Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 108


__ADS_3

"Jangan keras kepala yah kamu di bilangin! Kamu dan juga adik kamu itu sudah tidak lagi di terima oleh papah kamu!" ucap ibu tiri nya.


"Apa yang ibu katakan? Saya di sini karena ingin bertemu dengan papah saya." ucap Marsel.


"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut." tanya papah Marsel baru keluar. Marsel melihat papah nya.


"Kenapa ibu mengatakan tidak ada? Sementara papah ada di rumah?" ucap Marsel.


"Sudah-sudah jangan ribut-ribut, malu di lihat tetangga. Ayo masuk ke dalam." ucap papahnya.


"Kita di luar saja pah." ucap Marsel. "Bagus deh kalau kamu mau di luar, kamu hanya datang mengotori rumah kami." ucap istri papah nya.


"Mah Masuk lah!" ucap Suami nya. Istri nya langsung masuk.


"Silahkan duduk nak." ucap papah nya. Marsel Duduk di kursi depan papah nya.


"Kenapa kamu ke sini nak Tampa mengabari papah? Papah minta maaf atas Sifat ibu kamu." ucap papah nya.


"Aku hanya ingin berkunjung melihat papah karena aku merindukan papah, namun ternyata ibu tiri ku tidak suka aku bertemu dengan papah ku sendiri." ucap Marsel.


Papah nya diam, merasa bersalah, sedih namun tidak bisa melakukan apa pun.


"Maafin papah nak, maafin papah. Ibu kamu memang seperti itu, tapi percayalah nanti dia pasti berubah kok." ucap papahnya.


Marsel hanya diam. "Bagaimana kabar kamu? Kenapa sudah beberapa hari ini kamu tidak mengabari papah? pesan papah tidak kamu balas?" tanya Papahnya.


"Maafin aku pah, aku akhir-akhir ini sangat sibuk sekali." ucap Marsel. Papah nya tersenyum dia menepuk pundak Marsel.


"Anak papah ternyata sudah memiliki kesibukan sendiri. Papah hampir lupa."


"Lalu bagaimana dengan adik kamu?" tanya papah nya. Marsel menggeleng kan kepala nya.


"Ada apa? Kenapa kamu menggeleng kan kepala dan memasang ekspresi seperti itu?" tanya papah nya.


Marsel seketika terdiam sejenak.


"Tidak mungkin aku kasih tau sama papah, cukup aku saja yang tau." ucap Marsel.


"Semua nya baik-baik saja kok Pah, sekarang Anisa sudah sangat mandiri sekali." ucap Marsel.


Marsel menunjukkan foto-foto Anisa. Papah nya tersenyum.


"Papah sangat merindukan dia, papah ingin memeluk nya, papah rindu Sifat manja nya." ucap papah nya.

__ADS_1


"Kalau papah merindukan nya, sebaiknya Papah datang sesekali bertemu dengan dia." ucap Marsel.


"Papah sudah pernah ke rumah, namun Anisa menghindari Papah."


Marsel menghela nafas panjang.


"Sekarang Anisa pasti sangat marah kepada Papah dan Mamah. Sangat anak yang malang." ucap papahnya.


Marsel terdiam. Papah nya memerhatikan Anak nya. Dia memegang tangan Marsel.


"Nak.. Maafin Papah yah nak, Papah sangat minta maaf kepada kamu dan juga adik kamu." ucap Papahnya.


Marsel menatap wajah Papah nya.


"Aku tidak mengerti harus mengatakan apa lagi pah, aku dan Anisa menjadi korban keegoisan Papah sama Mamah. Begitu juga dengan keegoisan papah dan Mamah nya Anisa." ucap Marsel.


"Kami tidak tau apa-apa harus kehilangan kasih sayang orang tua. Dan sekarang orang tua tiri kami tidak suka kepada kami." ucap Marsel.


Papahnya menangis. "Papah tau ini semua salah papah."


"Tidak perlu mengatakan siapa yang salah, aku hanya ingin Papah berhenti, cukup ini yang terakhir. Kasihan anak Papah." ucap Marsel.


