri. "Asal kamu tau kalau saya dengan Anisa hanya kandung Ayah bukan kandung ibu. Keluarga ibu saya memaksa saya untuk segera menikah." ucap Marsel.
"Tapi pak."
"Hanya satu bulan saja, saya mohon." ucap Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak memaksa kamu melakukan apapun." ucap Marsel. "Kalau kamu tidak menerima tawaran saya, saya akan memecat kamu dari toko!" ucap Marsel.
"Kenapa seperti itu pak? aku mohon jangan." ucap Tri.
Marsel tersenyum. "Kalau kamu tidak mau di pecat itu arti nya kamu setuju menjadi pacar saya." ucap Marsel.
Anisa datang. "Kita bicarakan besok saja pak." ucap Tri.
Setelah mereka selesai makan Marsel masuk ke kamar nya, begitu juga dengan Tri sementara Anisa mengetuk pintu kamar kekasih nya terlebih dahulu.
Dika membuka nya.
__ADS_1
"Loh kamu belum tidur?" tanya Dika kepada Anisa.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku baru selesai berbincang-bincang dengan kak Marsel dan Tri." ucap Anisa.
"Kakak sendiri kok belum tidur?" tanya Anisa langsung masuk ke dalam.
Ternyata Dika sedang bermain game.
"Ya ampun kak, di suruh tidur malah main game." ucap Anisa.
"Saya tidak bisa tidur itu sebabnya saya main game." ucap Dika.
Anisa menghela nafas panjang. "Ya sudah lanjut kan saja, aku akan menemani kakak, besok juga hari libur." ucap Anisa.
"Kamu serius?" tanya Dika. Anisa menganguk.
Mereka duduk berdua di depan komputer. Namun tidak beberapa lama Anisa merasa pegal duduk sambil bersandar di bahu Dika.
Dia naik ke kasur sambil bermain handphone.
Dika sudah memenangkan game nya. Dia melihat Anisa sudah mengantuk di kasur nya.
"Kamu pindah lah ke kamar kamu sayang. Kalau kak Marsel melihat kamu di sini dia akan berfikir aneh-aneh." ucap Dika.
"Aku mau tidur di sini sama kakak." ucap Anisa dengan nada manja. Dika naik ke kasur dan memeluk Anisa dari belakang.
Anisa berbalik dia menatap wajah Dika.
"Tidur lah, selamat malam sayang." ucap Dika mencium kening Anisa.
Anisa tersenyum. Perlahan dia mulai menutup mata nya dan tidur dengan nyenyak. Begitu juga dengan Dika.
Sebenernya Kalau sudah ada Anisa dia sangat nyaman dan cepat tidur.
Keesokan paginya.. Tri terbiasa bangun pagi dia bangun berfikir akan berangkat bekerja namun dia baru sadar kalau dia di rumah Anisa.
Akhirnya dia ketiduran di sofa.
Marsel baru bangun. Dia langsung keluar mau mengambil Air Putih.
Dia kaget melihat Tri di sofa. "Kenapa dia tidur di sini?" ucap Marsel. Marsel mendekati nya dia menatap wajah Tri.
"Huff melihat wajah nya seperti melepaskan rindu kepada almarhum Ibu." batin Marsel.
"Keluarga ku pasti sangat senang kalau tau aku memiliki kekasih. Aku harus berusaha membuat Tri mau menjadi pacar ku." ucap Marsel.
Tri merasa ada seseorang yang mengamati nya dia membuka mata nya dia sangat kaget melihat Marsel duduk di sofa sambil menyeruput Kopi nya.
"Pak Marsel! Kenapa Bapak tidak membangun kan ku?" tanya Tri.
__ADS_1
"Kamu tidur seperti mayat, tidak mungkin kamu bisa bangun." ucap Marsel.