Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 130


__ADS_3

"Anisa!!! Anisa!!! bangun dek, kamu harus pergi ke sekolah." ucap Marsel membangun kan Anisa.


"Kasih waktu lima menit lagi kak, aku masih sangat mengantuk." ucap Anisa.


"Ini sudah telat! Kamu bangun." ucap Marsel.


"Bisa gak kak hari ini aku gak sekolah? Aku males banget ngadepin orang-orang." ucap Anisa.


Marsel menarik tangan Anisa. "Sudah kakak bilang jangan bodoh karena cinta." ucap Marsel. Anisa menghela nafas panjang.


"Kak aku sangat males sekali." ucap Anisa.


"Tidak ada kata males, jangan kembali seperti kehidupan mu yang dulu, kakak tidak suka! Sekarang kamu harus bangkit dan mandi!" ucap Marsel.


Tidak beberapa lama Anisa turun dari atas ke bawah dia melihat kakak nya sedang menunggu nya di meja makan.


Dari jauh dia melihat seperti Dika yang tersenyum menunggu nya untuk sarapan pagi, namun setelah Sada itu adalah kakak nya senyuman nya langsung ilang.


"Ayo sarapan dulu, kakak sudah membeli makanan." ucap Marsel.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Ini sudah hampir telat kak, sebaiknya aku langsung Berangkat ke sekolah saja." ucap Anisa.


Marsel menghela nafas panjang.


"Huff tunggu kamu Dika! Kamu sudah membuat adik ku seperti ini! Kamu berjanji tidak akan membuat nya sedih." batin Marsel.


Anisa keluar dari rumah dia melihat mobil Candra yang di berikan kepada nya sebelum berangkat ke luar negeri.


"Sebaiknya aku segera mengembalikan semua barang-barang yang dia berikan kepada ku." batin Anisa, dia masuk ke dalam mobil nya dan segera ke sekolah.


Sampai di sekolah dia masuk ke kelas. "Anisa..." Ucap Putri. Anisa duduk di samping Putri.


"Bagaimana kabar kamu? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Putri.


"Humm aku baik-baik saja." ucap Anisa.


"Kamu tidak perlu mempedulikan tanggapan orang lain terhadap kamu, kamu bodo amat saja." ucap Putri, Anisa mengangguk.


Putri melihat ke arah Arya yang tersenyum ke Pada nya.


"Oh iya Putri, apa Kemarin kak Dika datang?" tanya Anisa.


"Kamu belum tau kalau pak Dika sudah resmi keluar dari sini?" tanya Arya. Anisa menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Pak Dika melakukan perjalanan jauh cukup lama, dengar-dengar sih mengurus bisnis di kota nya Dulu. Aku hanya tau itu saja dari guru-guru." ucap Arya.


Anisa terdiam. "Hubungan kamu dengan pak Dika tidak baik yah?" tanya Putri. Anisa menatap Putri.


"Sangat tidak baik sekarang, aku tidak paham kenapa dia pergi begitu saja tidak mengatakan apa-apa kepada ku." ucap Anisa.


Putri mengelus Punggung Anisa.


"Yang Sabar yah." ucap Putri. Anisa memeluk Putri.


"Ketika alu sudah move on dari Candra, kenapa kak Dika malah meninggalkan ku seperti ini, Tampa ada kepastian sama sekali." ucap Anisa.


Putri dan Arya tidak bisa mengatakan apapun. Tiba-tiba Rombongan Dika masuk.


"Humm ternyata si pembohong, si jago drama datang ke sekolah hari ini." ucap Rida. Anisa menatap Rida.


"Apa maksud kamu?" tanya Anisa.


"Tidak perlu berpura-pura tidak tau seperti itu deh, kamu benar-benar hebat bisa membohongi satu sekolah." ucap Rida.


"Kamu tidak perlu membahas masalah ini lagi! Kalau guru tau kamu Pasti kena hukum!" ucap Arya. Mereka semua langsung diam.


"Duduk di kursi masing-masing!" ucap Arya kesal. Tidak beberapa lama guru pengganti mereka masuk..


