Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 117


__ADS_3

"Oohh begitu yah Tante." ucap Boni.


"Iyah sayang, main nya sama Tante saja yah." ucap Anisa. Boni mengangguk.


Di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah.


"Dika.. Dika.. Apa yang sudah kamu lakukan? Kamu berjanji tidak akan melukai perasaan Anisa, namun apa yang kamu lakukan sekarang?" ucap nya ke kepada diri nya sendiri.


"Tapi ini adalah Cara saya untuk membuat diri saya tidak terlalu sakit kalau suatu saat nanti Anisa kembali kepada Candra." ucap Dika.


Dika sampai di apartemen nya, dia tidak bisa Hanya di rumah saja, akhirnya dia memutuskan untuk menghadiri acara perkumpulan yang di adakan di sekolah.


Dika berangkat ke sekolah. "Apa kabar pak Dika? Bagaimana dengan kesibukan nya beberapa hari ini?" tanya kepala sekolah.


"Yah seperti itu lah pak." ucap Dika.


"Pak Dika.." sapa Rida. "Loh kamu di sini juga?" tanya Dika kepada Rida.


Rida mengganguk sambil tersenyum. Mereka banyak berbincang-bincang di sekolah. Bahkan mereka juga mengambil foto bersama.


Anisa yang sedang menemani Boni menonton tiba-tiba dapat telpon dari Putri.


"Halo Putri, Kenapa?" tanya Anisa.


"Apa kamu sudah melihat postingan sekolah? Aku melihat Rida dan juga pak Dika ikut berkumpul." ucap Putri.


Anisa langsung membuka. Dia melihat Dika merangkul pundak Rida di foto itu. Anisa menghela nafas panjang. "Kenapa harus seperti ini sih? Kenapa hubungan ku dengan kak Dika sangat rumit sekali." batin Anisa.


Di malam hari... Anisa dan Boni menunggu Dika pulang karena Anisa mau mengajak Boni berbelanja keluar.. Namun sudah jam tujuh dia tak kunjung pulang.


"Kak Dika mana sih?" ucap Anisa mencoba menelpon namun tidak aktif.


"Huff sudah lah, mungkin dia tidak akan pulang, sebaik nya aku membawa Boni sendiri saja, sudah lama juga aku tidak jalan-jalan keluar sendirian." ucap Anisa.


Akhirnya mereka pergi berdua. Anisa juga mengundang putri untuk datang. Sekalian ketemu sama Boni.


"Aku tidak pernah ke tempat seperti ini sebelum nya Tante, aku sangat senang." ucap Boni. Anisa tersenyum.


"Bagus deh kalau kamu suka, nanti kalau kamu sudah tinggal dengan Om sama Tante. Tante Akan bawa Boni jalan-jalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus rajin belajar, memiliki nilai yang bagus." ucap Anisa.


Boni tersenyum.


"Oke Tante. Aku janji pasti akan lebih baik lagi nilai nya." ucap Boni.


"Anisa..." Ucap Putri yang baru saja datang. Namun dia tidak datang sendirian melainkan bersama Candra.

__ADS_1


Anisa melihat Candra dia langsung berdiri.


"Sayang kamu ternyata di sini, kenapa kamu tidak membalas pesan ku?" tanya Candra.


"Maafin aku yah. Aku lagi tidak mood saja untuk membalas pesan." ucap Anisa.


"Kamu lagi ada masalah? Kalau ada coba ceritakan sama aku." ucap Candra khawatir.


"Enggak kok." ucap Anisa. Candra melihat Boni.


Dia terdiam sejenak. "Oh iya kenalin ini adalah Boni, dia anak yatim-piatu yang ikut aku dua hari." ucap Anisa.


"Maksud kamu anak panti asuhan?" tanya Candra. Anisa mengangguk.


"Kenapa wajah nya sangat tidak asing yah?" ucap Candra.


"Wajah anak kecil banyak yang mirip, kalau tidak asing itu adalah hal biasa, karena Boni baru saja keluar dari panti asuhan sekarang." ucap Anisa.


