
Dika terjatuh, Anisa tepat di atas nya. Anisa menatap Dika sambil tersenyum.
"Aku tidak ingin kehilangan kakak." ucap Anisa mencium pipi Dika.
"Tidak akan pernah, saya akan selalu ada untuk kamu." ucap Dika. Anisa tersenyum Dika mencium bibir Anisa dan kedua nya berciuman semakin dalam.
Dika sudah membuka pakaian nya. Anisa juga begitu.. Namun Dika langsung sadar dia tidak boleh melakukan itu akhirnya dia langsung ke kamar mandi dan membiarkan Anisa istirahat.
Keesokan harinya...
"Hari ini saya ada pekerjaan di kantor." ucap Dika kepada Anisa sambil meletakkan sarapan pagi di atas meja tepat di depan Anisa yang baru saja bangun.
Anisa menganguk. Dika tersenyum melihat Anisa masih menguap.
"Maaf saya sudah membangun kamu, saya hanya ingin kamu sarapan sebelum saya pergi." ucap Dika, Anisa tersenyum.
"Tidak apa-apa kok, aku juga sudah tidak mengantuk lagi." ucap Anisa. Dika mengambil tisu basah dia membersihkan mata Anisa dengan tisu itu agar lebih segar.
"Terimakasih." ucap Anisa sambil tersenyum. Dika mencium pipi Anisa. "Ayo makan, saya mau mandi dulu." ucap Dika. Sarah memegang tangan Dika.
"Kakak tidak mau sarapan dulu?" tanya Anisa. Dika tersenyum. "Sebelum kamu turun saya sudah sarapan." ucap Dika.
"Oohh begitu, ya sudah kalau begitu kakak mandi lah." ucap Anisa. Setelah beberapa lama akhirnya Dika turun dengan pakaian yang sudah rapi.
Anisa meninggalkan meja makan dan menyusul Dika di ruang tamu memasang sepatu nya.
"Sini aku bantu." ucap Anisa dia mengambil dasi Dika dan mau memasang nya. Dika tersenyum.
"Kamu calon istri yang sangat baik." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Pakaian saya di sini sudah habis, semua nya sudah kotor. Mungkin saya malam ini kembali ke apartemen untuk mengambil beberapa pakaian saya." ucap Dika.
"Tidak perlu kak." ucap Anisa.
"Maksud nya?" tanya Dika.
"Aku bukan bermaksud mengusir atau tidak mengijinkan kakak di sini, tapi aku takut orang lain akan tau kalau kita satu rumah." ucap Anisa.
"Kak Marsel belum setuju dengan hubungan kita." ucap Anisa.
"Baiklah kalau begitu saya mengerti." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Aku mohon jangan tersinggung, aku tidak bermaksud apa-apa." ucap Anisa. Dika mengelus kepala Anisa.
"Saya paham kok Anisa, kamu tidak perlu khawatir atau merasa bersalah seperti itu." ucap Dika.
Anisa tersenyum. "Terimakasih yah." ucap Anisa.
__ADS_1
Setelah selesai Anisa mengantarkan ke depan.
"Aku akan mencuci pakaian kakak yang kotor." ucap Anisa. Dika menganguk.
"Ya sudah kalau begitu saya berangkat dulu yah." ucap Dika mencium kening Anisa.
"Semangat sayang.. Jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai. Dan hati-hati di jalan." ucap Anisa.
Dika menganguk. "Kamu sudah mulai pintar merayu saya." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Ya udah buruan pergi gih, sampai ketemu nanti." ucap Anisa. Dika masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Anisa.
Anisa menghela nafas panjang. "Huff kenapa aku jadi merasa bersalah seperti ini sih? Aku jadi takut, aku juga sangat gugup sekali." batin Anisa.
Dia masuk dan menutup pintu. Sebelum mencuci baju Dika dia memeriksa ponsel nya yang tidak sempat dia periksa tadi.
Ternyata sudah banyak notifikasi dari Candra.
"Ya ampun, kenapa aku tidak melihat nya dari tadi?" ucap Anisa. Ternyata Candra mengajak nya untuk sarapan sama-sama.
