Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 133


__ADS_3

"Tidak mungkin lah, dia tidak mungkin dia menyukai pria seperti aku." ucap Candra.


"Kamu harus peka, kamu harus membuka mata kamu lebar-lebar agar bisa melihat betapa dia menyukai kamu." ucap Anisa.


"Itu tidak lah mungkin, kamu mungkin hanya berfikir sendiri saja, kami sudah berteman lama. Kami hanya sekedar teman saja." ucap Candra.


"Kamu yakin? Kita lihat saja kalau kamu pasti akan sadar kalau yang aku katakan itu benar." ucap Anisa.


Candra tersenyum. "sudah lah jangan membahas itu." ucap Candra karena melihat Ria datang membawa minum untuk nya.


"Ini Air Hangat bisa membantu meringankan tubuh kamu, di minum yah." ucap Ria meletakkan di atas nakas.


"Terimakasih yah Ria." ucap Candra sambil tersenyum. Ria mengangguk. Setelah Ria keluar Anisa berdiri.


"Seperti nya aku harus pulang sekarang." ucap Anisa.


"Kenapa sangat buru-buru? Apa Dika sudah meminta mu kembali? Apa dia tau kamu ke sini? kalau dia salah paham aku akan membantu menjelaskan nya." ucap Candra.


Anisa tersenyum. "Enggak kok." ucap Anisa. "lalu kenapa kamu cepat-cepat pulang? Apa setelah ini kamu ada janji dengan Dika?" tanya Candra.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Gak ada kok, aku hanya mau cepat pulang saja karena kak Marsel pasti menunggu ku di rumah." ucap Anisa.


"Loh kak Marsel di rumah?" tanya Candra, Anisa mengangguk. "Aku mendengar kamu satu rumah dengan Dika, lalu bagaimana dengan Dika?" tanya Candra.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Semenjak kejadian pada Hari itu, kak Dika pergi, sampai sekarang dia tidak ada kabar sama sekali." ucap Anisa.


Candra terdiam mendengar nya. "Aku minta maaf yah sudah membuat semua nya seperti ini." ucap Candra.


Anisa tersenyum.


"Aku rasa dia berfikir kalau aku akan meninggalkan dia karena masa lalu nya, aku tidak mungkin meninggalkan seseorang yang aku sayang begitu saja tanpa ada alasan yang jelas." ucap Anisa.


"Ini semua karena aku, seharusnya aku tidak mengatakan itu. Dia pasti sangat malu dan tidak ingin membuat kamu lebih banyak kecewa dan akhirnya memilih untuk nya pergi." ucap Candra.


"Humm aku pikir juga seperti itu, tapi bagi ku hal pribadi seperti ini memang lah harus di simpan rapat-rapat, walaupun aku sudah menjadi pacar nya, aku tidak berhak tau itu." ucap Anisa.


Candra tersenyum melihat kedewasaan Anisa yang membuat nya takjub.

__ADS_1


"Kamu ternyata sudah jauh lebih dewasa sekarang Anisa, aku sangat senang mendengar nya." ucap Candra.


"Ya sudah kalau begitu, kamu lanjut istirahat saja." ucap Anisa. Candra menahan tangan Anisa. Seperti sangat berat membiarkan Anisa untuk pergi.


"Kamu mau tau kemana Dika pergi?" tanya Candra. Anisa mengangguk. "Aku sudah tau seperti apa Dika, aku yakin dia pasti kembali ke kota nya dulu. Tempat di mana dia beranjak dewasa. Sekolah dan juga menikah." ucap Candra.


"Maksud kamu? Apa dia pergi menemui mantan istri nya?" tanya Anisa. Candra menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Dika ke sana karena mantan istri nya, dia kembali ke sana karena dia sangat nyaman tinggal di sana. Setelah bercerai dengan istrinya dia memilih tinggal di kota orang tua nya tepat nya di sini, namun ketika dia memiliki masalah dia pasti ke sana untuk menenangkan diri." ucap Candra.