"Oohh begitu, mungkin saya salah. Lupakan saja." ucap Candra. Anisa tersenyum.


"Oh iya, maaf yah sebelum nya aku gak ngomong kalau aku datang dengan kak Candra." ucap Putri.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa." ucap Anisa. Putri tersenyum.


"Salam kenal Tante, nama aku Boni." ucap Boni menyalim tangan putri.


"Kamu sangat sopan dan lembut sekali sayang, ini hadiah dari Tante." ucap Putri memberikan permen.


"Terimakasih Tante, lalu siapa ini?" tanya Boni melihat ke arah Candra.


"Kenalin nama Om, Candra. Kamu panggil om saja tidak apa-apa, om adalah pacar Tante Anisa." ucap Candra.


"Pacar? Bukan nya pacar.."


"Ayo kita mencari tempat makan, aku sudah sangat lapar." ucap Anisa langsung memotong kata-kata Boni.


"Baiklah." semua nya berjalan ke tempat, yang makan Lumayan ramai sehingga sulit mencari meja.


Setelah mendapat kan meja mereka memesan makanan.


Boni memerhatikan Candra yang sangat perhatian kepada Anisa.


"Apa Tante Anisa memiliki dua pacar? Bagaimana dengan Om Dika?" ucap Boni dalam hati.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. "Ayo makan semua nya, kamu harus banyak makan juga, agar badan kamu berisi." ucap Candra kepada Anisa.


"Huff kamu jangan body shaming seperti itu! Kamu jauh lebih kurus dari aku." ucap Anisa.


Candra tertawa.


"sudah-sudah! Jangan ribut-ribut saja, ayo makan." ucap Putri.


"Kamu makan yang banyak yah Boni, makanan nya harus di habiskan! Kalau tidak kamu nanti pasti akan sakit." ucap Putri.


"Jangan berbicara seperti itu kepada Boni!' ucap Anisa. Putri menghela nafas panjang.


"Kalau anak kecil tidak di gituin, mereka tidak akan menghabis kan makanan nya." ucap Putri.


"Emang nya kamu? Ini Boni adalah anak yang baik, dia selalu menuruti kata-kata ku." ucap Anisa.


"Humm kelihatan nya kamu sangat menyanyangi Boni. Aku baru tau kalau kamu suka anak kecil." ucap Candra.


"Boni anak yang baik, siapapun yang melihat dia pasti langsung suka." ucap Anisa. "Aku juga melihat Boni seperti itu, bagaimana kalau kita mengasuh nya saja? persyaratan nya menikah kan?" ucap Candra.


"Maksud kamu?" tanya Anisa.


"Ayo menikah lah dengan saya." ucap Candra.


Anisa tersenyum. "Tidak semudah itu, kamu aneh-aneh aja deh." ucap Anisa.


"Tapi aku serius, aku ingin menikah dengan kamu, agar aku bisa menetap di sini, aku tidak ingin Pergi lagi." ucap Candra.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak lah semua itu untuk menikah Candra. Sebaik nya kamu fokus dengan pekerjaan kamu, begitu juga dengan aku fokus dengan sekolah ku." ucap Anisa.


Candra memilih untuk diam karena di depan orang-orang. Putri berpura-pura tidak tau saja.


Setelah selesai makan Putri mengajak Boni bermain. Anisa dengan Candra duduk di kursi tunggu.


"Nih." ucap Candra memberikan sesuatu kepada Anisa.


"Apa ini?" tanya Anisa.


"Buka saja." ucap Candra. Setelah di buka ternyata isi boneka kecil.


Anisa sangat suka sekali. Namun Candra salfok dengan jari manis Anisa.


"Mana cincin yang aku kasih? Kenapa kamu tidak memakai nya?" tanya Candra.

__ADS_1


Anisah gugup. "Kamu membuang nya yah? Kamu tidak suka? Kalau kamu tidak suka tidak harus membuang nya, kamu tidak menghargai aku sedikit Pun!" ucap Candra.


"Enggak kok, aku memasukkan nya ke dalam tas ku karena takut hilang, cincin itu lumayan kebesaran di tangan ku." ucap Anisa.


__ADS_2