
"Akhirnya kamu jujur juga." ucap Putri.
"Aku baru menyadari nya putri." ucap Anisa.
"Kenapa? setelah pak Dika tidak perduli lagi kepada kamu? Setelah pak Dika memilih untuk mengabaikan kamu?" ucap Putri.
"Aku membutuhkan dia, bukan hanya membutuhkan untuk membantu menemani, mengajari atau untuk tempat ku mengeluh.. Tapi aku butuh pak Dika mengisi hati ku. Aku merasakan cinta kepada pak Dika." ucap Anisa.
Putri hanya tersenyum saja.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai dia sebuah Mall. Menonton film barat yang sangat di sukai oleh Anisa.
Keesokan harinya....
"Anisa... Anisa..." panggil Tante Ara yang baru saja pulang ke rumah Anisa.
"Seperti nya dia belum bangun." ucap Tante Ara dia berjalan ke kamar dan ternyata di kamar ada Putri.
"Loh kok ada putri?" ucap Tante Ara.
Putri terbangun karena melihat Tante Ara.
"Tante..."' ucap Putri.
"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Tante Ara. "Tadi malam kami pergi nonton dan pulang tengah malam." ucap Putri.
"Oohh pantesan saja dia tidak bangun pagi." ucap Tante Ara. Putri tersenyum.
"Tante mau kemana?" tanya Putri.
"Pagi ini Tante harus berangkat, Tante mau Ijin kepada Anisa namun sepertinya Anisa sangat nyenyak." ucap Tante Ara.
"Ya udah kalau begitu aku akan menyampaikan nya." ucap Putri.
"Oohh ya udah kalau begitu. Tante pamit dulu yah." ucap Tante Ara.
Setelah Tante Ara keluar dari kamar Anisa bergeliat dan terbangun.
"Kamu sudah bangun Putri?" ucap Anisa.
"Sudah semenjak Tante Ara masuk tadi." ucap Putri.
"Emang nya Tante Ara sudah pulang?" tanya Anisa.
"Sudah.. Dia juga sudah pamit mau pulang pagi ini." ucap Putri. "Loh kok kamu ga bangunin aku sih?" ucap Anisa.
Dia langsung keluar mengejar Tante nya.
__ADS_1
"Tante Ara...." panggil Anisa. Kebetulan sekali Tante Ara hendak masuk ke dalam mobil.
"Anisa.." ucap Tante Ara langsung memeluk nya.
"Tante Ara kenapa pulang tidak membangun kan aku?" ucap Anisa.
"Tante melihat kamu sangat nyenyak tidur, Tante Tidak tega untuk membangun kan nya." ucap Tante Ara.
"Aku mau nganterin Tante ke Bandara." ucap Anisa.
"Tidak perlu sayang, kamu istirahat saja. Bukan nya hari ini kamu janji mau ke panti asuhan?" ucap Tante Ara.
"Oh iya. Untung Tante mengingat kan aku." ucap Anisa.
"Ya udah kalau begitu kamu siap-siap yah, Tante mau berangkat dulu." ucap Tante Ara. Anisa memeluk nya begitu erat.
"Lain kali kalau Tante tidak sibuk datang lah ke sini." ucap Anisa. "Pasti dong. Oh iya kamu dapat salam dari kedua orang tua kamu." ucap Tante Ara.
"Huff aku tidak mau membahas mereka." ucap Anisa.. Tante Ara mengelus kepala Anisa.
"Kamu adalah anak yang kuat dan pintar. nanti setelah kamu berfikir dewasa, di situ lah kamu mengerti semua nya." ucap Tante Ara. Anisa hanya diam.
Tante Ara mencium kening Anisa. "Semangat yah. Tante sayang sama kamu." ucap Tante Ara.
Setelah Tante Ara pergi anisa menangis. "Sudah jangan menangis lagi, kamu terlihat jelek." ucap Putri.
"Dari tadi ayah ku sudah menelpon, aku pulang dulu yah." ucap Putri.
"Ya udah hati-hati yah, makasih sudah mau menemani aku tadi malam." ucap Anisa. "Justru aku yang bilang makasih. Aku pamit pulang dulu yah." ucap Putri.
