Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 49


__ADS_3

Dika masuk ke dalam mobil mewah yang menjemput nya.


"Kenapa Pak Dika tidak mengantarkan kamu pulang?" tanya Putri. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku bisa pulang sendiri, kamu sekalian mau ikut?" tanya Anisa.


Putri menggeleng kan kepala nya.


"Enggak.. aku pulang di jemput sama Ayah ku." ucap Putri.


"Humm boleh gak untuk malam ini kamu tidur di rumah ku? aku kesepian tidak ada teman di rumah." ucap Anisa.


"Loh bukannya biasa nya kamu sendiri? Kok tiba-tiba minta ditemani?" tanya Putri Heran.


"Humm biasa nya aku di temanin Candra." ucap Anisa.


"Candra sudah satu Minggu lebih tidak ada di sini, selama satu Minggu itu kamu di temanin siapa?" tanya Putri.


"Di temanin oleh Mamah." ucap Anisa.


Putri Menghela nafas panjang. Dia menatap Anisa dengan tatapan yang aneh.


"Kamu mau gak? Apa kamu tidak kasihan kepada ku?" ucap Anisa. "Kamu belum mau jujur sama ku?" ucap Putri.


"Maksud kamu apa?" tanya Anisa.


"Aku sudah tau semua nya Anisa, aku mencoba memancing kamu agar kamu jujur namun ternyata kamu tidak mau jujur kepada ku." ucap Putri.


"Kau tidak mengerti apa yang kamu maksud." ucap Anisa.


"Kalau kamu menganggap aku sahabat kamu seharusnya kamu jujur kepada ku.. Bukan justru menyembunyikan nya dari ku." ucap Putri.


"Aku tidak menyembunyikan apapun." ucap Anisa.


"Lalu masalah orang tua kamu? kamu memilih lebih terbuka kepada pak Dika dari pada sahabat kamu sendiri." ucap Putri.


Anisa terdiam sejenak.


"Kamu pasti kaget dari mana aku tau kan? Tapi itu tidak perlu. Sekarang yang aku tanya sama kamu adalah. Kamu dengan pak Dika ada hubungan apa?" tanya Putri.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Ku tidak memiliki hubungan apapun dengan pak Dika." ucap Anisa.

__ADS_1


"Aku tau kalau Pak Dika guru les kamu, tapi beberapa kali aku melihat dia tidur di rumah kamu dan begitu juga dengan sebaliknya kamu tidur di apartemen pak Dika." ucap Putri.


"Kamu tau dari mana? Kenapa kamu bisa tau?" tanya Anisa. "Kamu tidak perlu tau aku tau nya dari mana." ucap Putri.


Anisa Menghela nafas panjang. "Kamu pasti mengikuti dan memata-matai aku kan?" ucap Anisa.


"Aku sudah Curiga dari awal hubungan kamu dengan pak Dika, aku bertanya kepada kamu namun kamu tidak mengatakan apapun. akhirnya aku mengikuti diam-diam." ucap Putri.


"Dan masalah keluarga kamu, aku tau sendiri dari Tante Lala. Dia cerita sendiri kepada ku." ucap Putri.


"Aku heran kenapa kamu tidak mau lagi cerita kepada ku? Apa karena aku marah dulu? Apa hanya karena itu kamu langsung tidak percaya lagi kepada ku?" tanya Putri.


"Bukan seperti itu Putri. Aku sudah sangat banyak merepotkan kamu, aku tidak ingin kamu muak kepada ku dan akhirnya meninggal kan aku. Aku tidak memiliki Teman lagi." ucap Anisa.


Putri menghela nafas panjang.


"Walaupun kamu sangat ngeselin tapi tetap kamu adalah sahabat ku, hanya kamu sahabat ku. Kamu juga yang mau membantu dan selalu ada untuk ku. Mana mungkin aku meninggalkan kamu." ucap Putri.


"Maafin aku tidak cerita kepada kamu." ucap Anisa.


