
"Saya juga ikut senang." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Ini giliran kakak berbicara kepada orang tua kakak." ucap Anisa. Dika menurun kan Anisa.
"Percaya deh sama aku semua nya akan baik-baik saja." ucap Dika.
Anisa tersenyum. Melihat senyuman Anisa Dika juga ikut tersenyum.
"Baiklah saya akan mencoba nya demi hubungan kita." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Loh Boni tadi kemana?" tanya Anisa karena tidak melihat Boni di sana.
"Mungkin sudah ke kamar." ucap Dika.
"Oohh." ucap Anisa.
"Saya akan memeriksa nya." ucap Dika. Anisa mengangguk.
Anisa tadi mau melanjutkan tugas nya di bawah agar bisa melihat Dika dan Boni eh ternyata Papah nya datang.
Dika tidak melihat Boni di kamar dia mencari ke kamar Anisa tidak ada juga dan ternyata Boni duduk di balkon sambil bengong.
"Kamu ternyata di sini nak, papah mencari kamu." ucap Papahnya sambil duduk di samping Boni.
"Kamu ngapain di sini sendirian?" tanya papah nya. Boni menoleh ke arah Papah nya.
"Aku sangat merindukan Teman-teman ku di panti asuhan Pah." ucap Boni.
Dika tersenyum. "Oohh. Papah pikir kamu kenapa tadi. Papah jadi khawatir." ucap Dika.
"Nanti kalau ada waktu sesekali datang ke sana yah bertemu teman kamu, jangan sedih seperti itu." ucap Dika.
Boni tersenyum dia mengangguk.
"Baik papah." ucap Boni.
"Ini sudah Jam Lima sore, kamu mandi gih." ucap Dika.
"Tapi aku tidak punya baju ganti pah." ucap Boni.
"Papah sudah membeli baju untuk kamu, tidak Perlu khawatir, ayo mandi." ucap Dika.
Di malam hari nya mereka bertiga menonton TV di ruang tamu. Dika melihat Anisa dan Boni ketiduran di pelukan tangan nya.
Dia tersenyum.
"Anisa bangun pindah ke kamar." ucap Dika. Anisa langsung bangun.
__ADS_1
Dia mengangguk dan melihat Dika menggendong Boni ke kamar.
"Good night Sayang." ucap Anisa kepada Dika yang hendak masuk ke dalam kamar nya. Dika menoleh ke arah Anisa.
"Good night.. Mimpi indah yah." ucap Dika. Anisa memasang wajah cemberut.
"Kamu masuk ke kamar kamu, Boni akan tidur bersama saya." ucap Dika.
Anisa mendekati Dika. "Kamu tidak mau mencium ku sebelum tidur?" tanya Anisa. Dika tersenyum.
"Maaf saya lupa." ucap Dika. Dia mencium kening Anisa, pipi dan Bibir.
"Istirahat lah." ucap Dika. Anisa mengangguk.
"Bobo yang nyenyak yah ganteng." ucap Anisa kepada Boni mengelus kepala nya yang masih di gendongan Dika.
Dika dan Anisa masuk ke kamar masing-masing.
Sementara di tempat lain Tri memilih untuk lembur.
"Tri kamu tidak pulang?" tanya rekan kerja nya.
"Aku mau lembur saja." ucap Tri.
"Pak Marsel Akan marah kepada kamu kalau kamu tidak pulang, kamu tidak kasihan melihat Gaji kami sudah di potong?" ucap teman kerja nya.
"Tapi aku berniat baik untuk membantu kalian malam ini." ucap Tri.
Tri menghela nafas panjang. "Baiklah-baiklah aku pulang." ucap Tri. Akhirnya dia berkemas untuk kembali ke rumah.
Di loker dia melihat penampilan nya yang terasa sangat asing bagi nya. Ini bukan paksaan dari Marsel untuk berpakaian feminim tapi dia harus feminim sendiri dari pada harus berurusan dengan Marsel.