Setelah Putri pergi Anisa langsung masuk ke dalam. Dia mandi dengan bersemangat sekali keluar dari rumah membawa tas, handphone, dompet dan juga kunci mobil.
"Hari ini aku akan menghabis kan waktu ku bermain dengan anak-anak di panti asuhan." ucap Anisa dalam hati.
Setelah mengeluarkan mobil dan mengunci gerbang tiba-tiba Papah nya datang.
"Papah..." ucap Anisa kaget, dia mau masuk oe dalam mobil namun di kejar dan di tahan oleh papah nya.
"Papah mau bicara sama kamu, tolong dengerin Papah Dulu." ucap papah nya.
"Lepasin aku Pah, aku tidak mau ngomong apapun dengan papah ." ucap Anisa.
"Anisa... papah ingin menjelaskan semuanya kepada kamu, papah mohon mengerti nak." ucap papah nya. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku bukan lah anak papah lagi, sebaiknya Papah kembali dengan keluarga baru papah. tidak perlu perduli kan aku lagi." ucap Anisa.
"Ssstt jangan berbicara seperti itu, kami sangat sayang kepada kamu nak." ucap papah nya.
__ADS_1
"Kalau Papah sayang kepada ku, tidak mungkin papah meninggalkan aku." ucap Anisa.
Papah nya memeluk Anisa. Namun Anisa tidak mau dia mendorong Papah nya tidak mau di peluk sama sekali.
"Aku tidak ingin berbicara dengan papah lagi." ucap Anisa langsung masuk ke dalam mobil.
"Anisa buka pintu nya, Anisa!" ucap papah nya namun Anisa langsung pergi begitu saja. Papah nya memegang kepala nya.
"Aaaaaa!!!!" Dia berteriak kesal dan marah kepada diri nya sendiri. Di dalam mobil Anisa menangis dia tidak bisa menahan air mata nya.
Sesampainya di panti asuhan dia melihat wajah nya di cermin. "Makeup ku jadi luntur." ucap Anisa.
Memperbaiki lagi dan setelah itu turun.
Dia membuka bagasi mobil nya.
"Loh kok kosong sih?" ucap nya. dia baru ingat kalau ternyata dia tidak membawa oleh-oleh sama sekali.
"Ya ampun aku kok bisa lupa sih? kenapa aku begitu sangat bodoh sekali?" ucap Anisa.
"Anisa...." ucap ibu yayasan. Anisa tersenyum dan menyapa ibu Yayasan itu.
"Ya Allah aku jadi gak enak kalau tidak membawa sesuatu seperti ini." ucap Anisa.
"Dari kemarin Boni sudah menunggu kamu. Ayo masuk." ucap ibu Yayasan.
"Tapi Bu saya tidak membawa apapun. Saya jadi tidak enak..Saya keluar sebentar dulu untuk membeli makanan." ucap Tania.
"Tidak perlu Anisa, Kamu datang saja sudah membuat kami senang." ucap ibu yayasan.. Anisa tersenyum dia masuk ke dalam.
Namun dia Salfok sama mobil mewah yang terparkir di depan panti. "Ini mobil siapa Bu?" tanya Anisa.
"Loh Anisa tidak tau?" ucap ibu yayasan..Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Ini mobil pak Dika." ucap ibu yayasan..Anisa melihat plat mobil ternyata ada nama Dika.
"Pak Dika yang mana Bu?" tanya Anisa.
"Pak Dika yang saya kenal hanya satu. Pak Dika yang mengajar di sekolah Anisa." ucap ibu Yayasan.
"Gak mungkin Bu dia memiliki mobil seperti ini, mungkin pak Dika yang lain." ucap Anisa. Ibu yayasan tersenyum.
"Kenapa kamu tidak percaya, kalau begitu ayo lihat masuk ke dalam." ucap Ibu yayasan.
"Seperti nya itu tidak mungkin." batin Anisa yang sama sekali tidak percaya kalau itu adalah mobil nya pak Dika.
Dia melihat Dika yang sedang mengajari anak-anak.
__ADS_1
"Selamat pagi semua nya.. Lihat nih Siapa yang datang." ucap ibu Yayasan.