Papah nya mengganguk. "Papah mohon jangan membenci Papah yah nak, Papah sangat mencintai kalian. Papah ingin berkumpul dengan kalian." ucap papah nya.


Marsel memeluk Papah nya. "Kami akan terus menyanyangi Papah. Papah tidak perlu khawatir." ucap Marsel.


Marsel ijin pulang.


"Sebaiknya aku langsung ke rumah Anisa saja, aku harus memberikan kado dari Papah untuk nya." ucap Marsel.


Tidak beberapa lama kemudian akhirnya sampai di rumah Anisa.


"Loh ini kan mobil Dika? Apa lagi-lagi dia menginap di sini?" ucap Marsel.


Marsel menekan bel rumah, dia sudah menahan emosi nya.


Pintu tak kunjung di buka, Marsel menunggu cukup lama di depan pintu namun tidak ada yang membuka. Menelpon nomor Anisa namun tidak di Jawab.


"Apakah dia tidak di rumah? Lalu kenapa ada mobil Dika di sini?" ucap Marsel.


"Ah sudahlah sebaik nya aku besok saja ke sini, mungkin Anisa Lagi pergi liburan dengan teman nya dan bisa jadi pergi bersama guru nya itu." ucap Marsel.


Dia kembali masuk ke dalam mobil nya. Dia mengingat beberapa hari yang lalu dia mengikuti Anisa dengan Dika.

__ADS_1


"Dika sangat mencintai Anisa. Kelihatan nya sangat tulus, namun kenapa aku sangat takut. Kenapa aku begitu takut Anisa memiliki kekasih yang lebih tua, lebih mapan dan tampan seperti Dika." batin Marsel.


"Ketika pria penasaran dia akan mengejar sampai dapat, namun setelah dia bosan dia akan meninggalkan perempuan itu." batin Marsel.


Dia memegang kepala nya.


"Huff ini sudah hampir membuat ku gila." ucap Marsel.


"Kenapa harus perempuan? Ini resiko yang sangat besar sekali kalau tidak menjaga nya dengan baik." ucap Marsel.


Karena dia tau bagaimana sifat papah nya tidak sifat nya sendiri. Dia takut kalau itu akan menjadi karma untuk adik nya sendiri.


Di kamar Dika membuka mata nya dia melihat Anisa masih tidur dia sudah berbantal lama di lengan Anisa.


Dia bergantian dia membawa Anisa ke pelukan nya.


"Anisa.." ucap Dika.


"Huff saya benar-benar sangat takut sekali Kalau kamu memilih Candra dan meninggalkan saya di sini." ucap Dika.


Dia mendengar suara mobil, dia melihat cctv melalui TV.


"Loh itu adalah mobil kak Marsel. Ngapain kak Marsel ke sini?" ucap Dika.


"Pantesan saja aku merasa ada yang menekan bel," ucap Dika.


"Tapi untung lah dia tidak masuk dan melihat aku di sini. Kalau mungkin dia tau, aku tidak akan bisa bertemu dengan Anisa lagi." ucap Dika.


Dia merapikan rambut Anisa mencium kening nya.


"Saya sangat mencintai kamu Anisa, saya tidak ingin kehilangan orang yang saya sayangi lagi, saya tidak akan bisa hidup dengan baik." ucap nya.


Tidak terasa sudah Sore.. Dika yang tadi ketiduran lagi tiba-tiba terbangun karena merasakan Anisa turun dari kasur.


"Kamu mau kemana?" tanya dika menahan tangan Anisa.


"Loh kok kakak bangun?" ucap Anisa.


"Karena kamu pergi, kamu mau kemana?" tanya Dika.


"Aku mau ke kamar mandi, kenapa?" tanya Anisa. "Oohh." ucap Dika.


"Ya udah lepas kan aku, aku mau ke kamar mandi." ucap Anisa, dika melepaskan tangan Anisa.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Anisa keluar dari kamar mandi kaget karena Dika sudah ada di depan pintu.


"Hug kakak membuat ku terkejut!" ucap Anisa.


__ADS_2