"Hari ini seperti nya hadir semua, bagus deh." ucap guru Pelajaran pun mulai.


"Aku mau sendiri di sini, kamu keluar lah." ucap Anisa kepada Putri yang menemani nya di kelas.


"Tapi Anisa..."


"Sudah tidak apa-apa." ucap Anisa.


"Ya udah kalau begitu, kamu kasih tau aku kalau kamu butuh sesuatu." ucap Putri.


Anisa mengangguk. Putri keluar dari kelas itu.


"Kenapa Anisa tidak keluar?" tanya Arya yang menunggu Putri Dan Anisa dari tadi di depan kelas.


"Dia mau sendiri, sebaiknya biarkan saja, ayo kita ke kantin." ucap Putri menarik tangan Arya. Arya yang melihat itu senyum-senyum sendiri.


Putri baru sadar karena melihat Arya senyum-senyum, dia langsung melepaskan tangan Arya.


"Aku pikir tangan Anisa. karena tangan kamu seperti perempuan." ucap Putri.

__ADS_1


Arya senyum. "Gak apa-apa kok, gandeng saja, aku suka." ucap Arya, Putri menepis tangan Arya.


"Huff jangan aneh-aneh yah!" ucap Putri.


"Auh sakit! Kamu jadi perempuan kasar banget!" ucap Arya. Putri meninggalkan kan Arya.


"Putri tunggu, kenapa kamu kesal terus sih sama aku?" ucap Arya, Putri Tidak menjawab.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kantin.


"Kita duduk di kursi ini saja." ucap Putri kepada Arya.


"Arya!" Panggil seseorang. Kedua nya menoleh ke arah suara perempuan yang memanggil Arya tadi.


"Monika!" ucap Arya. Karena anak SMK Masuk ke kantin itu.


"Kamu tunggu dulu yah, aku mau menyapa teman-teman ku dulu." ucap Arya. Arya langsung menyusul perempuan yang cantik memanggil nya. Arya duduk di samping perempuan itu dan terlihat sangat akrab sekali.


Putri berusaha untuk tidak memperdulikan namun suara ketawa mereka membuat putri kesal.


Tidak beberapa lama Arya kembali ke meja yang ada Putri.


"Itu adalah Monika, aku dulu satu SMA dengan dia, sekarang setelah dia masuk SMK aku masuk SMA jadi jarang berbicara satu sama lain." ucap Arya.


"Oohh begitu." ucap Putri dengan cuek sambil terus makan.


"Makanan punya ku mana?" tanya Arya.


"Makanan kamu sudah aku cancel karena aku melihat sepertinya kamu sudah kenyang di suapi sama perempuan anak SMK itu!" ucap Putri langsung beranjak dan pergi dari sana.


Arya kebingungan. "Dia kenapa? Perempuan yang benar-benar sulit di tebak, terkadang mood nya baik, terkadang tidak! Huff bingung apa maunya." ucap Arya dalam hati.


"Mubajir." ucap Arya memakan habis sisa Putri.


"Humm Ternyata bekas gigitan putri enak juga, sama seperti suapan Monika yang begitu cantik." ucap Arya dia menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Monika, dia juga main mata sehingga membuat anak-anak perempuan SMk menjerit kesenangan.


Setelah selesai dari kantin dia membawa kan minuman untuk Putri dan Juga Anisa.


"Anisa ketiduran. Putri kemana?" batin Arya. Tidak beberapa lama putri masuk sambil membaca buku.


"Nih minum untuk kamu dan Anisa, sebaiknya kamu membangun kan Anisa, bentar lagi bel masuk berbunyi." ucap Arya.


"Terimakasih." ucap Putri mengambil minuman dari tangan Arya. Arya kembali duduk di kursi nya.

__ADS_1


Bel masuk berbunyi, Anisa bangun. Rida yang duduk di depan nya menatap nya dengan tatapan benci tidak suka.


Namun Anisa tidak perduli sama sekali, tidak tidak akan pernah perduli. Sekarang yang ada di pikiran nya hanya ada Dika. Dia ingin bertemu Dika.


__ADS_2