"Huff.. aku harus mengatakan apa? Tidak mungkin aku pergi menemui nya sekarang." ucap Anisa dalam hati.
tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari Candra.
"Halo sayang..." Ucap Candra.
"Iyahh gak apa-apa kok, aku jemput kamu yah untuk sarapan sama-sama. kebetulan aku belum sarapan." ucap Candra.
"Tapi aku sudah sarapan tadi, bagaimana kalau makan siang saja?" tanya Anisa.
"Tidak apa-apa kok, makan siang juga tidak apa-apa, Tapi aku mau bertemu kamu sekarang. Aku ke rumah kamu yah." ucap Candra.
"Jangan sekarang, aku lagi ada urusan sebentar, aku akan menemui kamu ke penginapan kamu." ucap Anisa.
"Oohhh ya udah kalau begitu, jangan lama-lama yah Sayang." ucap Candra.
Anisa tersenyum. "Ya udah aku tutup telpon nya dulu yah." ucap Anisa karena melihat telpon dari Dika.
Panggilan telepon dari Candra mati dia menjawab telpon dari Dika.
"Kamu tidak lagi sibuk kan?" tanya Dika kepada Anisa.
"Enggak kok, emang nya kenapa kak?" tanya Anisa.
"Saya mungkin tidak bisa pulang makan siang bersama kamu. Kamu tidak apa-apa kan makan siang sendiri?" tanya Dika.
"Gak apa-apa kok." ucap Anisa..Dika tersenyum.
__ADS_1
"Jadwal saya sangat padat, maafin saya yah." ucap Dika merasa sangat bersalah sekali.
"Tidak apa-apa kok, aku tau kakak pasti sangat sibuk, aku memaklumi itu." ucap Anisa.
Dika tersenyum. Cukup lama mereka menelpon karena Dika belum sampai ke kantor nya.
Setelah sampai di kantor telpon pun di akhiri. Anisa melanjutkan pekerjaannya untuk membersihkan pakaian Dika.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai dia langsung menjemur dan segera siap-siap pergi ke penginapan Candra.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sana.
"Huff untung saja Siang ini kak Dika tidak bisa makan siang bersama ku." ucap Anisa.
Dia berjalan ke ruangan Candra.
"Sayang akhirnya kamu datang juga, aku sudah sangat merindukan kamu." ucap Candra memeluk Anisa yang baru saja sampai.
"Lepaskan aku.. Kamu belum mandi." ucap Anisa. Dika terkekeh.
"Aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu, itu sebabnya aku tidak mandi. Aku ingin menghabiskan waktu ku bersama kamu." ucap Candra.
"Tapi sebaiknya kamu mandi dulu." ucap Anisa.
"Baiklah-baiklah. Tapi berikan aku ciuman dulu." ucap Candra.
Anisa menghela nafas panjang. "Aku tidak ingin mencium kamu yang belum mandi." ucap Anisa. Candra memasang wajah lesu.
"Kamu jangan pergi dulu, aku mandi hanya sebentar saja kok." ucap Candra. Anisa menganguk. Candra pergi langsung mandi. Anisa duduk di sofa.
Dia membalas pesan dari Putri yang bertanya dia lagi ada di mana. Di tempat lain Dika mulai bekerja dia fokus pada pekerjaan nya.
Namun tiba-tiba sekretaris nya masuk.
"Permisi Pak Dika." ucap sekretaris nya.
"Iyah kenapa?" tanya Dika.
"Ini ada buket untuk bapak dari menejer." ucap Sekretaris nya.
"Menejer?" ucap Dika.
"Dari Bu Rina Pak." ucap sekretaris nya.
"Oohhh." ucap Dika.
"Tumben-tumbenan sekali ada yang memberikan hadiah seperti ini, emang nya hari ini ada acara apa?" tanya Dika. Sekretaris nya menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa sih pak, hanya saja kelihatan nya Bu Rina sudah mau jujur kalau dia menyukai Bapak." ucap Sekretaris nya.