
Sementara Dika tidak langsung pulang ke rumah melainkan dia singgah ke rumah temannya. Dia membutuhkan bantuan teman nya untuk mengurus pekerjaan nya.
Sementara di rumah Tri baru saja bangun dia melihat tidak ada siapa-siapa lagi di kamar itu. Melihat jam dia sangat kaget sekali.
Dia langsung keluar namun tidak ada siapa-siapa di luar. "Loh kemana Anisa dan Tuan Dika?" ucap Tri.
"Tuan Dika.. Anisa..." panggil Tri namun tidak ada siapa-siapa.
"Oh iya Anisa pasti ke sekolah, mana mungkin dia ada di rumah jam segini. Lalu Tuan Dika kemana yah?" batin Tri.
Dia duduk di sofa ruang tamu sambil melihat suasana rumah yang sangat sepi itu. "Huff sangat asing sekali rasanya, aku tidak pernah seperti ini sebelum nya." ucap Tri.
"Pagi-pagi seperti ini aku pasti sudah kumpul dengan teman-teman ku di Pasar." ucap Tri. Dia mau ke kamar menukar pakaian nya dan mencari sarapan namun tiba-tiba telpon rumah itu berbunyi.
"Halo, selamat pagi." sapa Tri.
"Ini sudah siang!" ucap dari balik telpon itu. Seketika Tri langsung tau siapa pria itu.
"Pak Marsel, kalau mau mencari Anisa dia sedang ke sekolah dan Tuan Dika tidak ada di rumah." ucap Tri. "Saya mencari kamu. Kenapa saya mencari mereka." ucap Marsel.
"Kenapa bapak mencari saya?" tanya Tri.
"Kamu siap-siap lah, saya akan datang menjemput kamu nanti sore." ucap Marsel. Tri kaget.
"Bapak jangan membohongi aku, mana mungkin bapak datang ke sini secepat itu sementara kota tempat tinggal bapak lumayan jauh." ucap Tri.
"Kamu jangan banyak Bantah, lakukan saja yang saya minta." ucap Marsel langsung mematikan sambungan telepon.
"Lah kok di matikan langsung sih? Aku belum selesai ngomong. Memang pria yang sangat aneh." ucap Tri.
"Humm aku sangat lapar." ucap Tri berjalan ke dapur. Ternyata ada makanan di atas meja.
"Aku yakin ini pasti masakan Tuan Dika, aku sudah lama tidak makan masakan Tuan Dika." batin Tri. Dia langsung duduk dan memakan sisa makanan untuk satu orang di atas meja seperti nya Dika sudah merencanakan itu untuk Tri.
Tri makan dengan sangat lahap. "Humm masakan Tuan Dika semakin enak saja, aku sangat heran kepada mantan istri nya yang tega meninggalkan dia." ucap Tri.
Dia mengingat di saat bekerja di Rumah Dika dulu.
__ADS_1
"Sayang kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya Dika kepada istri nya yang baru saja Pulang tepat jam sembilan malam.
"Bukan urusan kamu, aku sudah pulang dan aku mau istirahat." ucap Istri nya. "Aku sudah masak khusus makanan kesukaan kamu, makan dulu yok." ucap Dika.
"Aku sudah kenyang, kamu saja yang makan " ucap istri nya dan langsung pergi. Tri melihat itu.
"Gak apa-apa Tuan biar aku saja yang makan kalau tidak ada yang makan." ucap Tri sambil tersenyum.
"Kamu gak apa-apa? Kamu kan tidak suka dengan makanan itu." ucap Dika. "Aku suka semua makanan yang tuan masak, karena rasanya sangat enak." ucap Tri.
Dika kembali tersenyum. Mereka pun makan bersama di Meja makan.
"Huff kenapa aku memikirkan itu lagi sih? Aku sudah tidak ingin mengingat itu, sekarang senyuman Tuan Dika sudah bertemu dengan orang yang tepat yaitu Anisa." ucap Tri.
