
"Aku tidak bermaksud seperti itu Tante, aku hanya bertanya." ucap Anisa.
"Tante dua hari lagi masih di sini, kamu pasti akan kesepian kalau tidak ada yang menemani. Tante dengar kamu lagi LDR sama pacar kamu si Candra." ucap Tante Ara.
"Humm apa itu arti nya Tante bisa menemani aku jalan-jalan?" tanya Anisa.
"Bukan hanya jalan-jalan, Kemana saja kamu mau, Tante anterin deh." ucap Tante Ara. Anisa tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku yang nyetir." ucap Anisa.
"Gak boleh biar Tante saja, kamu duduk tenang tunjukkan saja kita mau ke mana." ucap Tante Ara.
Anisa tersenyum. Mereka pergi ke toko buku.
"Kita ngapain ke sini?" tanya Tante Ara..
"Aku mau membeli buku Tante." ucap Anisa.
"Humm ternyata selain menjadi lebih baik, keponakan Tante sudah rajin belajar dan juga sudah mau membeli buku, Dulu saja di beliin buku selalu di buang." ucap Tante Ara.
Anisa tersenyum.
Mereka masuk ke dalam. "Tante lihat-lihat saja dulu, aku memilih buku cukup lama." ucap Anisa. Tante Ara menganguk.
Tidak beberapa lama akhirnya waktu nya membayar.
"Kamu membeli buku-buku sebanyak ini untuk apa? ini buku apa?" tanya Tante Ara Heran karena sangat banyak sekali.
"Ini buku cerita, pelajaran dan semua buku yang diperlukan anak kecil ada di sini." ucap Anisa.
"Untuk anak kecil? Seperti guru TK saja kamu, untuk apa ini?" tanya Tante Ara.
"Tante lihat saja nanti." ucap Anisa, setelah di bayar buku di masukkan ke dalam bagasi mobil.
"Berhenti dulu Tante." Anisa berhenti di supermarket membeli banyak jajanan.
"Ini untuk apa Anisa? kamu membuat Tante penasaran dan bingung sekarang." ucap Tante Ara.
"Itu maka nya Tante diam saja dan melihat apa yang aku lama sudah cukup. Nanti juga Tante paham sendiri." ucap Anisa.
Mereka meninggalkan super market. "Loh kita ngapain ke panti asuhan Anisa? Tante gak mau yah kamu membuat keributan di sini, Tante tau kalau kamu tidak suka anak kecil." ucap Tante Ara.
"Ayo turun Tante, bantu aku membawa barang-barang ini." ucap Anisa.
"Apa kamu yakin mau masuk ke dalam sana?" tanya Tante Ara. "Tante jangan khawatir, ini bukan pertama kalinya aku ke sini." ucap Anisa.
__ADS_1
Tante Ara turun dan hanya diam.
"Humm selamat Sore Bu, masih ingat saya?" tanya Anisa kepada ibu yayasan.
"Anisa murid nya pak Dika kan?" ucap ibu yayasan. Anisa menganguk. "Saya membawa buku untuk anak-anak karena saya melihat mereka sangat rajin membaca." ucap Anisa.
"Alhamdulillah." ucap ibu yayasan.
"Kamu sendiri saja? Pak Dika mana?" tanya ibu yayasan.
"Saya datang bersama Tante saya Bu, kenalin nama nya Tante Ara." ucap Anisa.
"Senang bertemu dengan Ibu." Tante Ara menyalim tangan ibu yayasan.
"Sejak kapan kamu mau berkunjung ke tempat seperti ini?" tanya Tante Ara kepada Anisa.
"Belum terlalu lama." ucap Anisa.
Anisa melihat anak-anak yang lagi belajar di kelas mereka masing-masing.
Sementara Tante Ara sibuk berfoto dan juga mengambil gambar.. Tante Ara adalah seorang fotografer yang terkenal namun pekerjaan nya tidak di bidang itu melainkan pengusaha.
Anisa mencari satu anak laki-laki yang membuat dia ingin datang ke sana lagi.
"Humm kalau boleh tau anak laki-laki yang bernama Boni mana yah Bu?" tanya Anisa karena tidak melihat nya dari tadi.
