Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 102


__ADS_3

Anisa terdiam sejenak.


"Malam ini kamu ikut dengan ku yah, aku sangat merindukan kamu, aku tidak ingin jauh-jauh dari kamu." ucap Candra.


"Tapi..."


"Aku tidak menerima alasan." ucap Chandra. Anisa tidak sempat menolak.


Setelah selesai makan dari sana Candra dan Anisa pulang ke penginapan Candra. Sebenarnya Candra ingin kembali ke rumah nya namun takut dia di laporkan kepada orang tua nya membawa Anisa.


"Candra aku harus pulang ke rumah, aku tidak bisa di sini lama-lama." ucap Anisa.


"Kenapa sangat buru-buru? Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Candra.


Anisa melepaskan tangan Candra.


"Tapi aku takut orang tua ku mencari ku." ucap Anisa.. Candra menghela nafas panjang. "Kalau begitu aku akan mengantar kan kamu pulang, aku akan minta ijin kepada orang tua kami menginap di sana untuk tiga hari." ucap Candra.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Jangan melakukan itu, kamu sudah gila kalau melakukan itu." ucap Anisa.


"Kenapa? Bukan nya itu sudah hal biasa? Kita tidak melakukan apapun." ucap Candra. Anisa terdiam sejenak.


"Aku harus segera pulang, aku pulang sendiri karena aku bawa mobil kok." ucap Anisa.


Candra menahan tangan Anisa. "Sayang... Aku mohon maafin aku, aku tau kamu pasti sangat marah kepada ku. Tapi sekarang aku sudah kembali, aku kembali karena aku sangat mencintai kamu." ucap Candra.


"Sebelum kamu pergi kamu berjanji akan cepat kembali, kamu juga berjanji akan Mengabari aku sesibuk apapun kamu. Di saat aku membutuhkan kamu, kamu di mana? Kamu tidak ada." ucap Anisa.


"Dan sekarang kamu kembali, kamu kembali tidak mengatakan apapun kepada ku. Aku tidak bisa memaafkan kamu karena kamu sudah sangat jahat kepada ku." ucap Anisa.


Candra memeluk Anisa.


"Aku tau aku salah, aku akan melakukan apapun demi kamu memaafkan aku." ucap Candra, dia menatap wajah Anisa. Dia menghapus air mata Anisa.


Mata mereka bertemu. "Aku mohon jangan menangis, aku tidak suka kamu menangis." ucap Candra.


Dia mencium kening Anisa cukup lama. Tiba-tiba


Candra mencintai bibir Anisa untuk pertama kalinya. Anisa awalnya kaget namun dia membalas ciuman Candra.


Kedua nya sudah terlena dengan Ciuman masing-masing. Tiba-tiba Anisa menahan Candra karena teringat Dika.


Anisa menampar pipi Candra.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Candra.

__ADS_1


"Aku tidak suka kamu seperti ini." ucap Anisa.


"Maafin Aku." ucap Candra.


"Aku harap pulang, ini sudah terlalu malam sekali." ucap Anisa.


"Aku antar yah?" ucap Candra.


"Baiklah." ucap Anisa. Sepanjang perjalanan Tidak ada percakapan. Namun Candra terus menggenggam tangan Anisa.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Anisa.


"Ada mobil lain di rumah kamu, itu mobil Siapa?" tanya Candra.


"Mobil papah, kamu langsung pulang saja yah, aku harus masuk." ucap Anisa.


"Aku mau Ijin dulu sama orang tua kamu." ucap Candra. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Kamu pulang saja yah, aku takut mereka marah karena pulang terlalu larut malam seperti ini dengan kamu." ucap Anisa.


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa Besok, aku akan datang menjemput kamu." ucap Candra. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Sebaik nya kamu tidak perlu datang menjemput ku, aku akan ke penginapan kamu, mobil ku juga masih ada di sana." ucap Anisa.


"Ya sudah kalau begitu, sampai jumpa Besok." ucap Candra. Anisa tersenyum.


"Aku keluar dulu yah, kamu hati-hati di jalan." ucap Anisa.