"Yang sangat menghargai Tuan Dika, menyanyangi dan juga mencintai dia tulus dengan hati nya." ucap Tri karena dia bisa merasakan cinta di Antara mereka berdua.
"Putri..." Ucap Anisa memanggil putri yang hanya duduk diam di kursi nya sementara kawan-kawan nya yang lain sudah keluar mencari jajajan di kantin.
Putri menoleh ke arah Anisa.
"Kamu gak ke kantin?" tanya Anisa. Putri menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah kalau begitu, aku pergi dulu yah." ucap Anisa meninggalkan kelas.
Arya melihat ke arah Putri. "Kamu kenapa kok tiba-tiba diam sih? Biasa nya kamu tidak pernah berhenti berbicara kecuali tidur." ucap Arya.
"Kamu bisa diam gak sih!" ucap Putri. Arya terdiam sejenak.
"Loh kamu kenapa? Kok kamu marah sih sama aku?" tanya Arya. "Aku kesal sama kamu!" ucap Putri. "Kamu kenapa?" tanya Arya lagi menatap wajah Putri lebih dekat.
"Aku gak kenapa-kenapa, aku mau sendiri saja." ucap Putri.
"Kamu sadar gak sih kamu itu sangat aneh sekali." ucap Arya. "Kalau aku aneh jangan berteman lagi dengan ku!" ucap Putri.
"Aku tidak mau berteman dengan kamu, tapi aku ingin kamu berpacaran dengan ku." ucap Arya. "Hah? Maksud kamu?" tanya Putri kaget.
Arya tersenyum sambil menatap wajah kaget Putri.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu tidak mau?" tanya Arya.
"Tidak mungkin aku mau, aku tidak pernah berfikir akan berpacaran dengan teman satu sekolah." ucap Putri.
"Kamu kenapa seperti itu sih? Bukan nya kita sudah dekat?" ucap Arya. Putri menghela nafas panjang..
"Aku tidak mau, aku tidak mau pacaran sama orang seperti kamu!" ucap Putri.
"Apa aku terlalu buruk bagi kamu? Aku tidak tampan? Apa aku tidak cocok untuk kamu?" tanya Arya.
"Kamu sudah tau alasannya karena kita Teman." ucap Putri.
"Humm kamu benar, kita hanya teman. Aku hanya bercanda saja." ucap Arya sambil tersenyum dan berbicara seakan-akan tidak ada salah.
"Kamu bercanda?" tanya Putri. Arya mengangguk.
"Mana mungkin aku suka sama orang yang tidak menyukai ku dan selalu membenci ku." ucap Arya tertawa kecil.
Putri terdiam sejenak. "Lagian Iyah juga sih, kamu kan suka sama Anisa." ucap Putri.
"Jangan membahas itu lagi, kamu tau sendiri kan kalau sekarang Anisa sudah memiliki pak Dika." ucap Arya.
"Walaupun Anisa sudah punya pacar, namun kelihatannya kamu masih sering tuh senyum-senyum memandangi dia dan terkadang mengambil kesempatan untuk berbicara dekat dengan dia." ucap Putri.
Arya menghela nafas panjang. "Kamu, Anisa adalah teman ku, wajar lah jika aku seperti itu.' ucap Arya.
Putri tersenyum. Tidak beberapa lama Anisa kembali.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa sangat serius sekali?" tanya Anisa duduk di depan Arya.
"Enggak ada kok, aku hanya membahas soal tugas dengan Arya." ucap Putri.
"Oohh begitu ya udah nih untuk kamu, nih untuk Arya." ucap Anisa.
Mereka makan jajanan yang di bawa oleh Anisa sambil bercerita tentang Anisa.
Jam sudah menunjukkan waktu nya pulang sekolah..Anisa di panggil ke ruangan guru sebentar. Putri dan Arya penasaran kenapa Anisa di panggil.
__ADS_1
Mereka berdua menunggu di depan dengan sangat penasaran sekali.