Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 132


__ADS_3

"Iyah benar ini kamar Candra. Kamu Anisa kan?" tanya perempuan itu.


Anisa kaget karena perempuan itu bisa menggunakan bahasa Indonesia.


"Aku adalah teman nya Candra, ayo masuk ke dalam." ucap perempuan itu. Anisa menggeleng kan kepala nya. "Saya hanya mau mengantar kan Ini saja, Tolong di berikan kepada Candra." ucap Anisa memberikan kunci mobil..


"Kamu yakin tidak mau masuk? Dari kemarin Candra kurang enak badan. dia tidak mau makan, tidak mau minum obat, aku mau minta tolong sama kamu bujuk dia." ucap Perempuan itu.


"Kurang enak badan? Bagaimana bisa?" tanya Anisa.


"Aku juga tidak tau, mau yah bujukin dia untuk makan." ucap perempuan itu.


"Tunggu dulu deh, sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu tau aku?" tanya Anisa.


"Kenal kan nama aku Ria, aku teman nya Candra. Aku tau kalau kamu pacar nya Candra." ucap Ria.


"Aku sudah putus dengan dia." ucap Anisa. "Terserah deh sudah putus atau tidak, aku minta bantuan kamu untuk menyuruh nya makan dan minum obat." ucap Ria.


Anisa terdiam sejenak. "Aku tau kalau kamu pasti tidak ingin bertemu dengan dia lagi, tapi aku mohon." ucap Ria.


Anisa memerhatikan wajah Ria yang sangat khawatir.


"Baiklah." ucap Anisa. Anisa akhirnya mau masuk ke dalam. Dia melihat Candra yang sedang berbaring di tempat tidur tidak berdaya sama sekali.


"Candra..." panggil Anisa. Dia duduk di pinggir kasur. Dia memegang tangan Candra yang terasa sangat panas sekali.


Candra membuka mata nya dia melihat Anisa. Seketika dia langsung tersenyum, dia berusaha untuk duduk namun Anisa menahan nya.


"Tidak perlu di paksa untuk duduk, kamu tiduran saja." ucap Anisa.


"Aku minta maaf, aku sakit waktu kamu datang." ucap Candra.


"Aku dengar dari teman kamu kalau kamu sakit dari kemarin namun sampai sekarang tidak mau makan, tidak mau minum obat juga." ucap Anisa.


Candra menoleh ke arah Ria.


"Aku makan kok, aku juga sudah minum obat." ucap Candra. "Kamu kebiasaan deh kalau sakit sangat sulit makan dan minum obat." ucap Anisa.


Candra tersenyum. "Ternyata kamu masih mengingat kebiasaan ku." ucap Candra.


"Tapi kamu harus makan, tidak ada lagi yang akan bisa memaksa kamu makan kalau tidak ada aku, sebaiknya kamu mengubah kebiasaan kamu itu." ucap Anisa.


Anisa memaksa Candra makan, dia menyuapi nya dan setelah itu memberikan obat agar cepat sembuh.

__ADS_1


Setelah selesai Anisa memberikan Kunci.


Candra langsung mengerti dengan maksud Anisa.


Candra meneteskan air mata nya. Anisa memberikan kunci mobil kepada Candra.


"Aku bukan tidak suka dengan pemberian kamu, tapi aku tidak ingin menyimpan ini." ucap Anisa. Candra terdiam.


"Aku minta maaf sudah membohongi kamu, aku sangat minta maaf karena tidak bisa menjaga kepercayaan kamu terhadap ku." ucap Anisa.


Candra memegang tangan Anisa. Ria langsung keluar dari kamar itu.


"Aku justru yang harus minta maaf karena mengatakan hal yang tidak harus di katakan kepada kamu dan Dika." ucap Candra.


"Aku sekarang sudah ikhlas kamu dengan Dika asal kamu bahagia." ucap Candra. Anisa tersenyum tipis.


"Humm." ucap Anisa.


"Bagaimana dengan Dika?" tanya Candra.


"Sebaik nya kamu fokus pada kesehatan kamu terlebih dahulu." ucap Anisa. Candra menghela nafas panjang.