Candra menahan tangan Anisa.


Setelah mobil Candra pergi Anisa membuka Gerbang dan masuk.


Dia melihat mobil Dika masih ada di sana.


"Kak Dika Masih di sini?" ucap Anisa. Dia masuk ke dalam dan ternyata Dika masih tidur di sofa yang di tinggalkan nya tadi.


"Kak!" panggil Anisa, namun Dika tidak menjawab nya.


Anisa mendekati nya. Dia menyentuh pipi Dika yang sakit. "Ssstt.." Dika tiba-tiba bangun.


"Maaf-maaf, aku membangun kan kakak yah?" ucap Anisa. Dika menatap Anisa.


"Ini sudah jam berapa? Kenapa kamu baru pulang?" tanya Dika sambil memegang tangan Anisa.


Anisa melihat jam.


"Aku minta maaf, tadi teman-teman ku tidak mengijinkan aku pulang." ucap Anisa.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu ganti baju gih, kamu bau minuman. Saya sudah Memasak makan Malam untuk kamu." ucap Dika.


Anisa menatap Dika.


"Kenapa kakak memasak dalam keadaan sakit seperti ini?" ucap Anisa.


"Saya tau kalau kamu pulang pasti sangat lapar. Saya sudah baik-baik saja." ucap Dika.


Anisa Pun menukar baju nya.


"Aku tidak minum alkohol, kenapa kak Dika bilang bau alkohol, ini bau parfum Candra." ucap nya mencium baju nya.


"Ah sudahlah." Anisa turun ke bawah dan mereka berdua makan bersama.


Setelah selesai makan Anisa menyusul Dika ke kamar nya. Karena dia meminta Dika tidur di kamar nya lagi.


Dika yang tadi sudah memejamkan mata nya tiba-tiba terbangun karena Anisa berbaring di dada nya.


"Aku minta maaf yah sudah membuat kakak lama menunggu aku." ucap Anisa


"Dari tadi kamu meminta maaf Tampa henti. Ayo tidur kamu pasti kelelahan." ucap Dika.


Anisa menatap Dika. "Aku ingin minum, apa kakak tidak ingin minum?" tanya Anisa, Dika menatap Anisa dengan tatapan aneh.


"Jangan melakukan hal yang aneh-aneh, minuman keras tidak lah baik, ini sudah malam." ucap Dika.


"aku sudah Lama tidak minum, aku hanya minum sedikit aja, aku mengajak kakak agar bisa melarang ku." ucap Anisa.


Dika melihat wajah Anisa.


"Baiklah." ucap Dika. Akhirnya mereka memesan minuman dan minum di Balkon kamar berdua sambil menikmati angin di malam hari.


Dika melihat Anisa minum.


"Ini hanya sekali Saja, tidak boleh sering-sering." ucap Dika. "Baiklah sayang, aku hanya ingin melepaskan penat yang ada di badan ku." ucap Anisa.


Dika tersenyum dia mendekati Anisa dan mencium bibir Anisa. Namun Anisa berhenti.


"Rasa nya beda." ucap Anisa karena Obat yang di oles kan ke pinggir bibir Dika.


Dika tertawa. Mereka melanjutkan ciuman nya lagi sambil tersenyum.


Anisa sudah cukup mabuk. Begitu juga dengan Dika. Namun Dika berusaha memindahkan Anisa ke tempat tidur.


Dika terjatuh, Anisa tepat di atas nya. Anisa menatap Dika sambil tersenyum.


"Aku tidak ingin kehilangan kakak." ucap Anisa mencium pipi Dika.

__ADS_1


"Tidak akan pernah, saya akan selalu ada untuk kamu." ucap Dika. Anisa tersenyum Dika mencium bibir Anisa dan kedua nya berciuman semakin dalam.


Dika sudah membuka pakaian nya. Anisa juga begitu.. Namun Dika langsung sadar dia tidak boleh melakukan itu akhirnya dia langsung ke kamar mandi dan membiarkan Anisa istirahat.


__ADS_2