"Apa aku boleh tau di mana Alamat nya?" tanya Anisa.


"Tempat nya cukup jauh, kalau kamu ke sana aku takut terjadi apa-apa." ucap Candra.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri baik-baik kok." ucap Anisa. Akhirnya Candra memberikan Alamat nya.


"Semoga berhasil yah Anisa, aku selalu berdoa yang terbaik untuk kamu, maafin aku juga sudah pernah menyakiti kamu." ucap Candra.


Anisa memeluk Candra.


"Aku juga minta maaf, semoga setelah ini kita bisa berhubungan dengan baik, menjadi teman yang baik." ucap Anisa.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang yah, cepat sembuh." ucap Anisa. Dia keluar dari kamar Candra. Ternyata Dari tadi Ria duduk di depan sendiri.


"Aku pamit pulang yah, aku titip Candra sama kamu." ucap Anisa. Ria mengangguk.


"Oh iya Ria, kamu dengan Candra sangat lah cocok, aku mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua yah." ucap Anisa sambil tersenyum.


Ria terdiam sejenak.


"Bagaimana Anisa bisa tau aku ..."


Dia masuk ke kamar.


"Kamu ngasih tau sama Anisa kalau kita di jodohkan?" tanya Ria, Candra mengangguk. Ria diam.


"Minggu depan aku akan menyetujui pernikahan kita agar orang tua kita senang." ucap Candra.

__ADS_1


Ria menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin menikah kalau tidak ada cinta, aku tidak yakin hubungan rumah tangga kita akan baik kalau seperti itu." ucap Ria.


"Sekarang saya sendiri, saya tidak memiliki siapapun, saya akan berusaha move on dari Anisa dan belajar mencintai perempuan yang sudah ada untuk saya." ucap Candra.


Ria menggeleng kan kepala nya.


"Kamu ragu dengan ku? Aku akan membuktikan nya kepada kamu." ucap Candra.


Anisa tidak langsung pulang, melainkan dia singgah ke restoran yang tidak jauh dari sekolah, tempat pertama kali nya dia bertemu dengan Dika.


Sampai di sana dia berdiri cukup lama di depan Restoran itu.


"Kak Dika, aku sangat merindukan kakak, kenapa kakak melakukan hal yang begitu Sulit untuk ku hadapi setiap hari nya." batin Anisa.


Dia berjalan pelan-pelan, mengenang semua masa lalu nya yang membuat dia tersenyum. Keributan yang dia buat, ancaman yang dia katakan kepada Dika.


"Semua nya terlihat sangat konyol, tapi aku tidak menyesali semua sifat ku kepada kakak, karena dari situ aku bisa tau kalau kakak yang bisa mengerti dan paham kepada ku." batin Anisa.


Cukup lama dia makan di sana, setelah nya dia kembali ke rumah nya .


"Kamu baru pulang jam segini? Kamu dari mana saja?" tanya Marsel yang menunggu sangat khawatir di ruang tamu.


"Aku penginapan Candra, dia Lagi sakit." ucap Anisa sambil duduk di samping Marsel.


"Lalu bagaimana kamu dengan dia?" tanya Marsel.


"Semua nya sudah jauh lebih baik, hubungan kami sudah kembali menjadi teman seperti dulu. Lagian Candra sudah mau menikah dengan perempuan Bule yang dijodohkan oleh orang tua nya." ucap Anisa.


"Bagus deh, kalau begitu dia tidak akan pernah mengganggu kamu lagi." ucap Marsel.


"Dia tidak pernah mengganggu ku kak." ucap Anisa.


"Stop membela dia, kamu selalu mendapat kan pria yang brengsek!" ucap Marsel, Anisa menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kak, kalau begitu aku mau ke kamar dulu. Mau istirahat." ucap Anisa.


"Kamu sudah makan? Kakak akan membeli makanan." ucap Marsel.

__ADS_1


"Aku sudah makan kak." ucap Anisa.


__ADS_2