Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 182


__ADS_3

Tri menghela nafas panjang.


"Jadi kita singgah ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli keperluan kita." ucap Marsel.


Tri tidak lagi mengatakan apapun dia hanya mengiyakan saja apa yang di katakan oleh Marsel dari pada mereka berdua harus ribut.


Tidak beberapa lama akhirnya Mereka sampai di supermarket.


"Bapak tunggu di sini saja." ucap Tri.


"Sebagai kekasih yang baik saya harus menemani kamu belanja." ucap Marsel.


"Aku sudah terbiasa sendiri, aku tidak perlu bantuan dari bapak." ucap Tri. Marsel langsung turun dari mobil.


"Ayo buruan turun! Ini sudah malam jangan membuang-buang waktu." ucap Marsel membuka pintu dan langsung menarik tangan Tri keluar dari mobil itu.


Tri hanya bisa pasrah dia mengikuti Marsel keluar dari dalam mobil.


Marsel menarik troli. sebenarnya Tri tidak enak dan tidak nyaman, namun Marsel sama sekali tidak mempermasalahkan itu.


Tri memilih apa yang kurang. Tidak begitu banyak hanya hal-hal menentu saja.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai belanja dan langsung kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah. "sebaiknya Bapak pergi mandi, aku akan mengurus ini semua." ucap Tri kepada Marsel.


"Kamu yakin? Saya takut kamu akan kelelahan karena menata semua nya ini." ucap Marsel.


"Jangan terlalu berlebihan Pak, aku sudah biasa melakukan ini, Lagian to terlalu banyak." ucap Tri.


"Kalau tidak terlalu banyak saya akan membantu kamu." ucap Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya menolak, namun Marsel tetap keras kepala mau membantu Tri.


Tri melihat Marsel yang menata barang-barang.


"Kalau begitu bapak saja yang menata semua nya, aku akan mandi dan istirahat." ucap Tri meninggal kan Marsel.


"Dia yang mau saya bantu, namun dia meninggal kan saja begitu saja. Sungguh sangat kejam sekali." ucap Marsel.


Dia menyusun dengan cepat, namun bisa di katakan cukup sulit baginya untuk yang tidak terbiasa.


Setelah semua nya selesai dia langsung ke kamar.


"Kamu sudah selesai mandi? kenapa sangat cepat?" tanya Marsel melihat Tri sudah duduk di depan cermin menyisir rambut nya.


Tri menoleh ke arah Marsel.


"Apa yang salah? bukan nya bagus kalau aku cepat selesai mandi?" tanya Tri.


Marsel menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kalau begitu tolong sediakan pakaian saya." ucap Marsel mengambil handuk Tri dan langsung masuk ke kamar mandi.


Sementara di tempat lain Putri dan Juga Anisa sedang sibuk menata makanan di ruang tengah agar bisa makan bersama.


Arya melihat Putri yang seperti nya berusaha untuk menghindari dia.


"semua nya sudah berkumpul ayo kita duduk bersama. Berdoa terlebih dahulu dan setelah itu makan." ucap Orang tua putri.


Semua nya duduk kebetulan sekali Putri duduk tepat di samping Arya. Setelah sudah selesai berdoa mereka langsung makan.


"Putri ambilkan nasi untuk Arya." ucap mamah nya.


Putri menoleh ke arah Arya.


Arya tersenyum sambil memberi kan piring nya kepada Putri.


Putri langsung memberikan nya nasi dan juga lauk.


Anisa yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum sendiri saja.


Tidak beberapa lama akhirnya Mereka selesai makan.


"Buk, pak aku pulang dulu yah." ucap Arya.


"Ya udah kamu hati-hati yah, terimakasih sudah datang ke sini. Sering-sering lah main ke Sini." ucap Orang tua Putri.


"Kamu pulang sendiri? apa mau aku antar?" tanya Arya kepada Anisa.


"Aku bisa sendiri kok." ucap Anisa.