Tri tidak langsung pulang ke rumah dia sengaja mematikan handphone nya agar tidak di hubungi oleh Marsel.
"Ini sudah jam sebelas malam, seperti nya dia sudah tidur sebaiknya aku pulang, badan ku sudah sangat lelah." ucap nya.
Baru sampai di depan pintu apartemen nya.
Perlahan dia memasukkan PIN dan membuka pintu.
"Astaga!" ucap nya kaget karena melihat Marsel di depan pintu melipat kedua tangan di dada dan memasang wajah yang sangat dingin dan tatapan tajam.
"Apa yang bapak lakukan di depan pintu?" tanya Tri.
"Kamu tau ini jam berapa?" tanya Marsel. Tri terdiam.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? Saya tau kamu keluar dari Toko jam enam, dan sekarang kamu sampai di Apartemen jam sebelas lewat. Kamu juga mematikan handphone kamu." ucap Marsel.
__ADS_1
"Perjalanan pulang cukup macet Pak. Saya juga makan." ucap Tri.
Marsel menghela nafas panjang dia mendekati Tri sampai Tri bersandar ke pintu.
"Saya tau kamu sengaja menghindari saya bukan?" ucap Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya.
"Tidak pak." ucap Tri.
Marsel tidak mencium bibir Tri di bibir. Namun Tri langsung mendorong Marsel.
"Apa yang bapak lakukan?" tanya Tri.
"Ini adalah hukuman dari saya karena sudah pulang malam. Dan kalau kamu melakukan nya lagi saya akan memberikan hukuman yang lebih dari ini." ucap Marsel.
"Aku tidak akan melakukan nya lagi pak, saya minta maaf." ucap Tri. Marsel melihat penampilan Tri dari atas sampai ke bawah.
"Sejak kapan kamu berpakaian seperti ini?" tanya Marsel karena pakaian Tri cukup membentuk Tubuh nya.
"Bukan kah Bapak yang meminta saya berpenampilan menarik. Aku berusaha untuk feminim." ucap Tri.
"Saya meminta kamu berpenampilan feminim bukan memamerkan bentuk Tubuh mu!" ucap Marsel.
Tri terdiam sejenak.
"Jadi mau nya seperti apa Pak? Aku tidak mengerti feminim yang Bapak maksud seperti apa!" ucap Tri.
"Kalau bapak Mencintai aku seperti yang bapak bilang seharusnya bapak tidak memaksa aku menjadi orang lain, aku tidak terbiasa. Dan aku ingin menjadi diri sendiri." ucap Tri.
"Aku capek, aku mau istirahat." ucap Tri langsung masuk ke kamar.
Marsel terdiam sejenak. "Kenapa dia jadi marah kepada saya? Kalau dia tidak tau kenapa tidak bertanya kepada saya?" tanya Marsel.
Dia masuk ke kamar Setelah selesai makan.
"Kenapa kamu keramas di malam hari? Nanti kamu masuk angin." ucap Marsel.
"Kalau saya tidak mandi dan tidak keramas bapak akan marah-marah dan bilang kalau saya bau, saya tidak bisa merawat diri. Semua nya salah di mata bapak." ucap Tri.
"Kamu tidak boleh tidur sebelum mengering kan rambut mu!" ucap Marsel.
Tri tidak perduli dia langsung naik ke kasur. Namun Marsel langsung mengambil Pengering rambut memaksa Tri duduk.
Tri tidak mengatakan apapun dia membiarkan Marsel mengering kan rambut nya karena dia sudah sangat ngantuk.
Akhirnya rambut Tri kering. Dia ketiduran namun Marsel langsung menahan dengan telapak tangan nya kepala Tri.
Perlahan dia membaringkan tubuh Tri di tempat tidur. Menyelimuti nya. Marsel juga ikut tidur di samping Tri.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Marsel tertidur namun dia sudah gelisah dan mencari tempat yang nyaman, akhirnya dia tidur di pelukan Tri.
Tri membuka mata nya sebentar melihat Marsel dan tidak beberapa lama tidur kembali.