"Huff Aku sangat merasa bersalah, tidak seharusnya aku mengatakan itu kepada Dika." ucap Candra. Anisa menggeleng kan kepala nya.


Candra terdiam. "Aku yakin kamu pasti menemukan yang jauh lebih baik dari pada aku Candra, mungkin kita tidak di takdir kan untuk bersama." ucap Anisa.


Candra mengganguk. "Aku juga berdoa agar kamu dengan Dika selalu langgeng, aku percaya kamu sama Dika karena dia orang nya baik." ucap Candra.


Anisa tersenyum. "Aku ke sini sekalian mau bertanya sesuatu." ucap Anisa.


"Mau menanyakan apa?" tanya Candra.


"Tapi sebaiknya jangan deh, kamu sedang sakit, sebaiknya kamu istirahat saja, aku juga sebaik nya pulang." ucap Anisa.


Candra menghela nafas panjang.


"Tanyakan saja." ucap Candra. Anisa terdiam sejenak.


"Aku ingin kamu menjelaskan perkataan kamu sebelum nya tentang kak Dika." ucap Anisa.


"Perkataan yang mana?" tanya Candra. "Tentang kamu mengatakan kak Dika duda, dan juga Boni adalah anak nya?" tanya Anisa.


"Bukan nya Dika sudah menjelaskan nya kepada kamu?" tanya Candra. Anisa menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Sebaiknya dia menjelaskan kepada kamu, agar Lebih jelas." ucap Candra. Anisa diam.


"Ya udah deh, aku juga tidak ingin membahas itu lagi, aku pasti kamu juga tidak ingin membahas ini kan?" ucap Anisa.


Candra mengangguk. Anisa melihat ke sofa yang ada di kamar. "Loh Ria tadi mana?" tanya Anisa.


Candra melihat ke arah pintu. "Mungkin dia di luar." ucap Candra.


"Siapa dia? Kenapa kelihatan nya dia sangat mengkhawatirkan kamu? Kenapa dia juga ada di sini?" tanya Anisa.


"Mungkin sudah ini saat nya kamu tau, kita juga sudah resmi tidak ada hubungan apapun." ucap Candra.


"Kenapa kelihatan nya sangat rahasia?" tanya Anisa. Candra menghela nafas.


"Sebenernya aku di jodohkan oleh orang tua ku dengan Ria." ucap Candra.


"Hah? Bagaimana bisa?" tanya Anisa.


"Aku tidak tau, mungkin karena orang tua ku tidak menyetujui hubungan kita dulu." ucap Candra.


"Karena aku yah? Aku minta maaf yah." ucap Anisa. Candra menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok.. Lagian Orang tua ku sudah dekat dengan Ria, jadi merencanakan menjadikan ria menjadi menantu nya." ucap Candra.


"Apa ini adalah alasan kamu hilang beberapa bulan?" tanya Anisa, Candra mengangguk.


"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Anisa.


"Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Ria, Minggu depan aku harus kembali ke luar negeri." ucap Candra.


"Ria cantik, dia juga kelihatan nya sangat baik dan perhatian, aku rasa dia lebih baik, kamu tidak akan pernah menyesal dengan dia." ucap Anisa.


"Humm semoga saja." ucap Candra.


"Kelihatan nya dia mencintai kamu, aku bisa melihat dari tatapan nya. Jangan pernah menyakiti nya." ucap Anisa.


"Tidak mungkin lah, dia tidak mungkin dia menyukai pria seperti aku." ucap Candra.


"Kamu harus peka, kamu harus membuka mata kamu lebar-lebar agar bisa melihat betapa dia menyukai kamu." ucap Anisa.


"Itu tidak lah mungkin, kamu mungkin hanya berfikir sendiri saja, kami sudah berteman lama. Kami hanya sekedar teman saja." ucap Candra.


"Kamu yakin? Kita lihat saja kalau kamu pasti akan sadar kalau yang aku katakan itu benar." ucap Anisa.


Candra tersenyum. "sudah lah jangan membahas itu." ucap Candra karena melihat Ria datang membawa minum untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2