"Kurang enak badan? Kok sih Bu?" tanya Anisa.
"Kalau Boni merindukan seseorang selalu demam seperti itu." ucap Ibu yayasan.
"Rindu Siapa Bu?" tanya Anisa.
"Rindu kepada pak Dika. Boni sangat dekat dengan pak Dika. Terakhir kali pak Dika datang saat bersama kamu, setelah itu tidak datang lagi." ucap Bu yayasan.
"Apakah saya boleh melihat Boni?" tanya Anisa.
"Boleh, mari saya antar." ucap ibu yayasan.
Anisa masuk ke kamar Boni.
"Boni lihat Siapa yang datang." ucap ibu yayasan. Boni yang tiduran langsung bangun melihat Anisa. Dia berharap datang Dika dari belakang Anisa namun ternyata tidak.
"Pak Dika belum bisa datang karena dia sangat sibuk.. Nanti kalau tidak sibuk pasti datang, kamu bicara dengan Tante Anisa dulu yah." ucap ibu yayasan keluar dari kamar.
"Kamu masih ingat dengan Tante?" tanya Anisa..Boni menganguk.
__ADS_1
"Tante yang selalu marah kepada pak Dika kan? yang memasang wajah kesal." ucap Boni.
Anisa menghela nafas panjang. "Kenapa kamu bisa sakit?" ucap Anisa memeriksa suhu badan Boni.
"Kenapa Tante datang sendirian? Bukan nya kalau sepasang kekasih itu selalu kemana-mana berdua?" tanya Boni.
"Maksud kamu?" tanya Anisa.
"Pak Dika pernah bilang kalau dia akan menjadi kan Tante pasangan nya, sekarang pasti sudah menjadi pasangan itu sebab nya pak Dika tidak datang lagi kepada kami." ucap Boni.
Anisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
"Bukan seperti itu Boni, pak Dika hanya bercanda saja." ucap Anisa.
"Tapi pak Dika tidak pernah berbohong. Pak Dika juga bilang kalau dia suka sama Tante." ucap Boni lagi. Anisa terdiam.
"Sudah-sudah jangan membahas itu lagi, nih Tante bawain kamu buku pelajaran yang pernah kamu tanyakan kepada Tante dan juga makanan khusus untuk kamu." ucap Anisa.
Boni mengambil nya.
"Terimakasih yah Tante." ucap Boni. Anisa mengelus kepala Boni.
"Semoga cepat sembuh yah." ucap Anisa.
Boni tersenyum.
Boni menatap wajah Anisa. "Tante lagi sedih yah?" tanya Boni. Anisa menatap Boni sambil menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok, ngapain Tante sedih." ucap Anisa.
"Tapi Wajah Tante waktu pertama kali ke sini dan sekarang sangat berbeda, Tante juga lebih kurus." ucap Boni.
Anisa tersenyum. "Kamu Anak yang pintar dan perhatian, tapi Tante gak sedih kok, hanya kecapean saja." ucap Anisa.
"Pak Dika pernah bilang kalau mata kita berkaca-kaca dan juga wajah sedikit cemberut itu arti nya kita sedih." ucap Boni. Anisa tersenyum.
"Iyah Tante lagi sedih." ucap Anisa.
"Tante sedih karena apa? Bukan nya orang seperti Tante Tidak akan sedih?" ucap Boni.
"Kenapa berbicara seperti itu?" tanya Anisa. "Pak Dika bilang kalau Tante dari keluarga yang sangat kaya raya, Tante juga memiliki Ayah dan ibu. Tante anak satu-satunya pasti sangat di Sayang." ucap Boni.
Anisa tersenyum. "Tapi Tante tidak pernah bahagia dan tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua yang benar-benar tulus kepada Tante." ucap Anisa.
"Beberapa hari yang lalu Tante baru tau kalau ternyata orang tua Tante bercerai dan papah Tante memiliki keluarga baru dan memiliki Anak." ucap Anisa.
__ADS_1
Boni Terdiam mendengar nya, panjang lebar Anisa menceritakan sampai tidak terasa Air mata nya keluar.
Boni mendekati dan menghapus air mata Anisa. Entah mengapa Anisa merasakan sentuhan tangan Boni dengan tangan Dika hampir sama.