"Sudah lupakan saja, aku tidak ingin kamu mengingat tentang itu lagi, aku hanya ingin tau apa hubungan kamu dengan Pak Dika?" tanya Putri.


"Berapa kali aku bilang kalau aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Pak Dika..Kamu tidak percaya sama aku?" ucap Anisa.


"Ka-kamu tau dari mana?" tanya Anisa syok.


"Aku melihat nya. Untuk saja tidak ada orang lain yang melihat nya." ucap Putri. Anisa menghela nafas lega.


"Bagus deh kalau tidak ada yang melihat." ucap Anisa.


"Kamu dengan pak Dika memiliki hubungan kan? Jujur saja." ucap Putri.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Percaya atau tidak aku mencium pak Dika pagi tadi karena aku merasa aku memiliki hutang kepada nya." ucap Anisa.


"Hutang? Utang apa?" tanya Putri.


"Beberapa hari sakit dia yang membantu ku, dan juga merawat ku, Selain itu dia juga yang menemani dan menghibur ku dalam satu Minggu ini." ucap Anisa.


"Aku merasa Pak Dika membuat aku nyaman, aku sangat nyaman ketika bersama dia, aku bisa melupakan semua Masalah yang ada." ucap Anisa.

__ADS_1


Putri Diam mendengar kan Anisa yang bercerita.


"Dan semenjak pak Dika ada di hidup ku, aku sama sekali tidak pernah merasa kesepian seperti dulu. Karena dia juga aku bersemangat untuk mengubah hidup ku, mengubah sifat dan semua yang buruk tentang ku." ucap Anisa.


"Tapi Aku Merasa ada yang aneh pada diri ku sendiri. Aku merasa ada yang berbeda setiap kali dekat dengan pak dika." ucap Anisa.


"Kenapa? Apa kamu mulai menyukai Pak Dika?" tanya Putri. Anisa hendak menjawab nya namun tiba-tiba ayah nya putri datang.


"Putri kamu Temanin aku yah, aku mohon." ucap Anisa. Akhirnya putri meminta ijin kepada orang tua nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Anisa.


"Tumben-tumbenan banget rumah kamu rapi dan bersih." ucap Putri melihat rumah Anisa rapi.


"Kalau tidak rapi Pak Dika akan marah-marah, tidak berhenti mengomel." ucap Anisa. Putri tersenyum.


"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh, aku hanya tidak ingin mendengar ocehan nya." ucap Anisa.


"Selama ini aku tidak berhenti mengomel, ternyata yang kamu dengar hanya Pak Dika." ucap Putri.


"Hufff..." ucap Putri Menghela nafas.


Anisa menatap Putri.


"Aku mohon jangan berfikir yang aneh-aneh." ucap Anisa. Putri menggeleng kan kepala nya.


"Tenang saja enggak kok, aku akui sih setelah ada pak Dika kehidupan kamu sudah jauh berbeda, apa lagi semenjak tidak ada Candra di samping kamu. Kamu tidak harus minum, dan membuat jam tidur kamu terganggu." ucap Putri.


"Kamu jangan membawa-bawa Candra. Justru aku sangat sedih karena dia tidak memberikan kabar sama sekali." ucap Anisa.


Putri tersenyum. Anisa mengajak putri ke kamar nya untuk istirahat.


"Loh kok ada dinas pak Dika di sini?" tanya Putri. Anisa langsung menyembunyikan nya di belakang nya.


"Pak Dika sengaja meninggalkan di ruang tamu agar di cuci oleh ku. Aku membawa ke sini karena mau mencucinya." ucap Anisa.


"Oohhh begitu.. Pak Dika juga mandi di sini yah?" ucap Putri melihat handuk.


"Kamar mandi di bawah tidak berfungsi." ucap Anisa dengan sangat gugup. Putri senyum-senyum.


"Hummm... Iyah deh Iyah aku percaya." ucap Putri.

__ADS_1


"Huff baiklah aku jujur. Pak Dika beberapa kali menginap di sini, dan tidur di sini juga karena aku sakit dia tidak bisa meninggal kan aku." ucap Anisa.


__ADS_2