"Ya udah kalau begitu, kamu hati-hati yah." ucap Arya. Anisa tersenyum dia pamit Pulang terlebih dahulu meninggalkan Rumah Putri.


"Aku juga pulang yah Putri, terimakasih sudah mau mengundang aku makan di sini bersama keluarga kamu." ucap Arya.


Putri mengangguk. "Baiklah," ucap Putri dengan wajah biasa saja. Arya tersenyum dia pun langsung pergi meninggalkan Putri.


Tidak beberapa lama akhirnya Anisa sampai di rumah, dia membalas pesan dari Putri terlebih dahulu baru masuk ke kamar nya.


"Huff terasa sangat sepi sekali." ucap Anisa menghela nafas panjang.


Membuka pakaian nya dan menukar nya pakaian yang sangat mini tanpa mandi karena dia sudah sangat malas sekali.


Setelah beberapa lama akhirnya dia tertidur begitu pulas sekali.


Di pagi hari nya dia hampir saja bangun telat karena tidak memasang alarm.


"Ya ampun aku kenapa sangat lama bangun?" ucap Anisa melihat jam beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama dia selesai siap-siap ke sekolah dan setelah selesai memasang sepatu nya Anisa keluar dari rumah langsung menutup nya.

__ADS_1


"Eh tunggu dulu." ucap Anisa.


"Kak Dika." ucap Anisa tidak mengingat kalau Dika tidak pulang malam tadi.


"Ya ampun kenapa aku bisa melupakan kalau kak Dika tidak pulang tadi malam?" ucap Anisa.


Dia mengeluarkan handphone nya dari dalam tas nya.


"Pagi ini dia bahkan tidak membangun kan ku, sebaik nya aku telpon saja, mungkin dia sekarang lagi ketiduran." ucap Anisa.


Setelah setelah di coba di telpon dia sangat kesal karena tidak aktif.


"Kak Dika kemana sih? kenapa dia tidak menjawab telpon ku? sangat menyebalkan sekali." ucap nya.


Dia memasukkan handphone ke dalam tas nya lagi dan masuk ke dalam mobil nya.


"Awas saja kalau hari ini aku bertemu dengan dia aku akan menghajarnya habis-habisan." ucap Anisa.


Tidak beberapa lama sampai di sekolah.


"Anisa." panggil Putri.


"Iyah kenapa?" tanya Anisa.


"Aku mau cerita." ucap Putri. "Cerita? Kamu mau minta pendapat aku yah?" tanya Anisa.


"Humm lebih tepatnya seperti itu." ucap Putri. Anisa tersenyum. "Ya udah mumpung belum masuk kelas." ucap Anisa.


"Aku sudah memutuskan untuk memulai hubungan dengan Arya." ucap Putri. Anisa tersenyum dia menatap wajah Putri yang menunduk karena malu.


"Aku sudah memikirkan nya, aku akan memberanikan diri untuk menerima cintanya dan mencoba lagi." ucap Putri.


"Nah gitu dong. Kalau begitu aku sangat setuju dengan keputusan kamu, karena aku yakin kamu dengan Arya sangat cocok." ucap Anisa.


"Kenapa kalian menyebut-nyebut nama ku? Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Arya yang tiba-tiba datang membuat Anisa dan Putri kaget.


"Tidak ada, kamu sangat kepo sekali. Kapan kamu datang? Membuat orang terkejut saja." ucap Anisa dengan kesal.


"Aku minta maaf, tadi aku hanya penasaran karena melihat kalian berdua sangat serius sekali." ucap Arya.


"Huff jangan melakukan hal seperti itu lagi! Aku tidak suka!" ucap Anisa.


Arya tersenyum. "Ya udah deh aku minta maaf yah." ucap Arya.


Anisa dan Putri mengangguk.


"Ayo kita masuk ke kelas." ucap Anisa.


"Tunggu dulu, apa aku tidak boleh tau apa yang kalian bicarakan?" tanya Arya.

__ADS_1


__ADS_2